Depok.suara.com - Kini kondisi finalis Miss Universe Indonesia 2023 yakni N yang menjadi korban foto bugil di ajang kecantikan sudah mulai terkuak. Bahkan, N jadi bahan bully netizen karena mau di foto bugil.
Selain itu, tak jarang juga yang menyebutnya sebagai wanita muraha. Ini menjadi pukulan tersendiri bagi finalis ajang wanita tercantik tersebut.
Hal ini diungkap oleh Sally Giovanny selaku Province Director Miss Universe Indonesia Bali sekaligus wali dari para finalis asal daerah tersebut.
"Yang saya kasihan adalah yang dari Bali. Kemarin kan laporan ke Polda, jadi ada dua anak Bali yang difoto. Itu sangat tidak pantas karena dia sampai kena mental, sampai nangis, sampai gemetar," kata Sally Giovanny dikutip, Kamis (10/8/2023).
Sally menjelaskan, bahwa kondisi mental korban saat ini sangat memprihatinkan. Bahkan, kata Sally, korban sampai jatuh sakit akibat pembullyan yang terjadi.
"Dan sekarang dia pun kondisinya sakit karena dibully juga," ujar dia lagi.
Anggapan netizen tersebut dipastikan Sally tak benar. Sebab, N dan finalis lainnya yang juga jadi korban tak punya kuasa untuk menolak permintaan oknum panitia.
Menurut Sally, suasana saat body checking penuh dengan tekanan. Para finalis diancam akan dikurangi nilainya dan dianggap tak bangga dengan tubuhnya sendiri bila menolak.
"Jadi ketika mereka buka baju dan pakaian dalam, mereka (sempat) tutupi, terus dimarahi kan 'Buka, buka! Jangan ditutupi, kamu nggak perlu malu, karena kalau misalnya di luar negeri kamu itu ditelanjangi,' dia bilang gitu," kata Sally.
Baca Juga: 4 Hal yang Jangan Dilakukan saat Menggunakan Miya di Game Mobile Legends
"Akhirnya di bawah tekanan itu, mereka buka. Karena mereka juga takut kan. Dan mereka selalu dibilang itu akan dikurangi nilai, jadi mereka akhirnya menurut," tambahnya.
Karena itu, Sally Giovanny mengimbau masyarakat untuk berhenti menuding macam-macam kepada para korban. Dia menegaskan bagwa para finalis terpaksa melakukan hal itu karena dalam tekanan.
"Nah ini sih yang saya mau sampaikan ke masyarakat jangan sampai mindsetnya masyarakat bilang 'Kenapa nggak menolak aja?'. Coba kalian di posisi di bawah relasi kuasa, itu anak-anak sudah nggak bisa berbuat apa-apa lagi," kata Sally.