Kisah Wiji Thukul dalam Film "Istirahatlah Kata-Kata"

Tomi Tresnady | Suara.com

Senin, 16 Januari 2017 | 07:22 WIB
Kisah Wiji Thukul dalam Film "Istirahatlah Kata-Kata"

Suara.com - Wiji Thukul merupakan penyair yang terkenal karena puisinya sarat kritik terhadap pemerintahan dan juga kondisi sosial pada masa Orde Baru.

Puisi yang dibuat oleh laki-laki kelahiran 1963 tersebut membuat penguasa saat itu gerah dan Wiji menjadi satu dari sekian banyak aktivis yang diburu pada pengujung dekade 90.

Pada 1998, mendekati detik-detik reformasi, Wiji justru hilang tak tentu rimbanya, hingga kini tak ada yang tahu ke mana hilangnya.

Sejak saat itu hingga kini, banyak karya yang dilahirkan untuk mengenang dan menghormati sosok Wiji, salah satunya adalah sutradara muda Yosep Anggi Noen yang menceritakan masa-masa pelarian Wiji setelah dianggap buron oleh pemerintah pada tahun 1996.

Anggi mengutip salah satu judul puisi Wiji yaitu "Istirahatlah Kata-Kata" untuk menjadi judul film.

Anggi menganggap puisi yang ditulis oleh Wiji pada 1988 tersebut masih relevan dengan situasi sosial politik masa kini.

"Puisi tersebut masih kontekstual dengan wajah demokrasi saat ini, banyak orang yang mengumbar kata-kata seolah demokrasi adalah kebebasan absolut mereka tidak melihat di balik kebebasan itu ada tanggung jawab untuk menjadikan masyarakat yang lebih bermartabat," kata lelaki yang akrab disapa Anggi itu.

Dalam film tersebut Anggi tidak menitikberatkan kegarangan Wiji Thukul dalam mengkritik pemerintah, dia memilih untuk merepresentasikan Wiji sebagai manusia biasa, yang memilki rasa takut, kesepian dan rindu pada keluarganya saat dia berusaha melarikan diri ke Pontianak.

"Wiji Thukul itu orangnya menarik, anaknya pernah bilang seperti ini: 'Bapakku seperti puisi, singkat dan misterius'. Artinya Wiji Thukul itu tokoh yang riang, lucu, agitatif, sangat cerdas, dia juga membca banyak buku, haus ilmu, tapi di sisi lain dia kesepian. Ruang sepi itu yang saya coba bangun. Dalam kesepian itu kompleksitas manusia muncul seperti rasa takut, apalagi jika sendiri dalam status sebagai buronan. Perasaan seperti itu yang saya coba hadirkan," kata Anggi.

Klik halaman berikutnya

Alasan Anggi mengambil waktu Wiji menjadi buronan karena itu adalah masa Wiji Thukul bertemu orang baru, berhadapan dengan lingkungan baru dan harus berlindung dan bersembunyi dari banyak orang.

"Dalam perjalanan itu Wiji Thukul juga perlahan memupuk keberanian untuk keluar dari persembunyian dan berinteraksi dengan masyarakat keseharian," kata dia.

Dalam film tersebut Anggi menyoroti kehidupan sehari-hari Wiji Thukul selama melarikan diri sama seperti puisi Wiji Tuhukul yang dapat mencatat peristiwa sehari-hari.

"Film ini dibuat sebagai upaya melihat Wiji Thukul mencatat keseharaian ke dalam kata-kata yang kuat," kata dia.

Film yang pengambilan gambarnya di Pontianak dan Yogyakarta ini bertujuan untuk mengenalkan generasi muda kepada sosok dan semangat penyair yang aktif di Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (Jakker).

Anggi mengaku awalnya ia tidak terlalu suka dengan puisi Wiji Thukul, perkenalan pertamanya dengan puisi Thukul adalah pada 1990-an ketika tetangganya membawa puisi berjudul "Tikar Plastik Tikar Pandan" (1988).

"Saya yang berasal dari keluarga guru Bahasa Indonesia melihat puisi tersebut seperti catatan harian. Waktu itu saya lebih suka baca puisi Taufiq Ismail, Chairil Anwar atau Rendra. Tapi perlahan-lahan puisi ini ternyata lebih kontekstual untuk merekam zaman, untuk merekam hari ini," kata dia.

Untuk itu dia pun merasa perlu menghadirkan tokoh tersebut agar anak-anak muda dapat mengenal sosok yang kuat dalam menyerap situasi sosial pada saat itu dan yang melakuakn perlawanan dengan puisi.

Membangun Karakter Anggi memang tak pernah mengenal aktivis Partai Rakyat Demokratik itu secara langsung, tetapi Anggi dapat menggambarkan situasi batin dan hal-hal yang dialami Wiji Thukul selama pelarian lewat puisi-puisinya.

"Puisinya seperti catatan harian, kita bisa tahu bagaimana saat dia masih kecil, saat dia bekerja ini itu, saat dia berorganisasi dan bagaimana dia melihat ketertindasaan dan juga melihat ruang sepi. Seperti puisi 'Kucing, Ikan Asin dan Aku', kita tahu kalau dia pernah berebut makanan dengan kucing," kata dia.

Klik halaman berikutnya

Untuk merekonstruksi kembali sosok Wiji, dia juga menggabungkan karakter dua orang anak Wiji yaitu putrinya Fitri Nganthi Wani yang cerdas dan putranya Fajar Merah yang tengil.

Setelah itu Anggi memberikan kebebasan kepada Gunawan Maryanto yang berperan sebagai Wiji Thukul untuk mencitrakan kembali Wiji.

"Tentu wujudnya tidak sangat mirip tetapi Gunawan berhasil menguasai semangat Wiji," kata dia.

Anggi membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk melakukan riset sebelum membuat film tersebut. Dia bertemu dengan kawan-kawan Wiji Thukul untuk menceritakan kembali seperti apa Wiji. Kemudian ia membaca literatur di perpustakaan Ohio State University dan KITLV.

"Saya bisa tahu tulisan tangan Wiji Thukul dari arsip yang disimpan oleh KITLV, dan saya membaca percakapan di milis 'Apa Kabar Indonesia' yang ada pada 1990-an di perpustakaan Ohio State University," kata dia.

Untuk membuat latar menjadi nyata, dia juga banyak melihat iklan di koran lama.

"Di iklan banyak gambar, misalnya rumah zaman dulu kayak apa, saya menganggap itu sebagai sejarah pinggiran," kata dia.

Anggi juga berupaya merangkum puluhan puisi-puisi Wiji dari awal hingga akhir dia menulis ke dalam film berdurasi 98 menit.

"Jadi banyak puisi Wiji Thukul yang ditulis tahun 80-an saya masukkan situasinya ke dalam jenjang waktu 96 samppai 97 awal itu. Buat saya sinema itu harus mampu melampaui waktu dan mampu menjadikan durasi dapat merangkum waktu yang lebih banyak," kata dia.

"Istirahatlah Kata-Kata" resmi dirilis di seluruh bioskop Tanah Air pada 19 Januari 2017. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluarga Undang Jokowi Nonton Film Kisah Wiji Thukul

Keluarga Undang Jokowi Nonton Film Kisah Wiji Thukul

News | Minggu, 08 Januari 2017 | 17:24 WIB

Film Tentang Wiji Thukul Segera Tayang di Bioskop Indonesia

Film Tentang Wiji Thukul Segera Tayang di Bioskop Indonesia

Entertainment | Senin, 10 Oktober 2016 | 08:34 WIB

Berlanjut, Film Tentang Wiji Thukul Akan Diputar di Vladivostok

Berlanjut, Film Tentang Wiji Thukul Akan Diputar di Vladivostok

Press Release | Rabu, 17 Agustus 2016 | 20:10 WIB

Film Wiji Thukul Pukau Festival Film Locarno

Film Wiji Thukul Pukau Festival Film Locarno

Press Release | Rabu, 10 Agustus 2016 | 14:33 WIB

Film "Istirahatlah Kata-kata" Akan Diputar di Locarno

Film "Istirahatlah Kata-kata" Akan Diputar di Locarno

Entertainment | Kamis, 14 Juli 2016 | 19:44 WIB

TVTL Pastikan Xanana Tak Bilang Wiji Thukul Pasok dan Rakit Bom

TVTL Pastikan Xanana Tak Bilang Wiji Thukul Pasok dan Rakit Bom

News | Jum'at, 18 Maret 2016 | 16:05 WIB

Penyebaran Informasi Menyesatkan Soal Wiji Thukul Dikecam Keras

Penyebaran Informasi Menyesatkan Soal Wiji Thukul Dikecam Keras

News | Jum'at, 18 Maret 2016 | 15:26 WIB

Terkini

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 22:00 WIB

Park Seo Ham dan Bona WJSN Dirumorkan Bintangi Dive Into You, Ini Sinopsisnya

Park Seo Ham dan Bona WJSN Dirumorkan Bintangi Dive Into You, Ini Sinopsisnya

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 21:00 WIB

Mahalini Pakai Kebaya saat Lebaran Tuai Pro Kontra, Sang Desainer Ungkap Inspirasinya

Mahalini Pakai Kebaya saat Lebaran Tuai Pro Kontra, Sang Desainer Ungkap Inspirasinya

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 20:30 WIB

Film India Dhurandhar: The Revenge Cetak Sejarah di Box Office AS, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Film India Dhurandhar: The Revenge Cetak Sejarah di Box Office AS, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 20:00 WIB

5 Film Sci-Fi dari Masa ke Masa yang Bikin Optimis Sambut Masa Depan

5 Film Sci-Fi dari Masa ke Masa yang Bikin Optimis Sambut Masa Depan

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah

Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 18:30 WIB

Siapa Sadie Sink? Aktris yang Curi Perhatian di Trailer Spider-Man: Brand New Day

Siapa Sadie Sink? Aktris yang Curi Perhatian di Trailer Spider-Man: Brand New Day

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 18:00 WIB

Viral Prank Makan Gratis di Apartemen saat Lebaran, Pelakunya Malah Nantangin

Viral Prank Makan Gratis di Apartemen saat Lebaran, Pelakunya Malah Nantangin

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 17:21 WIB

Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah

Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 17:05 WIB

Kini Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Kini Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 16:35 WIB