Beredar Kabar Putri Candrawathi dan Kuwat Maruf Ikut Menembak Brigadir J, Komnas HAM Berikan Fakta Mengejutkan

Suara Depok

Sabtu, 10 September 2022 | 15:19 WIB
Beredar Kabar Putri Candrawathi dan Kuwat Maruf Ikut Menembak Brigadir J, Komnas HAM Berikan Fakta Mengejutkan
Potret Cantik Putri Candrawati (Instagram/@divpropampolri)

Depok.suara.com - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyampaikan perkembangan kasus penembakan Brigadir J. Dirinya menduga ada keterlibatan Putri Candrawathi dan Kuat Maruf dalam eksekusi ajudannya tersebut.

Menurutnya ada temuan baru yang menunjukan pelaku penembakan Brigadir J lebih dari dua orang. Dengan kata lain yang menembak Brigadir J bukan hanya Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dengan Ferdy Sambo saja.

Karena itu Taufan menduga kemungkinan dua tersangka Kuat Ma’ruf dan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J. Pernyataan tentang kemungkinan tersebut diungkapnya saat menjadi tamu acara Rosi di Kompas TV.

Ketika itu Rosi Silalahi mengajukan pertanyaan pada Taufan soal pembunuhan berencana yang dilakukan lima tersangka di lantai tiga rumah Ferdy Sambo di Saguling.

"Sebetulnya kalau dalam konstitusi itu, rancangan pembunuhan (Brigadir J) itu ada di dalam kepala Sambo,” kata Taufan mulai menjawab pertanyaan Rosi. 

“Ia (Ferdy Sambo) sebelumnya mendengarkan keterangan istrinya yang mengalami suatu peristiwa pelecehan seksual di Magelang,” jelas Taufan. 

Kemudian Ferdy Sambo memanggil anak buahnya, Kuat Ma’ruf,  Bripka Ricky (bripka RR) dan Richard (Bharada E). 

Saat itu, Ricky menolak menembak. Setelah itu Bharada E menjawab mau menjalankan perintah Ferdy Sambi. “Sambo bilang kamu (Bharada E) akan saya lindungi," kata Taufan. 

Taufan melihat itu berdasarkan pada rekonstruksi yang sudah dijalani lima tersangka di Saguling dan Duren Tiga.

baca juga

"Ini (penilaiannya) berdasar rekonstruksi ya. Di situ tidak ada cerita tentang uang,” jelas Taufan.

Kemudian tentang uang, kata Taufan baru dibahas setelah kejadian. “(Setelah penembakan) itu baru cerita tentang uang," ujar Taufan. 

"Dari Sambo (mantan Kadiv Propam Polri) perancangannya,” ucap Taufan. 

Kemudian Ferdy Sambo juga sudah mengakui semuanya pada Komnas HAM.

“Kepada Komnas HAM ia (Ferdy Sambo) juga mengakui, bahwa ia otak pembunuhan itu," kata Taufan. 

Perencanaan pembunuhan Brigadir J dilakukan di lantai 3 di rumah Saguling. Saat itu dilakukan rapat kecil antara Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

Kemudian di sana juga ada Bripka RR dan Kuat Maruf yang kesemuanya kini menjadi tersangka. 

Taufan mengatakan, dalam rangkaian peristiwa itu, mendengar jika istri Ferdy Sambo menjadi korban pelecehan seksual.

Meski begitu, istri Ferdy Sambo ini dianggap atau ikut terlibat dalam merencanakan pembunuhan Brigadir J bersama empat tersangka lainnya. 

"Ya benar (istri Ferdy Sambo), karenanya oleh penyidik PC sekarang dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” kata Taufan.

Dia mengatakan jika hal tersebut adalah hak penyidik. “Dan tentu saja kita tidak campuri," ujarnya. 

Setelah itu, Rosi menanyakan mengapa di banyak kesempatan Taufan mencurigai jika Brigadir J bisa saja ditembak secara bertubi tubi. 

Saat rekonstruksi, terdapat dua versi. Pertama, Ferdy Sambo mengaku tidak ikut menembak Brigadir J.

Sementara Bharada E mengatakan menyaksikan Ferdy Sambo melihat menembak Brigadir J. "FS (Ferdy Sambo) mengaku tidak ikut menembak,” kata Taufan.

Akan tetapi, Taufan menemukan bukti-bukti dari autopsi maupun autopsi ulang, serta uji balistik, menemukan bahwa jenis peluru yang ditembakkan ke Brigadir J bukan satu.

"Itu (penembakan ke Brigadir J) tidak mungkin dari satu senjata api. Tapi, pasti lebih dari satu senjata," kata Taufan. 

Kemudian Rosi menanyakan, apakah penembak Brigadir J bisa oleh dua senjata. "Bisa jadi lebih dari dua senjata (untuk menembak Brigadir J)?," tanya Rosi. 

"Bisa juga (ditembak oleh lebih dua senjata). Makanya saya munculkan juga misalnya kemungkinan ada pihak ketiga yang menembak," katanya. 

Taufan mengatakan jika Komnas HAM ingin penyidik mendalami kemungkinan ada pihak ketiga yang melakukan penembakan itu.

“ Kuat dugaan iya, tapi saya belum bisa memastikan siapa ya. Pasti satu diantara yang ada di situ. Termasuk Ibu Putri, atau bisa juga Kuwat," katanya. 

Atas penilaiannya itu, Taufan berharap penyidik Polri bisa mendalami lebih jauh, dengan harapan bisa menemukan alat bukti yang bisa diyakini semua pihak. 

"Saya katakan juga berkali-kali. Saya belum begitu meyakini konstruksi peristiwa yang dibuat oleh penyidik sekarang,” katanya.

Dia mengatakan, semua tergantung dari keterangan demi keterangan. 

“Mestinya ITU didukung alat bukti lain untuk memastikan peristiwa yang terjadi sebenarnya," kata Taufan. 

Taufan menyarankan Penyidik Polri mendalami dan tidak terbatas pada keterangan semata-mata. 

"Sehingga tidak bisa terjadi katakanlah kekeliruan. Sebab ni penting sekali," kata Taufan.

"Jadi menurut Anda (pada Taufan) terbuka peluang Bu Putri ikut menembak?" kata Rosi bertanya. 

"Ya, terbuka peluang. Bisa juga Kuat Ma’ruf. Kan mereka ada di situ, makanya saya kira alat bukti itu penting," kata Taufan menjabarkan.

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Istri Ferdy Sambo Pernah Minta Bayi ke Brigadir J, Pertanyaan Refly Harun Sangat Menohok

Istri Ferdy Sambo Pernah Minta Bayi ke Brigadir J, Pertanyaan Refly Harun Sangat Menohok

Tasikmalaya | Sabtu, 10 September 2022 | 15:09 WIB

Bharada E: Saya Pertama, Ferdy Sambo yang Terakhir Tembak Brigadir J

Bharada E: Saya Pertama, Ferdy Sambo yang Terakhir Tembak Brigadir J

Sumbar | Sabtu, 10 September 2022 | 14:52 WIB

Bripka RR Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Tak Berani Tembak Brigadir J Karena Tidak Kuat Mental

Bripka RR Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Tak Berani Tembak Brigadir J Karena Tidak Kuat Mental

Selebtek | Sabtu, 10 September 2022 | 14:47 WIB

Terkini

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:34 WIB

×