Sukses Galang Dana, Ibu Ini Rela Racuni Anak Demi Dapatkan Perhatian Netizan

Suara Depok

Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:18 WIB
Sukses Galang Dana, Ibu Ini Rela Racuni Anak Demi Dapatkan Perhatian Netizan
Ilustrasi keracunan makanan

Depok.suara.com - Dua tahun lalu, seorang ibu di Thailand membawa putranya yang masih balita ke dokter dengan keluhan sakit perut dan muntah darah akibat alergi seafood. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter, terdapat tanda-tanda bahan korosif dalam saluran pencernaan pasien.

Ternyata, sang ibu rupanya sengaja meracuni anaknya. Bahkan kasus ini bukan yang pertama terjadi. Tim dokter di Rumah Sakit Universitas Thammasat, Bangkok, menemukan bahwa beberapa tahun sebelumnya, perempuan bernama Nattiwan Rakkunjet pernah membawa putrinya berobat karena keluhan serupa. Mereka pun semakin yakin kedua anak itu menderita radang perut parah akibat ulah ibunya.

Sebelum ditangkap pada Mei 2020, Nattiwan sering mengunggah foto-foto anaknya yang sakit ke media sosial untuk mendapat sumbangan dari netizen yang iba melihat kondisi mereka. Pengadilan di Bangkok akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap perempuan itu pada Kamis, 15 September 2022.

Kriminalitas

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut Nattiwan telah meracuni makanan putrinya dengan larutan kimia yang bersifat korosif sejak mengadopsinya pada 2015. Terdakwa pertama kali membawa putri angkatnya berobat pada Desember 2018, setelah bocah empat tahun itu menderita sakit perut parah dan muntah darah. Sejak itu, putrinya enam kali keluar masuk rumah sakit.

Pada Agustus 2019, anak perempuan itu meninggal akibat komplikasi kesehatan yang menyebabkan perdarahan dalam pada saluran pencernaan, tekanan darah tinggi dan gagal ginjal. Tapi kala itu, dokter belum menaruh kecurigaan apa-apa.

Lima bulan kemudian, tepatnya Januari 2020, Nattiwan membawa putra kandungnya berobat setelah menunjukkan gejala-gejala serupa, seperti sakit perut, muntah darah dan pembengkakan di mulut. Sang ibu beralasan alergi anaknya kambuh usai makan cumi-cumi.

Tapi yang ditemukan dokter justru bukan reaksi alergi, melainkan infeksi perut parah. Mereka juga melihat adanya jejak bahan korosif dalam mulut, perut dan usus pasien.

Kecurigaan pun berlanjut, sehingga tim dokter melarang ibunya membawa makanan selama pasien dirawat di rumah sakit. Staf rumah sakit juga mengawasi gerak-gerik Nattiwan secara ketat setiap ia menjenguk anaknya. 

baca juga

Dari situ, dokter memastikan pasien sakit karena menelan bahan korosif. Putranya dititipkan di panti sejak Nattiwan diringkus polisi.

Polisi melihat uang dengan nominal 20 juta Baht (setara Rp8,1 miliar) pada dua rekening bank miliknya, yang dicurigai sebagai hasil sumbangan netizen. Pengadilan telah memerintahkan Nattiwan mengembalikan sebanyak 42.000 Baht (Rp17 juta) dan menyita ponsel yang dibeli pakai uang sumbangan.

Tersangka ditangkap atas tuduhan perdagangan manusia, pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Dia baru mengakui perbuatannya setelah bukti-bukti yang diterima pengadilan memperkuat tindak kejahatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merasa Malu Anak Pernah Dipenjara, Ibu 64 Tahun Habisi Nyawa Anaknya

Merasa Malu Anak Pernah Dipenjara, Ibu 64 Tahun Habisi Nyawa Anaknya

Sumsel | Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:10 WIB

Malu dengan Kelakuan Putranya, Ibu Bunuh Anak Kandung di Sragen

Malu dengan Kelakuan Putranya, Ibu Bunuh Anak Kandung di Sragen

Jakarta | Selasa, 04 Oktober 2022 | 21:07 WIB

Terungkap! Ini Motif Ibu Bunuh Anak Kandung di Sragen

Terungkap! Ini Motif Ibu Bunuh Anak Kandung di Sragen

Surakarta | Selasa, 04 Oktober 2022 | 22:05 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×