alexametrics

Jazz Gunung Bromo 2021 Jadi Tolak Ukur Penyelenggaraan Konser Musik di Tengah Pandemi

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Jazz Gunung Bromo 2021 Jadi Tolak Ukur Penyelenggaraan Konser Musik di Tengah Pandemi
Jazz Gunung Bromo 2021. (Istimewa)

Seluruh pihak yang terlibat negatif Covid-19 berdasarkan hasil test PCR.

Suara.com - Musik menjadi bagian tak terpisahkan dari keberlangsungan tatanan interaksi sosial dan ekonomi masyarakat. Selama pandemi semua sektor yang terkait di dalamnya mendadak tiarap. Interaksi manusia di dalamnya tidak dapat berjalan seperti sediakala.

Lewat gelaran Jazz Gunung Bromo 2021 yang telah berlangsung pada Sabtu, 25 September 2021 lalu interaksi tersebut akhirnya bersinergi kembali. Penonton, musisi, panitia menumpahkan kebahagiaan mereka.

Pemprov Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo yang mendukung penuh gelaran ini, terbukti tak salah langkah. Mereka memberikan kepercayaan penuh kepada penyelenggara untuk dapat menghelat konser musik dengan prokes ketat. Jazz Gunung Indonesia menjalankan amanat tersebut dengan komitmen dan integritas. Hasilnya dibuktikan dengan 100% hasil swab negatif dan 100 persen sudah divaksinasi untuk seluruh penonton, pengisi acara, dan panitia.

Jazz Gunung Bromo 2021. (Istimewa)
Jazz Gunung Bromo 2021. (Istimewa)

Suka cita, tepuk tangan, canda tawa, berdansa dan bernyanyi bersama dengan tetap menjaga jarak menggema hingga haru bercampur aduk di dalam amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo malam itu. Interaksi manusia kembali terjadi di tengah pandemi. Mereka yang hadir di sana sesuai kapasitas yang ditentukan yaitu 300 orang secara tidak langsung menyatakan diri untuk siap berdampingan dengan pandemi demi menikmati suguhan konser musik.

Baca Juga: Link Live Streaming PSM Makassar Vs Barito Putera, Liga 1, 27 September

Siraman cahaya panggung, tata suara yang mumpuni, dan keindahan alam Bromo dinikmati dengan seksama. Seluruh penampil: Surabaya Pahlawan Jazz, Dua Empat, The Jam’s, Janapati (Tohpati dan Dewa Budjana), Ring of Fire Project feat. Fariz RM secara berurutan menyajikan performa terbaik mereka. Hawa dingin menjadi hangat sepanjang pertunjukkan.

“Kami bekerja semaksimal mungkin untuk meyakinkan semua pihak bahwa yang dilakukan Jazz Gunung Bromo dapat dilaksanakan dengan baik sesuai peraturan PPKM level 2 yang berlaku. Kami berterima kasih kepada penonton dan musisi serta semua pihak yang mempercayakan kami untuk dapat menghelat Jazz Gunung Bromo 2021. Terutama untuk Jajaran pemerintah provinsi Jawa Timur dan kabupaten Probolinggo,” ungkap Direktur Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono.

Tentu ini menjadi kabar baik bagi industri pertunjukan seni dan budaya Indonesia. Jazz Gunung Bromo 2021 menjadi tolak ukur keberhasilan konser musik di tengah pandemi. Sehari setelah acara ini dihelat, pemerintah lewat Menkominfo Republik Indonesia, Jhonny G. Plate telah mengizinkan konser musik untuk diselenggarakan dengan skala besar dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

“Saat ini yang bisa kita lakukan bersama-sama adalah bisa bergerak dan beradaptasi. Jika sudah diizinkan, seluruh pengisi acara, penonton, dan penyelenggara harus sadar kita berdampingan dengan pandemi dan juga mau patuh dengan prokes. Sudah saatnya musik kembali berkontribusi untuk pemulihan ekonomi serta produktivitas masyarakat di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, sosial, budaya, dan sebagainya dengan mematuhi pedoman penyelenggaraan yang berlaku,” Kata Bagas.

Menurut salah satu penampil, Fariz RM. Penyelenggara dan musisi seharusnya punya tanggung jawab terhadap masa depan kesenian dan kebudayaan kita, bukan hanya tanggung jawab komersil saja.

Baca Juga: Pandemi COVID-19, iCar Asia Indonesia Sebutkan Pasar Mobil Bekas Bergairah

“Apalagi saat pandemi seperti ini, keberlangsungan pertunjukkam seni dan budaya di tangan kita semua. Jazz Gunung punya visi dan misi tersebut. Makanya saya tidak pernah keberatan setiap ada kesempatan untuk diajak kolaborasi dalam satu panggung,” pungkas Fariz.

Komentar