Studi Sebut Tekanan Darah Dapat Pengaruhi Dimensia

Suara Depok Suara.Com
Rabu, 26 Oktober 2022 | 18:49 WIB
Studi Sebut Tekanan Darah Dapat Pengaruhi Dimensia
Tekanan darah pengaruhi dimensia (Pixabay)

Depok.suara.com - Sebuah studi berskala besar menunjukkan bahwa menurunkan tekanan darah bisa menekan risiko demensia. Istilah demensia merujuk pada sekelompok kondisi yang ditandai dengan penurunan fungsi otak hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Analisis yang diterbitkan dalam European Heart Journal tersebut mengacu pada data uji klinis dari 28.008 peserta di 20 negara. Hasil temuannya telah memperkuat hubungan antara penurunan tekanan darah dengan pengurangan risiko demensia.

"Kita tahu bahwa tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko demensia, terutama tekanan darah tinggi di usia paruh baya, katakanlah usia 40 hingga 65 tahun," kata penulis utama studi, Ruth Peters, profesor di University of New South Wales (UNSW), Australia.

Akan tetapi, ada beberapa ketidakpastian tentang kemungkinan menurunkan tekanan darah, terutama pada orang dewasa yang lebih tua, akan mengurangi risiko demensia. Para peneliti di studi terbaru berusaha mengungkap keterkaitan antara kedua hal itu.

Peters yang merupakan pemimpin program demensia dalam Inisiatif Kesehatan Otak Global George Institute menjelaskan, dia dan timnya menggabungkan lima uji klinis berkualitas tinggi menjadi satu kumpulan data. Menggunakan data yang ada, tim peneliti melihat hubungan antara tablet penurun tekanan darah (antihipertensi) dan demensia.  

Para peserta yang berasal dari 20 negara berbeda tersebut rata-rata berusia 69 tahun. Kondisi para peserta ditindaklanjuti empat tahun setelah melakukan uji coba pertama. Partisipan yang menggunakan antihipertensi memiliki peluang yang jauh lebih rendah untuk didiagnosis dengan demensia dibandingkan mereka yang menggunakan plasebo.

Menurut laporan Commission on Dementia terbitan 2020 di The Lancet, pengobatan untuk hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah satu-satunya obat pencegahan yang efektif untuk demensia. Metode lain untuk mengurangi risiko ialah gaya hidup dan intervensi pengaruh lingkungan.

"Saya berharap ini memperkuat pentingnya kontrol tekanan darah untuk kesehatan otak, tapi ini bukan hanya soal menurunkan tekanan darah, melainkan harus dilihat dalam konteks gaya hidup sehat," ungkap Peters.

Profesor Kaarin Anstey, peneliti senior di Neuroscience Research Australia dan UNSW, berpendapat hasil studi Peters dan timnya penting untuk menginformasikan praktik klinis. Anstey tidak terlibat dalam penelitian yang telah dilakukan.

Baca Juga: 5 Kontroversi Kanye West sampai Dijuluki 'King of Drama', Terbaru Komentar Anti-Semit

"Kekuatan penelitian ini adalah penggunaan data individu pasien dalam metaanalisis data yang diambil dari uji coba terkontrol secara acak dari obat tekanan darah. Ini adalah pertama kalinya data semacam itu dianalisis secara meta," ujar Anstey, dikutip dari laman Cosmos Magazine, Rabu (26/10).

Profesor Nicolas Cherbuin yang menjabat sebagai kepala Pusat Penelitian Penuaan, Kesehatan dan Kesejahteraan Universitas Nasional Australia, mengatakan bahwa penelitian dirancang dengan baik. Prosedur diagnostik dan kriteria yang digunakan sudah mapan dengan ukuran sampel besar.

Namun, dia menunjukkan bahwa penelitian tidak menemukan efek obat tekanan darah pada penurunan fungsi kognitif. Hasilnya juga tidak termasuk peserta dengan gangguan kognitif ringan.

Para peserta dalam tinjauan studi pun sudah cukup tua. Dengan demikian, kondisinya mungkin berbeda dengan populasi yang saat ini mengembangkan demensia.

"Uji coba klinis melibatkan sampel yang sangat dipilih dan sering kali mengecualikan kelompok etnis yang beragam," tutur Cherbuin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI