Bukan dengan Prabowo Subianto, terungkap soal adanya perjanjian antara Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno. Perjanjian itu terjadi saat keduanya berduet di Pilkada 2017 silam. Perjanjian itu disebut-sebut masalah utang Anies dengan Sandiaga Uno.
Perjanjian antara Anies dan Sandiaga itu dibongkar oleh Sudirman Said yang menjadi perwakilan tim kecil Anies. Sudirman menyampaikan soal itu guna membantah isu adanya perjanjian politik antara Anies dengan Prabowo terkait pilpres 2024.
Sudirman mengaku tidak pernah mendengar soal perjanjian politik Anies-Prabowo yang sempat diungkapkan oleh Sandiaga.
"Saya tidak mendengar ada perjanjian tersebut," kata Sudirman seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (31/1).
Sudirman Said mengaku perjanjian yang diketahuinya soal Anies yang sempat meminjam uang dengan Sandiaga saat keduanya berduet di Pilkada 2017 silam. Namun, Sudirman tidak menjelaskan secara rinci berapa uang yang dipinjam Anies kepada Sandiaga, kala itu.
"Dan dalam perjanjian itu antara lain kemudian ada juga perjanjian utang piutang dengan Pak Sandi dan Pak Anies karena waktu itu Pak Anies tidak punya uang ya," ujarnya.
Namum, Sudirman mengklaim perjanjian utang piutang itu dianggap lunas jika Anies dan Sandiaga bisa memenangkan Pilkada Jakarta. Diketahui, jika Anies-Sandiaga yang berduet di Plkada DKI Jakarta berhasil menjabat gubernur dan wakil gubernur. Namun, Sandiaga akhirnya mundur dari jabatan wagub karena maju menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
"Kalau pilkadanya menang utang-piutang selesai dan dianggap sebagai perjuangan bersama," kata Sudirman.
Kembali ke perjanjian Anies dan Prabowo, Sudirman menegaskan tidak pernah ada. Apalagi perjanjian berkaitan dengan Pilpres 2019.
"Yang ada adalah saya ini membantu Pak Prabowo ikut membicarakan kepada Pak Anies kemungkinan Pak Anies bersedia menjadi cawapres atau tidak dan berkali-kali saya diskusi jawaban beliau saya akan fokus mengurus Jakarta karena itu di Pemilu ini saya tidak ikut," papar Sudirman.
Sudirman juga menjawab video viral Anies ketika diwawancarai di acara Mata Najwa.
"Waktu itu wawancara dengan mata Najwa bahwa dia tidak akan menjadi penghalang Pak Prabowo akan terus duduk menyelesaikan tugas di Jakarta dan itu sudah ditunaikan. Jadi saya tidak tahu perjanjian yanf dimaksud Pak Sandi, mudah-mudahan beliau keliru," tutur Sudirman.
Sudirman menegaskan ulang bahwa sepengetahuan dirinya memang tidak ada perjanjian antara Anies dan Prabowo. Ia bahkan meminta Sandiaga mengecek ulang perjanjian yang dimaksud.
"Menurut saya nggak ada. Ya mungkin Pak Sandi perlu cek lagi ya," ucapnya.
Klaim Sandiaga Soal Perjanjian Anies-Prabowo