Soal Aksi Puan Maharani Matikan Mik, Melanie Subono: Kasihan Sama Kakeknya

SumarniHerwanto Suara.Com
Rabu, 07 Oktober 2020 | 21:39 WIB
Soal Aksi Puan Maharani Matikan Mik, Melanie Subono: Kasihan Sama Kakeknya
Melanie Subono [Suara.com/Yuliani]

Suara.com - Musisi sekaligus aktivis Melanie Subono terus memberikan sindiran pedas terkait pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI.

Kali ini, Melanie Subono menyindir aksi ketua DPR RI, Puan Maharani yang mematikan mikrofon saat sidang paripurna tengah berlangsung. Dia bilang aksi Puan Maharahi yang mematikan mikrofon hanya Tuhan yang tahu.

"Yang tahu hanya Puan dan Tuhan. Cocok tuh ritmenya. Puan dan Tuhan," kata Melanie Subono saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (7/10/2020).

"Kalau misalkan itu tidak benar mematikan mikrofon yaudah berarti kita salah, kalau nggak sengaja 'Yo wis dimaafkan'," tambahnya.

Tangkap layar cuitan Wasekjen Demokrat Imelda Sari terkait video Puan Maharani matikan mik anggota dewan saat rapat pengesahan RUU Cipta Kerja di DPR. (Twitter).
Tangkap layar cuitan Wasekjen Demokrat Imelda Sari terkait video Puan Maharani matikan mik anggota dewan saat rapat pengesahan RUU Cipta Kerja di DPR. (Twitter).

Kendati demikian, Melanie Subono merasa kasihan kepada almarhum kakek Puan Maharani, Soekarno yang sudah memperjuangkan Indonesia di masa lampau.

"Kalau gue kasihan sama nama besar kakeknya. Apa rasanya itu melihat, ih nggak tahu gue ngeri, ya gini lah setiap tindakan kita menunjukan kita ini orang seperti apa. Sesederhana itu aja sih," ucapnya.

Sebelumnya, melalui akun Instagram pribadinya, Melanie Subono menanggapi atas disahkannya UU Cipta Kerja. Dia mengaku seperti dikhianti oleh para anggota dewan.

"Sakit hati, kayak dikhianatin habis-habisan. Maaf gue lagi nggak punya kata kata positif pagi ini," tulis Melanie Subono di akun Instagram-nya, Selasa (6/10/2020).

Saking kecewanya dengan pengesahan UU Cipta Kerja, Melanie Subono mengaku sampai menangis.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Cipta Kerja, Melanie Subono Ungkit Janji Manis di Pileg

"Semalam gue nangis sampai ketiduran habis disahkannya aturan penebalan kantong sepihak itu, mendadak lelah banget," ucap Melanie Subono.

Lebih lanjut, kondisi saat ini membuat Melanie Subono menilai bahwa suara rakyat hanya dibutuhkan saat jelang Pemilu saja.

"I dont know. Gue merasa nggak ada guna lagi jadi rakyat, kecuali buat suara kalau pemilu dan pajak gue buat bantu bayar utang, selain itu apalagi?" kata Melanie Subono.

"Selamat tinggal utang, selamat tinggal pesangon dan kontrak. Selamat tinggal masyarakat adat dan banyak lagi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI