alexametrics

4 Fakta Menarik Lagu Easy On Me - Adele, Kisah Perceraian Untuk Dikenang Anak

Farah Nabilla
4 Fakta Menarik Lagu Easy On Me - Adele, Kisah Perceraian Untuk Dikenang Anak
Fakta lagu Easy on Me - Adele (instagram/@adele)

Baru dirilis Jumat (5/10), Adele ingin lewat lagu Easy On Me ini kelak anaknya bisa tahu soal kisah perceraiannya dengan sang Simon Konecki.

Suara.com - Adele baru saja merilis lagu terbarunya berjudul Easy On Me yang langsung menyita perhatian bahkan jadi trending. Tersimpan banyak makna dalam lagu ini, simak fakta menarik lagu Easy On Me Adele berikut.

Musisi asal Inggris ini memang bisa dibilang ratu lagu galau. Lagu-lagunya yang memuat lirik menyayat hati dan nada-nada mengiris membuat orang mudah ikut patah hati ketika mendengarkannya. Bahkan, wajib rasanya merayakan patah hati dengan menyetel lagu-lagu milik Adele.

Meski memuat kisah patah hati, tapi lagu Adele juga memuat pesan untuk tetap jadi kuat. Seperti yang tertuang dalam fakta menarik lagu Easy on Me berikut.

1. Kisah Perceraian Adele

Baca Juga: Cerai dari Simon Konecki, Adele Baru Ungkap Alasannya

Easy On Me - Adele. [YouTube/ Adele]
Easy On Me - Adele. [YouTube/ Adele]

Adele menyebut bahwa lagu Easy On Me ini adalah persembahan untuk sang anak agar bissa mengetahui kisah di balik perpisahan orang tuanya.

Dalam wawancara dengan Vogue, Adel berkisah agar kelak jika anaknya dewasa bisa mengerti lewat lagu ini.

"Aku ingin menjelaskan kepada anakku lewat rekaman ini, ketika nanti dia berusia 20 atau 30 tahunan, dia tahu siapa aku dan mengapa aku menceritakan ini kepada dunia untuk mengejar kebahagiaanku," ujarnya pada Vogue.

2. Makna di Album 30

Easy On Me - Adele. [YouTube/ Adele]
Easy On Me - Adele. [YouTube/ Adele]

Lagu Easy On Me masuk dalam album 30 Adele. Seperti album-album sebelumnya, Adele selalu menggunakan format angka usia untuk titel albumnya. Seperti 

Baca Juga: Segera Comeback dengan Single Easy On Me, Intip 10 Potret Transformasi Adele

Album 30 sendiri menjadi penanda usianya saat bercerai dengan Simon Konecki.

Komentar