Array

Film Widji Thukul Raih Penghargaan Internasional di Bulgaria

Reza Gunadha Suara.Com
Selasa, 05 September 2017 | 07:04 WIB
Film Widji Thukul Raih Penghargaan Internasional di Bulgaria
Poster film 'Istirahatlah Kata-Kata'. [Instagram]

Suara.com - Film "Istirahatlah Kata-Kata" berkisah tentang Widji Tukul, meraih penghargaan khusus pada Festival Film Internasional "Love is Folly", di Kota Varna, Bulgaria. Festival film itu berlangsung sejak 25 Agustus hingga 3 September 2017.

Widji Thukul adalah penyair cum aktivis yang ikut “membidani” lahirnya gerakan reformasi pada medio 1990-an. Tahun 1998 ia diburu oleh rezim Orde Baru pimpinan Soeharto, dan hingga kekinian tak diketahui keberadaannya.

Film “Istirahatlah Kata-Kata” atau “Solo Solitude” yang diproduksi tahun 2016 dan disutradarai Yosep Anggi Noen, memenangkan penghargaan khusus dari dewan juri pada kompetisi Festival Film Internasional Love is Folly.

Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Sofia Nurul Sofia kepada Antara London, Selasa (5/9/2017), mengatakan informasi itu diterima oleh Konsul Kehormatan RI di Kota Varna Krassimir Simov.

Sebanyak 102 film ditayangkan dalam festival internasional yang merupakan salah satu terbesar di kawasan Balkan tersebut.

Penghargaan yang diterima Film "Istirahatlah Kata-Kata",  yang diproduseri Yulia Evina Bhara dan Anggi Noen merupakan penghargaan kedua tertinggi setelah Grand Prix Award.

Panel juri internasional memberi penghargaan kepada pemenang festival lainnya, yaitu Film "The Citizen" dari Hungaria, yang memenangkan penghargaan utama Grand Prix Aphrodite.

Selain itu, best actress dimenangkan Rimma Zyubina untuk Film "The Nest of the Turtledove" dari Ukraina. Sementara untuk best actor dimenangkan Nan Konu dalam Film "Wedding Dance" dari Turki.

Keikutsertaan film Indonesia dalam festival internasional tersebut merupakan hasil kerja sama KBRI Sofia dengan Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud.

Baca Juga: KPK Jawab Tantangan Pansus DPR yang Ingin Polisikan Agus Rahardjo

Pada festival, film pilihan Indonesia diputar dalam segmen khusus Indonesian Panorama yaitu film-film Nokas, Athirah, Salawaku, Emma, Aisyah Biarkan Kami Bersaudara, dan Kejarlah Daku Kau Kutangkap.

Menurut Sekar Ayu Asmara, kurator dari Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud, pemilihan film untuk ikut serta dalam kompetisi tersebut salah satu di antaranya adalah karena cerita Widji Tukul dapat terjadi pada siapa saja, sehingga wakil dari bangsa lain pun bisa merefleksikan isi ceritanya.

Dubes RI di Sofia Sri Astari Rasjid menyatakan kebanggaannya atas prestasi Indonesia tersebut, dan berharap film Indonesia lainnya dapat melanglang buana di kawasan Balkan pada tahun-tahun mendatang sebagai salah satu alat mendukung promosi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI