Depok.suara.com - Rusia menembakan 84 rudal ke berbagai penjuru Ukraina pada Senin (10/10/2022) kemarin. Kejadian ini menggambarkan betapa kuatnya Rusia.
Layanan Darurat Ukraina melaporkan bahwa setidaknya 14 orang tewas dan 97 lainnya terluka akibat serangkaian serangan rudal Rusia dalam sehari.
Mengutip dari CNN, berdasarkan keterangan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, Rusia meluncurkan lebih dari 84 rudal dan serangan udara. Sementara itu, Ukraina berhasil mencegat 56 rudal dan drone.
Diketahui, akibat serangan besar-besaran ini, aliran listrik padam di sejumlah kawasan di Ukraina, yaitu Kyiv,L viv, Sumy, Ternopi, dan Khmelnytsky.
Rusia melancarkan serangan besar-besaran ini setelah Putin mengamuk karena jembatan Kerch di Crimea rusak akibat ledakan pada akhir pekan lalu. Putin menuding Ukraina sebagai dalang di balik serangan ini, walau belum ada bukti pasti. Sementara itu, Ukraina tak mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Namun, sejumlah lembaga Ukraina mengolok-olok Rusia. Karena jembatan yang dianggap sebagai keperkasaan Negeri Beruang Merah. Sehingga, hancurnya jembatan tersebut menggambarkan kehancuran pada Rusia.
Bagi Putin pribadi, jembatan ini sangat berarti karena menjadi simbol awal upaya penyatuan Ukraina dan Rusia. Menurut sejumlah pengamat, jembatan ini merupakan proyek ambisi pribadi Putin.
Selain itu, jembatan terpanjang di Eropa ini juga merupakan jalur yang biasa digunakan untuk mengirimkan pasokan bagi tentara Rusia di Ukraina selama invasi. Pengamat pun sudah mewanti-wanti bahwa Putin bisa melancarkan serangan gila-gilaan sebagai balasan atas kehancuran jembatan di Crimea tersebut.
Setelah Rusia benar-benar menunjukkan taringnya, Presiden Volodymyr Zelensky langsung menjerit. Ia bahkan menyebut Rusia sebagai negara teror di salah satu forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.