Inilah Suara Hati Nova Eliza untuk Perempuan Indonesia

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 03 Agustus 2016 | 04:10 WIB
Inilah Suara Hati Nova Eliza untuk Perempuan Indonesia
Artis cantik Nova Eliza.

"Perempuan dan laki-laki itu sama, punya tugas yang sama meneruskan peradaban sebuah bangsa. Karena itu mereka sudah selayaknya mendapatkan posisi yang sama, penghormatan yang sama dan kedudukan yang sama di masyarakat." Kata-kata itu ditulis Yenny Wahid untuk laman Yayasan Suara Hati (suarahati.co.id), sebuah gerakan yang diinisiasi oleh aktris Nova Eliza sebagai bentuk kepeduliannya terhadap nasib para perempuan Indonesia, terutama bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan baik di masa lalu maupun masa kini.

Gerakan ini sudah dirintis sejak Desember 2015, dia mengumpulkan sejumlah tokoh publik untuk menampilkan citra perempuan yang ditindas dalam bentuk fotografi.

"Ada 60 tokoh yang terlibat, seperti Kikan Kotak, Titi Radjo Bintang, Indy Barens. Mereka ikut bersuara lewat fotografi untuk mengkampanyekan agar perempuan Indonesia mau bersuara," kata Nova ditemui pada Senin (1/8/2016) di Jakarta. 

Para tokoh tersebut dipotret secara close-up, mimik wajahnya berbeda-beda, ada yang menitikan air mata, ada yang marah, ada yang kecewa dan lainnya.

Foto-foto tersebut telah dipamerkan di sejumlah kota seperti Bali, Makasar, Surabaya, dan sekarang tengah dipamerkan di Ermasmus Huis, Jakarta.

Perempuan yang berperan sebagai Ngasirah dalam film Kartini mengatakan bahwa dari pameran tersebut dia mendapatkan dana untuk membantu para perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun rumah singgah di Aceh dan Jakarta.

"Kenapa di Aceh? Karena di sana masih banyak perempuan korban kekerasan di masa lalu yang dilakukan oleh GAM. Banyak perempuan yang menjadi korban perkosaan, ada juga yang diculik, hal tersebut meninggalkan luka yang mendalam bagi mereka," kata Nova.

Perempuan-perempuan tersebut lebih memilih bungkam dibandingkan membicarakan masalahnya kepada orang lain. Untuk itu, Suara Hati berusaha memfasilitasi para korban agar membuka diri.

"Di Indonesia masih mayoritas menganut budaya patriaki. Jadi tidak heran banyak perempuan yang tidak berani berbicara jika mendapatkan kekerasan rumah tangga," kata dia.

Nova sendiri memang memulai gerakan ini dari Aceh karena sebagai tempat kelahirannya. Dia sudah memahami masalah-masalah yang dialami oleh perempuan di sana, untuk itu akan lebih mudah baginya memfasilitasi para korban.

Gerakan Suara Hati ini murni berasal dari pemikiran dan upayanya. Dia pun bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan Perempuan (Komnas Perempuan) untuk membantu para korban yang membutuhkan advokasi dan pendampingan.

"Jadi para perempuan yang mengalami kekerasan sulit untuk mengungkapkan apa yang dia alami, untuk itu Suara Hati membantu memfasilitasi mereka, jika mereka membutuhkan bantuan hukum kita akan sampaikan ke Komnas Perempuan. Ke depan saya berharap dapat bekerja sama dengan Komnas HAM," kata ibu satu anak tersebut.

Dalam kampanyenya, Nova yang lahir pada 4 Juni 1980 lebih memilih menyuarakannya dalam bentuk seni karena menurut dia media itu akan lebih mudah sampai ke masyarakat.

"Pendekatannya memang melalui seni, seperti fotografi, musik, teater dan cerita sehingga masyarakat lebih mudah menerimanya," kata Nova.

Perempuan berdarah Aceh itu mengatakan gerakan tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa masih banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan, mengedukasi dan meningkatkan kewaspadaan bagi perempuan mengenai bentuk kekerasan.

Kepeduliannya terhadap sesama manusia bukanlah hal yang tiba-tiba. Sejak kecil dia telah diajarkan oleh ayahnya untuk membantu sesama.

"Ayah saya dulu Bupati (Kabupaten Pidie). Dia sering diperkenalkan kepada berbagai macam situasi masyarakat sehingga tumbuh jiwa kepedulian kepada sesama," kata Nova.

Apalagi Nova telah merasa mendapatkan apa yang dia cita-citakan, maka sudah waktunya bagi dia memberikan waktu dan tenaganya untuk kegiatan sosial.

"Saya main sinetron sejak umur 13, saya sudah merasakan semuanya. Jadi sudah waktunya saya bergerak untuk Indonesia terutama untuk perempuan. Saya ingin masalah perempuan di Indonesia segera selesai," kata dia.

Menurut dia, kontribusi yang dia berikan memang belum besar. Dia memilih menjalani gerakan ini secara perlahan dan bertahap yang penting dirinya konsisten dan komitmen.

Tahun depan, Suara Hati akan melakukan perjalan ke daerah-daerah yang tingkat kekerasan terhadap perempuannya masih tinggi seperti di Papua dan Jawa Barat.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan membeli cendera mata Suara Hati untuk mendukung gerakannya tersebut.

Kelompok pendukung untuk para penyintas kekerasan seksual Lentera Sintas Indonesia menyebutkan 93 persen dari 1.636 responden yang pernah mengalami kekerasan dan pelecahan seksual memutuskan untuk tidak melaporkan kasusnya, sementara enam persen melapor dan hanya satu persen yang mengatakan kasusnya diselesaikan secara tuntas oleh pihak berwajib, sisanya mengahdapi penghentian kasus, pelakunya bebas atau berakhir 'damai' dan alasan lainnya.

Direktur Eksekutif Lentera Sintas Indonesia Wulan Danoekoesoemo mengatakan rendahnya angka pelaporan menunjukkan bahwa budaya diam yang meliputi kekerasan seksual menciptakan iklim impunitas dan membuat penyintas sulit mendapatkan keadilan.

Menurut cacatan tahunan Komnas Perempuan pada 2016 kekerasan tidak hanya terjadi di wilayah domestik tetapi meluasi di wilayah publik, di mana 11.207 kasus terjadi di ranah personal dan 5.002 kasus di ranah komunitas. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nova Eliza Ingin Sekolahkan Anak di Eropa

Nova Eliza Ingin Sekolahkan Anak di Eropa

Entertainment | Jum'at, 17 Juni 2016 | 19:00 WIB

Ditanya soal Pacar, Nova Eliza: Ada Deh...

Ditanya soal Pacar, Nova Eliza: Ada Deh...

Entertainment | Kamis, 10 Desember 2015 | 10:01 WIB

Nova Eliza Dukung Cita-cita Anak Jadi Atlet

Nova Eliza Dukung Cita-cita Anak Jadi Atlet

Entertainment | Kamis, 10 Desember 2015 | 08:53 WIB

Nova Eliza Suarakan Kekerasan Perempuan Melalui 'Suara Hati'

Nova Eliza Suarakan Kekerasan Perempuan Melalui 'Suara Hati'

Entertainment | Rabu, 09 Desember 2015 | 23:04 WIB

Alasan Nova Eliza Tolak Tawaran Syuting untuk Anak

Alasan Nova Eliza Tolak Tawaran Syuting untuk Anak

Entertainment | Jum'at, 26 September 2014 | 14:44 WIB

Terkini

Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang

Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Pelakor dan Dilabrak iIstri Sah

Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Pelakor dan Dilabrak iIstri Sah

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:14 WIB

Lebaran Kelabu Shyalimar Malik: Di Ambang Perceraian usai Bongkar Perselingkuhan Suami

Lebaran Kelabu Shyalimar Malik: Di Ambang Perceraian usai Bongkar Perselingkuhan Suami

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:25 WIB

Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu

Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:58 WIB

Ayah Mertua Ungkap 'Mode Mute' Sheila Dara, Belum Siap Hadapi Media setelah Vidi Meninggal

Ayah Mertua Ungkap 'Mode Mute' Sheila Dara, Belum Siap Hadapi Media setelah Vidi Meninggal

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Ria Ricis Akui Kesepian Jalani Idulfitri Cuma dengan Moana

Ria Ricis Akui Kesepian Jalani Idulfitri Cuma dengan Moana

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:43 WIB

Manajer Ungkap Detik-Detik Pertemuan Denada dan Ressa Rizky Rossano, Usai 24 Tahun Terpisah

Manajer Ungkap Detik-Detik Pertemuan Denada dan Ressa Rizky Rossano, Usai 24 Tahun Terpisah

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:10 WIB

Gelar Salat Id, Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca Sukses Rangkul Ratusan Warga Jagakarsa

Gelar Salat Id, Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca Sukses Rangkul Ratusan Warga Jagakarsa

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:50 WIB

John Wick Chapter 3 - Parabellum: Nyawa Keanu Reeves Jadi Buruan, Malam Ini di Trans TV

John Wick Chapter 3 - Parabellum: Nyawa Keanu Reeves Jadi Buruan, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:42 WIB

Sinopsis Absolute Value of Romance: Kim Hyang Gi Jadi Penulis Novel, Tayang April di Prime Video

Sinopsis Absolute Value of Romance: Kim Hyang Gi Jadi Penulis Novel, Tayang April di Prime Video

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:19 WIB