Para peserta kemudian diminta menanggapi pesan itu, serta menilai keinginan seksual pewawancara mereka dan komitmen mereka terhadap hubungan mereka saat ini. Juri independen mengevaluasi tanggapan peserta atas upaya yang dikatakan peserta akan dilakukan untuk menemui pewawancara mereka secara langsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang terpapar survei perselingkuhan romantis dan menemukan pewawancara mereka menarik lebih mungkin mengirim pesan ke pewawancara mereka, mengungkap keinginan untuk bertemu lagi. Partisipan yang terpapar perselingkuhan romantis juga menunjukkan komitmen yang lebih rendah terhadap hubungan mereka saat ini dibandingkan dengan mereka yang terpapar kecurangan akademik.
Selain itu, para peneliti menemukan bahwa pria kurang berkomitmen pada hubungan mereka saat ini daripada wanita, terlepas dari apakah mereka terkena perselingkuhan romantis atau kecurangan akademis.