Ngomong-ngomong Anda lebih sering off air ya ketimbang muncul di televisi. Kenapa?
Kangen sih di TV, tapi aku sekarang off air mbak. Off air saja. Kalau on air mbak tahu sendiri TV bayarannya lama. Juga nggak besar. Tapi job off air ke arah Kalimantan terus.
Kenapa Kalimantan?
Ke sana cucok-cucok mbak. Bayarannya top. Nggak ada apa-apa, apalagi pas batubara masih berkembang bagus, di sana job berani mahal. 50 (juta rupiah), 40 (juta), 35 (juta) kalau Jakarta ya kisaran 10 (juta).
Kayak kemarin di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah, bupatinya bapak siapa ya lupa, itu 60 (juta). Kalau kemarin, kampanye aku nyanyi di Kalimantan Tengah di Buntok. Satu titik 35 (juta). Kalau dapat dua titik sudah Alhamdulilah. Di Buntok dari Palangkaraya masih tiga jam kan itu aku 35 (juta). Lebih enak di sana Banjarmasin 20 (juta), 25 (juta) enak mbak. Saya kenal bupati nggak cuma satu.
Oh iya bagaimana tanggapan keluarga setelah nama Anda terseret sampai sempat dipanggil polisi?
Bukde, Om. Mereka bilang kenapa kok ramai banget di TV kok sih ramai sampai teman-teman SMP SMA sampai nanyain. Orang nggak kenal di salon eh nanyain, mungkin mereka lihat di tv sama sosmed, pas ketemu oh kak Dewi orangnya gini ya Alhamdulilah ada respon yang baik ada yang nggak. Nggak ngaruh juga (sama pekerjaan) nggak masalah. Paling cuma orang nanya benar nggak sih. Gitu kan.
Apa yang membuat Anda sabar menghadapi masalah ini?
Aku pribadi ya karena ada Mamaku, satu. Karena Dewi dari kecil memang tinggal sama orangtua ya ibu saja. Tambah lagi, mamaku kan masih sakit. Sakitnya itu, aku nggak bisa jabarin mbak intinya dia butuh pengobatan yang rutin tiap bulan gitu. Dan butuh kesabaran, nguras otak dan duitlah istilah kasarnya. Terus tambah lagi ada anak angkatku, tambah lagi aku ngurus dua keponakanku yang sudah dari kecil aku yang sekolahin sampai sekarang SMK aku yang biayain ya aku merasa tugas dan tanggung jawabku belum selesai.
Anda sering dihujat di media sosial, termasuk ketika Anda dikait-kaitkan dengan kasus dugaan korupsi ini. Pernah lihat komentar nyinyir tersebut dan bagaimana menanggapinya?
Pernah lihat, sering. Cuma aku nggak terlalu ambil pusing, terkadang mau jawab tapi gini lu nggak ngerasa apa yang gue alami. Kan banyak haters, ratusan atau ribuan malahan, tapi aku pikir ya sudahlah seiring waktu berjalan juga bakal tahu. Aku punya prinsip gini kalau kita baik belum tentu dibalas baik. Tapi aku yakin Allah nggak bakal tidur, kebaikkan kita bakal dibalas sama kebaikkan. Walaupun bukan sama orang yang kita baiki tadi. Ya sudah aku intinya berbuat baik saja.