Gunung Semeru Meletus, BMKG Jepang Waspadai Adanya Potensi Tsunami

Suara Depok

Minggu, 04 Desember 2022 | 16:21 WIB
Gunung Semeru Meletus, BMKG Jepang Waspadai Adanya Potensi Tsunami
Gunung Semeru (BNPB)

Depok.suara.com - Gunung Api Semeru yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia telah meletus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memposting gambar di media sosial yang menunjukkan gumpalan abu putih dan abu-abu membubung ke langit.

Pusat penasehat abu vulkanik Australia di Darwin memperkirakan gumpalan abu mencapai ketinggian sekitar 15 kilometer.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan letusan terjadi pada pukul 09:18 waktu setempat, pada hari Minggu dan satelit cuaca Himawari-9 mengamati penyebaran abu vulkanik.

Dimuat dari NHK Media, badan tersebut juga memeriksa apakah letusan tersebut telah menyebabkan tsunami yang dapat mempengaruhi Jepang.

Dikatakan tidak ada perubahan signifikan pada tingkat pasang surut yang diamati di sepanjang pantai Jepang sejauh ini.

Pejabat cuaca Jepang menambahkan bahwa tidak ada perubahan tekanan atmosfer tertentu yang diamati di negara itu sejak letusan.

"Letusan besar yang jauh terkadang dapat menyebabkan perubahan tekanan atmosfer, yang menyebabkan perubahan tingkat pasang surut," tulis pihak Badan Meteorologi Jepang.

Tetapi para pejabat mengatakan orang-orang harus tetap mendapat informasi terbaru.

Badan tersebut mulai merilis informasi tentang pasang surut dan tingkat tekanan atmosfer di sekitar Jepang setelah letusan gunung berapi besar yang jauh dari negara Pasifik Selatan Tonga menyebabkan perubahan seperti itu di Jepang.

Badan tersebut merilis informasi tersebut jika gumpalan abu mencapai ketinggian 15 kilometer.

Gunung Semeru meletus

Gunung Semeru kembali erupsi. Erupsi yang terjadi sejak pukul 02.46 WIB-06.00 WIB, Sabtu (4/12/2022) ditandai dengan mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 7 Km. APG tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

Untuk antisipasi korban jiwa, dalam kejadian Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, langsung lakukan pemantauan di pos pemantauan Gunung Semeru.

“Awan panas, saat ini masih berlangsung dengan jarak antara 5 sampai 7 kilometer. Pos pantau kita jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari puncak,” jelas Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, yang dilansir dari bnpb.go.id, Minggu (4/12/2022).

Abu vulkanik yang dimuntahkan dari Gunung Semeru, membumbung tinggi ke atas dengan mengarah ke selatan, Rowo Baung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maria Ozawa Tercengang dengan Alat Vital 3 Orang Lawan Mainnya dari Afrika-Amerika, Sampai Yakin Tak Muat!

Maria Ozawa Tercengang dengan Alat Vital 3 Orang Lawan Mainnya dari Afrika-Amerika, Sampai Yakin Tak Muat!

Depok | Minggu, 04 Desember 2022 | 15:51 WIB

Sinopsis Drama Boyfriend Kourin: Ketika Kepribadian Berubah Akibat Amnesia

Sinopsis Drama Boyfriend Kourin: Ketika Kepribadian Berubah Akibat Amnesia

Your Say | Minggu, 04 Desember 2022 | 15:18 WIB

Piala Dunia 2022 Menjadi Bukti Perkembangan Sepakbola Asia dan Afrika

Piala Dunia 2022 Menjadi Bukti Perkembangan Sepakbola Asia dan Afrika

Your Say | Minggu, 04 Desember 2022 | 15:00 WIB

Terkini

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu

Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu

Lampung | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:34 WIB

Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban

Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban

Lampung | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:27 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB

Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste

Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB

Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya

Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:24 WIB

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:20 WIB

Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga

Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:15 WIB

Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih

Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:15 WIB

Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI

Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:10 WIB