Depok.suara.com - Penduduk Depok ternyata bisa mengunjungi beragam pantai yang menarik. Salah satunya adalah Pantai Anom, Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Tidak hanya menampilkan keindahan, pantai ini ternyata mempunyai fenomena alam tanah. Hal ini menjadi sebuah fenomena yang menarik para wisatawan.
Ayu Putri, salah seorang pengunjung Pantai Anom asal Jakarta menjelaskan bahwa tanah retak mempunyai luas satu hektar. Dari atas menjulang mangrove yang sudah kering, efek dari tanah yang di bawahnya kering, retak dan tandus karena kemarau.
Wisatawan yang datang pun terlihat
berekspresi dengan kamera smartphone-nya. Mengambil gaya dari berbagai angle, demi konten media sosialnya.
"Tahu ini dari instagram teman, terus sudah banyak juga yang foto-foto di sini. Jadi penasaran pengen lihat dan poto langsung," tutur Ayu Putri, salah seorang pengunjung tanah retak Pantai Anom asal Jakarta.
Hal yang menarik adalah fenomena tanah retak lengkap dengan pohon kering di atasnya, seperti di luar negeri." Gersang kaya di Afrika, tapi bagus buat selfie, "ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Kramat, Nur Alam menjelaskan bahwa fenomena itu terjadi karena meluapnya Sungai Cisadane. Hal inilah yang membuat bendungan yang tak jauh dari kawasan Pantai Anom jebol.
Karena itulah aliran luapan sungai membawa lumpur dan naik ke pantai tersebut. Kejadiannya enam bulan lalu.
"Kawasan tersebut tadinya hanya pasir pantai biasa, lalu lumpur terbawa bercampur dengan pasir," tutur Nur Alam.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Persembahkan Film 'Ketika Berhenti di Sini' untuk Anggota Keluarganya
Sejak saat itu, kemarau datang. Hujan berhenti sejenak mengguyur kawasan tersebut, hingga membuat pasir pantai bercampur lumpur itu mengeras. Lama kelamaan retak dan gersang.
"Jadilah seperti sekarang, pohon yang tumbuh di atasnya juga ikut kering," kata Nuralam.
Bagi para wisatawan yang ingin datang ke lokasi itu bisa masuk dari gang kantor Kelurahan Kramat. Kira-kira 500 meter akan terlihat hamparan tambak lobster dan ikan bandeng. Sampai sana, Anda harus memakirkan kendaraan.
Sebab, untuk ke lokasi, hanya menyisakan jalan setapak yang diapit oleh tambak. "Ke dalamnya masih lumayan jauh, 1 sampai 2 kilo (meter) lah, kalau mau ada ojek," tutur Yuni, salah seorang warga setempat, Selasa (9/7/2019).
Dengan ramahnya, Yuni bersedia memanggil warga yang memiliki motor untuk ditumpangi sebagai jasa ojek. Cukup Rp 10 ribu sekali jalan, pengunjung akan sampai di tanah retak Pantai Anom, kawasan yang tidak begitu luas namun tampak dari kejauhan keramaiannya.
"Dulu enggak seramai sekarang, gara-gara banyak yang posting di Facebook, Instagram, tanah yang retak itu, jadi ramai kaya sekarang. Saya juga enggak nyangka, di luar logika," tutur Agus.
Sayangnya, wista ini masih minim fasilitas. Hanya ada parkir motor yang dijejer rapih saat pengunjung membayar Rp 5 ribu per motor, lalu pengunjung berjalan kaki melintasi tambak yang sudah tidak terpakai.