Depok.suara.com - Deasy Natalia seorang ibu dari Medan mengalami kenyataan pahit dalam hidupnya karena anaknya diduga diperkosa bapak kost. Bahkan laporannya ke pihak kepolisian pun tidak direspon secara cepat.
Dilihat dari kanal YouTube Pagi Pagi Ambyar, Deasy Natalia menjelaskan pertama kali melihat aksi pemerkosaan itu di kamar kost. Pada saat itu, dia melihat anaknya tengah bersama dengan bapak kost.
"Karena saya saat itu datang ke rumah kost yang di tengah itu. Ada 2 rumah kost yang kost. Dia memegang celana anak saya. Dipakai kan ransel seolah sedang bermain-main," paparnya.
Selain itu, anaknya juga menyebut merasakan sakit di area kemaluannya. Sehingga dirinya memeriksa dan ternyata ada luka robekkan.
Dirinya kemudian berusaha pergi ke rumah sakit untuk melakukan visum. Namun pihak rumah sakit tak bisa melakukan visum tanpa ada laporan kepolisian.
"Berusaha visum datang ke rumah sakit terdekat. Berusaha ngomong sama dokter minta di visum. Mengerti kapasitas dokter visum, harus ada laporan polisi baru bisa visum," jelasnya.
Deasy Natalia lalu bertindak cepat melaporkan hal ini ke Polsek Deli Tua. Tetapi pihak Polsek malah melemparkan kasus ini ke Polrestabes Medan.
Namun Polrestabes Medan pun tak langsung mengusut kasus ini. Mereka malah meminta korban menjelaskan secara langsung kejadian tersebut.
"Saya ke polrestabes Medan. Nggak juga di proses," pungkasnya.
Baca Juga: Cek Fakta: Bedong Bayi Sebabkan Kelainan Tulang Kaki X dan O