Suara.com - Julia Perez mengungkapkan hal terberat dalam hidupnya adalah ketika ayahnya, Angkasa Jaya, meninggal dunia dua hari sebelum berlangsungnya acara lamaran dengan pemain sepak bola Gaston Caston pada 5 Desember 2013.
Menurut Jupe, impian seorang anak perempuan adalah melihat sang ayah menemani putrinya menikah. “Sekarang, gue nggak bisa lihat dia lagi. Itulah yang terberat,” kata Jupe yang dituangkan dalam memoar berjudul Jupe: My Uncut Story.
Selama ini, pelantun Aku Rapopo itu berjuang menjadi sosok Julia Perez agar bisa disombongkan kepada ayahnya. Walau, kata Jupe, ayahnya tak pernah mengakui ia anaknya.
“Tapi detik-detik terakhir, Papa ngakuin gue sebagai anaknya. Papa juga ngucapin selamat ulang tahun pertama kali di umur gue yang ke-32. Gue dan Gaston memang ngerencanain lamaran itu di Bali. Tapi, Tuhan punya kehendak lain rencana lain buat gue,” ungkapnya.
Sebelum Angkasa Jaya meninggal, di detik-detik terakhir sempat menunggu Jupe datang dan melihat sebelum beristirahat untuk selamanya.
“Buat gue, detik-detik terakhir ketika Papa menghembuskan napas terakhir itu udah ngebayar utang selama hidup gue 32 tahun, saat gue nggak bersama dia,” katanya.
Ayah Jupe sempat ditangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu pada Mei 2012. Bagi Jupe, itu adalah masa lalu.
“Seburuk apapun, dia tetap bokap gue. Apapun yang terjadi di masa lalu, apapun yang dia lakuin, gue udah mengampuninya. Nggak ada memori jelek menurut gue selam 32 tahun,” tandas dia.