UI Pajang Hasil Riset dan Penelitian di Fesitval PPM

Suara Depok

Minggu, 06 November 2022 | 18:44 WIB
UI Pajang Hasil Riset dan Penelitian di Fesitval PPM
Potret sejumlah hasil riset dan penelitian UI yang dipamerkan di festival PPM (Depok/dok/ah/ep)

Depok.suara.com, Sejumlah hasil riset dan penelitian yang dilakukan peneliti Universitas Indonesia (UI) dipamerkan dalam Festival Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). 

Acara digelar di Makara Art Center, UI, Depok. Tahun ini sekitar 318 kegiatan pengmas tersebar di 10 titik di Indonesia dilakukan oleh periset dan peneliti UI.

Dalam Pengmas Fair dipamerkan sejumlah hasil penelitian yang masih menjadi prototype

Seperti oksigen medis portabel, inkubator hingga batik batik biodiversitas berdasarkan iluminasi naskah kuno.

 “Secara umum ada sekitar 300 kegiatan yang kita pamerkan hasil dari kegiatan pengabdian dan pembayaran masyarakat oleh aktivitas akademik UI,” kata Direktur PPM UI, Agung Waluyo.

Hasil riset inovasi yang dipamerkan kali ini banyak mengedepankan mengenai kemajuan teknologi bisa membantu daerah 3T yaitu terdepan, terpencil dan tertinggal. 

Sehingga hasil riset inovasi civitas UI bisa digunakan dan membantu masyarakat disana. Riset inovasi yang dihasilkan saat ini memang masih teknologi sederhana yang dibutuhkan masyarakat. 

Misalnya alat oksigen diciptakan untuk bisa digunakan seluas-luasnya bagi kepentingan masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan yang difokuskan untuk bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

baca juga

"Walaupun memang sebagian dari hasil penelitian tersebut diarahkan kepada produk komersil namun yang kita lakukan saat ini adalah fokus pada kegiatan pengmas di daerah terpencil,” ujarnya.

Salah yang dipamerkan dalam Pengmas Fair 2022 adalah Oksigen Concentrator hasil riset inovasi dosen Fakultas Teknik UI, Tomy Abuzair dan tim. Alat ini mengubah udara bebas yang memiliki kandungan oksigen menjadi 90 persen.

Kandungan oksigen di udara bebas hanya 21 persen dan nitrogen 78 persen. 

“Melalui alat ini kemudian disaring menggunakan zat ziolit sehingga bisa menghasilkan oksigen 90 persen,” kata Tomy.

Keunggulan dari alat ini adalah mudah dibawa kemana-mana karena memang dibuat sangat ringkas. Sehingga memungkinkan alat ini dibawa hingga ke daerah 3T.

 Saat ini alat ini masih prototype dan masih diperlukan uji kelayakan lanjutan agar bisa diproduksi massal. Untuk membuat alat ini diperlukan biaya sekitar Rp 4 juta.

 “Alat ini hanya bisa digunakan untuk pasien dengan kasus skala rendah karena LPM yang dihasilkan alat ini tidak tinggi. Kelebihannya, alat ini mudah dibawa kemana saja untuk menjangkau daerah 3T,” tambahnya.

Untuk membuat alat ini diperlukan waktu sekitar setahun. Sedangkan untuk prototype awal diperlukan waktu dua bulan saja. Alat ini sudah masuk dalam prototype tiga. 

Alat medis tidak bisa langsung digunakan. Jadi harus dilakukan uji klinis untuk memastikan bahwa alat ini secara standar medis sudah benar. 

"Tapi secara uji laboratorium, alat ini sudah benar. Untuk tahap uji selanjutnya dilakukan oleh badan sertifikasi alat medis tertentu," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resmi! Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka di Kasus Konser Berdendang Bergoyang

Resmi! Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka di Kasus Konser Berdendang Bergoyang

Video | Minggu, 06 November 2022 | 17:00 WIB

Bebas dari Penjara, Dalang di Balik Fyre Festival 2017 Akhirnya Minta Maaf

Bebas dari Penjara, Dalang di Balik Fyre Festival 2017 Akhirnya Minta Maaf

Lifestyle | Minggu, 06 November 2022 | 16:15 WIB

Direktur dan PJ Acara Berdendang Bergoyang Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Direktur dan PJ Acara Berdendang Bergoyang Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Sukabumi | Minggu, 06 November 2022 | 11:10 WIB

Terkini

Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?

Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said

Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:41 WIB

InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif

InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui

Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia

Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator

Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:26 WIB

42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan

42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

×