Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB
Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun
Ilustrasi gambar anak bermain gadget, jarang main di luar rumah berisiko miopia.
baca 10 detik
  • Dokter Spesialis Mata menyatakan anak kurang aktivitas luar ruangan berisiko tinggi mengalami miopia sebelum usia delapan tahun.
  • Aktivitas jarak dekat yang intensif dan paparan sinar matahari minim memicu perkembangan kondisi premiopia pada anak usia dini.
  • International Myopia Institute merekomendasikan anak beraktivitas di luar ruangan selama dua jam setiap hari untuk mencegah miopia.

Suara.com - Dokter spesialis mata mengingatkan anak yang jarang bermain di luar ruangan dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar gawai berisiko alami miopia atau mata minus, bahkan sejak anak belum genap berusia 8 tahun.

Fakta ini diungkap Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia alias PERDAMI Jakarta, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed yang mengatakan paparan sinar matahari dan aktivitas di luar ruangan berperan penting cegah perkembangan mata minus pada anak.

Sebaliknya, anak yang lebih banyak melakukan aktivitas jarak dekat (near work) seperti bermain gawai, belajar, atau membaca dalam waktu lama tanpa diimbangi aktivitas luar ruangan memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata minus.

“Jika kita menemukan seorang anak di bawah usia 8 tahun dengan hiperopia yang sudah hampir hilang, kemudian berasal dari etnis Asia, memiliki riwayat keluarga dengan miopia, serta faktor lingkungan seperti keterbatasan aktivitas di luar rumah, kurang paparan matahari, dan aktivitas jarak dekat yang intensif, maka anak tersebut sudah masuk kelompok berisiko mengalami premiopia,” ujar dr. Julie saat menjadi pembicara dalam Scientific and Clinical Forum 2026 yang diselenggarakan EssilorLuxottica di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Dokter Spesialis Mata dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed dalam  Scientific and Clinical Forum 2026 yang diselenggarakan EssilorLuxottica di Jakarta, Minggu (12/7/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]
Dokter Spesialis Mata dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed dalam Scientific and Clinical Forum 2026 yang diselenggarakan EssilorLuxottica di Jakarta, Minggu (12/7/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]

Premyopia adalah kondisi ketika mata anak belum mengalami miopia, tetapi sudah menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada perkembangan mata minus.

Menurut dr. Julie, fase ini menjadi waktu yang paling ideal untuk melakukan intervensi agar miopia tidak berkembang semakin berat.

Ia menjelaskan, secara normal anak usia enam hingga tujuh tahun masih memiliki cadangan rabun dekat (hiperopia) sekitar +1 hingga +1,5 dioptri.

Namun bila angka tersebut lebih rendah atau menghilang lebih cepat dari seharusnya, kondisi itu dapat menjadi red flag atau tanda bahaya anak berisiko mengalami miopia progresif.

“Kalau kita menemukan perubahan hiperopia yang terlalu cepat mengecil, ini bisa menjadi risiko ke arah miopia yang progresif,” katanya.

baca juga

Menurut dr. Julie, perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang mempercepat munculnya kondisi tersebut. Jadwal sekolah yang semakin padat membuat anak memiliki lebih sedikit waktu untuk bermain di luar rumah.

“Dulu mungkin anak pulang sekolah jam 12 atau jam 1 siang. Sekarang banyak yang baru pulang jam 4 sore, kemudian masih melanjutkan les. Akibatnya waktu bermain di luar menjadi sangat berkurang,” ujarnya.

Temuan tersebut sejalan keputusan World Health Organization (WHO) pada 2021, yang memasukkan peningkatan aktivitas sedentari (-(gaya hidup tidak aktif) dan tingginya waktu menatap layar sebagai salah satu dampak perubahan gaya hidup anak yang perlu diwaspadai karena berpengaruh terhadap kesehatan mata maupun kesehatan secara umum.

Sementara itu, International Myopia Institute (IMI) dalam pembaruan panduan klinisnya pada 2023 menyebutkan bahwa meningkatkan waktu bermain di luar ruangan merupakan salah satu intervensi paling konsisten yang terbukti dapat menurunkan risiko timbulnya miopia pada anak. IMI merekomendasikan anak menghabiskan setidaknya dua jam setiap hari di luar ruangan untuk membantu menekan risiko tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Kita Semua Punya 'Topeng' yang Berbeda, Buku Ini Ajak untuk Menerimanya

Kita Semua Punya 'Topeng' yang Berbeda, Buku Ini Ajak untuk Menerimanya

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:10 WIB

Bukan Malas, Ini Alasan Logis Mengapa Generasi Sekarang Sulit Punya Rumah di Usia 25

Bukan Malas, Ini Alasan Logis Mengapa Generasi Sekarang Sulit Punya Rumah di Usia 25

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:18 WIB

Generasi Tanpa Ruang Tumbuh: Tekanan Sistem yang Memaksa Anak Muda Berlari

Generasi Tanpa Ruang Tumbuh: Tekanan Sistem yang Memaksa Anak Muda Berlari

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:00 WIB

Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Siapkah Orang Tua?

Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Siapkah Orang Tua?

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:00 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

×