Mongol Stres
Komika sekaligus aktor berpenampilan unik ini mendekam di Rumah Tahanan kelas satu Cipinang pada 2009 silam. Mongol berada di sana gara-gara kasus judi.
"Itu kasusnya lagi di studio Persari. Lagi main judi. Kenanya pasal 303 KUHP. Ada banyak (yang kena). Jadi lagi pada main semua. Di Cahaya juga main judi. Di Jelita juga main judi. Trus ketangkap polsek. Orang-orang yang lagi nggak syuting ketangkap," kata Mongol mulai bercerita.
Pertama kali berurusan dengan polisi tentu bikin pemilik nama asli Roni Immanuel ini ketar-ketir. Mongol membayangkan bagaimana nanti saat berada di penjara.
"Ternyata pas gue masuk nggak begitu. Katanya suka digebukkin ternyata itu nggak ada," ujarnya.
Mongol bahkan dipercaya menjadi salah satu pengurus gereja di sana. Posisi yang dipegang adalah Ketua Bidang Kerohanian. Apapun yang berurusan dengan kegiatan agama, Mongol kerjakan.
"Jadi mongol ngurusi kegiatan keagamaan umat Kristen. Urusi izin kalau ada kegiatan gereja di dalam juga. Saya ketua umumnya. Selain itu ada juga penyuluhan kesehatan dan penyuluhan hukum untuk warga binaan," katanya.
Pelajaran lain yang dipetik Mongol dari penjara adalah pentingnya kekeluargaan. Selama di sana, dia merasakan betul hangatnya persaudaraan sesama warga binaan. Mongol juga masih ingat dengan teman-temannya di sana.
Semua sudah berlalu. Bekas asisten pribadi Dirly 'Idol' ini tak ingin mengulang perbuatannya hingga kembali masuk bui. Mongo bertobat. (Puput Pandansari)
Selanjutnya, Tessy
Kabul Basuki alias Tessy
Berbeda dari dua artis sebelumnya, Tessy menolak disebut pernah menjadi narapidana. Soalnya, dia menjalani hukuman di panti rehabilitasi.
Lelaki yang gemar mengoleksi batu akik itu berurusan dengan hukum terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Tessy terhindar dari hukuman penjara, tapi diperintahkan majelis hakim agar menjalani direhabilitasi selama 10 bulan.
"Saya tidak pernah dipenjara, saya hanya direhabilitasi," kata Tessy menegaskan.
Tessy bercerita, selama berada di Yayasan Kalima, Kalimalang, Jakarta Timur, banyak hal yang bisa dipetik. Terutama, bagaimana mengembalikan semangat untuk menjalani hidup. Seperti diketahui, ketika ditangkap petugas, Tessy sempat berusaha bunuh diri.
"Pas direhabilitasi saya di sana diajak bagaimana mengembalikan kepercayaan diri," ujarnya.
"Jadi kita bertukar pikiran satu sama lain, ngobrol sama mereka," katanya lagi.
Keluar dari panti rehabilitasi, Tessy ingin menyongsong masa depan dengan dirinya yang tak lagi memakai narkoba. Yang bikin bangga, dia didapuk sebagai Duta Anti Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Bagi Tessy, sabu, pil ekstasi, heroin, atau apapun itu, merupakan awal dari kehancuran hidup seseorang yang memakainya. Karenanya, dia menghimbau kepada para pemakai narkoba untuk melaporkan diri ke BNN atau rumah sakit besar agar bisa segera direhab.
"Saya bersyukur sekarang saya sudah sembuh, semoga generasi muda sekarang tidak seperti saya terjebak ke narkoba," ujarnya.(Ismail)