- Yamaha Vietnam resmi meluncurkan Exciter 155 VVA yang mengusung mesin 155,1 cc bertenaga besar dengan teknologi transmisi enam percepatan.
- Motor versi Vietnam dilengkapi fitur keamanan canggih berupa sistem pengereman ABS, Traction Control System, serta konektivitas smartphone modern.
- Yamaha Vietnam meningkatkan kapasitas tangki bahan bakar menjadi 5,4 liter guna mendukung jarak tempuh perjalanan yang lebih jauh.
Suara.com - Yamaha Vietnam baru saja memberikan kejutan dengan meluncurkan generasi terbaru dari motor bebek legendaris mereka yang di sana dikenal dengan nama Exciter 155 VVA.
Langkah ini langsung memancing rasa penasaran para penggemar otomotif di Indonesia, mengingat motor ini adalah saudara kembar dari Yamaha MX King 150 yang sangat populer di tanah air.
Meski sekilas terlihat mirip, ternyata ada jurang perbedaan yang cukup dalam antara versi Vietnam yang sudah sangat modern dengan versi Indonesia yang masih bertahan dengan spesifikasi lamanya.
Perbedaan paling mencolok sekaligus menjadi inti dari pembaruan ini adalah sektor mesin. Versi Vietnam kini mengandalkan mesin 155,1 cc yang sudah dibekali teknologi Variable Valve Actuation (VVA), sebuah sistem yang membuat tenaga motor terasa ngisi terus di setiap putaran mesin.
Tenaga maksimal yang dihasilkan pun melompat hingga 13,6 kW atau sekitar 18,5 PS pada 9.500 rpm.
Sementara itu, Yamaha MX King di Indonesia masih setia dengan mesin 149,79 cc tanpa VVA yang memproduksi tenaga maksimal 11,3 kW pada 8.500 rpm. Selisih tenaganya cukup terasa bagi pengendara yang mengejar performa lincah di jalanan kota.
Sistem transmisi juga menjadi pembeda yang sangat signifikan bagi kenyamanan berkendara. Exciter 155 VVA di Vietnam sudah menggunakan gearbox 6 percepatan yang dilengkapi fitur Assist & Slipper Clutch.

Fitur ini berfungsi membuat tarikan tuas kopling lebih ringan dan mencegah ban belakang mengunci saat pengendara melakukan penurunan gigi secara mendadak atau downshift.
Di sisi lain, MX King versi Indonesia masih menggunakan sistem 5 percepatan konvensional tanpa adanya fitur slipper clutch tersebut.
Dari segi teknologi keselamatan, versi Vietnam benar-benar naik kelas. Yamaha menyematkan sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) pada roda depan serta fitur canggih bernama Traction Control System (TCS) khusus untuk varian tertingginya.
TCS ini sangat berguna untuk menjaga stabilitas motor saat berakselerasi di permukaan jalan yang licin agar ban tidak selip. Fitur-fitur premium ini sayangnya belum bisa ditemukan pada MX King versi Indonesia, yang fitur unggulannya masih sebatas lampu hazard dan speedometer full digital.

Kapasitas tangki bensin juga mengalami rombakan besar demi mendukung perjalanan jauh. Yamaha Vietnam membekali motor ini dengan tangki berkapasitas 5,4 liter yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 265 kilometer dalam kondisi tangki penuh.
Angka ini jauh lebih besar dibanding MX King versi Indonesia yang kapasitas tangkinya hanya sanggup menampung 4,2 liter bahan bakar.
Selain itu, versi Vietnam juga sudah mendukung konektivitas smartphone melalui aplikasi Y-On yang bisa menampilkan notifikasi telepon dan pesan langsung di layar motor.
Meski kalah dari sisi fitur teknis, Yamaha Indonesia tetap menjaga eksistensi MX King 150 dengan menghadirkan pilihan grafis yang sangat menarik bagi konsumen muda hingga dewasa.

Indonesia memiliki varian warna spesial seperti Livery Prima Pramac dan edisi ulang tahun ke-70 Yamaha yang memberikan kesan eksklusif dan prestisius.
Tampilan MX King generasi kedua ini juga lebih disukai publik dibandingkan dengan generasi ketiga dan keempat yang nggak masuk ke Indonesia.
Perbedaan spesifikasi antara kedua negara ini mencerminkan strategi Yamaha dalam menyesuaikan kebutuhan pasar, di mana Vietnam lebih fokus pada peningkatan teknologi mesin, sementara Indonesia masih mengutamakan keseimbangan antara harga dan gaya.