Turunkan Angka Stunting, Tim FHUI Diturunkan ke Pulau

Suara Depok Suara.Com
Kamis, 15 September 2022 | 09:13 WIB
Turunkan Angka Stunting, Tim FHUI Diturunkan ke Pulau
Potret saat acara diskusi dengan masyarakat terkait (istimewa)

Depok.suara.com, Dalam upaya menekan penurunan angka stunting di Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia melakukan Pengabdian Masyarakat.

Pengabdian masyarakat dilakukan dengan melaksanakan sosialisasi  Sosialisasi Gizi Sehat di Pulau Panggang, Kepualauan Seribu.

Kegiatan pengabdian masyarakat FH UI kali ini dilakukan oleh tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Anna Erliyana dengan beberapa anggota yaitu Wahyu Andrianto, Djarot Dimas Achmad Andaru,

Dania Rizky Nabilla Gumilar, Atika Rizka Fajrina, Farrell Charlton, Melody Akita, Jessica Abigail, Melvaretta Ruby, Haura Fatima, dan Satrio Alif Febriyanto.

Koordinator Pengabdian FHUI  Prof. Dr. Anna Erliyana kepada wartawan mengatakan, kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat Kepulauan Seribu khususnya Pulau Panggang tentang pentingnya gizi bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak untuk mencegah terjadinya keterlambatan perkembangan anak
akibat stunting.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat kami  harapkan dapat memahami pentingya mengkonsumsi makanan bergizi bagi ibu hamil dan anak sebagai upaya untuk menekan angka stunting di masyarakat Kepulauan Seribu," katanya.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sendiri dilakukan dengan bekerjasama bersama Pusat Kesehatan Masyarakat dan Kelurahan Pulau Panggang.

Sosialisasi tersebut dilakukan secara interaktif di mana tidak hanya terdapat penyampaian materi dari para narasumber saja.

Baca Juga: Terpopuler: WHO Sebut Pandemi Covid-19 Segera Berakhir Hingga, Lelaki Pingsan Usai Penis Diremas Istri

"Kegiatan sosialisasi tersebut direspons secara positif oleh masyarakat yang ditunjukkan dengan terdapat puluhan ibu hamil maupun orang tua yangmendatangi kegiatan pengabdian masyarakat yang kami lakukan,"katanya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan seputar perspektif hukum terhadap pemenuhan gizi sehat yang merupakan hak bagi masyarakat. 

Di lokasi sama, dalam kesempatan ini, Djarot Dimas Achmad Andaru selaku Dosen Mata Kuliah Hukum Kesehatan FHUI memaparkan hak-hak apa saja yang dimiliki masyarakat khususnya terhadap pemenuhan gizi sehat bagi anak oleh Negara. 

Dia  menyampaikan tentang kebijakan-kebijakan apa saja yang dapat dilakukan oleh Puskesmas dan Kelurahan sebagai instrumen pemerintahan terkecil yang langsung menghadapi masyarakat di lapangan.

"Permasalahan stunting merupakan salah satu permasalahan pokok yang menjadi salah satu masalah utama yang hendak diselesaikan pemerintah hari ini,"katanya.

Pemerintah di tingkat pusat telah membentuk berbagai instrumen hukum dan kebijakan yang pada praktiknya belum optimal pelaksanaannya. 

Dengan demikian, diperlukan kebijakan konkret yang langsung dibuat oleh pihak pemerintahan dalam ruang lingkup terkecil yaitu Kelurahan beserta Puskesmas sebagai jajarannya untuk dapat mengimplementasikan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat.

Sehingga masyarakat khususnya anak-anak dapat merasakan dampak langsungnya dan tercegah dari terkena stunting.

Senada dengan yang disampaikan oleh Djarot, Muhammad Padeli Saputra perawat yang juga selaku narasumber menyatakan bahwa Pemerintah memang telah membuat berbagai peraturan terkait dengan stunting.

"Namun kebijakan-kebijakan tersebut tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan pola
hidup sehat yang dimiliki masyarakat," katanya.

Hal ini dikarenakan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah merupakan bentuk intervensi yang berasal dari luar diri sendiri, sehingga perlu kesadaran diri sendiri dan keluarga terhadap pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya stunting di masyarakat.

Dalam konteks pencegahan stunting, salah satu pola hidup sehat yang paling utama adalah mengkonsumsi makanan bergizi sehat bagi ibu hamil dan anak-anak.

Sementara ituahli gizi di Puskesmas Pulau Panggang Benedicta Vini Krista menjabarkan bahwa kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsi merupakan hal paling fundamental yang menentukan perkembangan anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI