alexametrics

Cara Adele Berolahraga Dikritik Ahli Medis: Terlalu Berlebihan!

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Cara Adele Berolahraga Dikritik Ahli Medis: Terlalu Berlebihan!
Transformasi Adele. (instagram/@adele)

Adele mengaku berolahraga dua hingga tiga kali dalam sehari.

Suara.com - Penyanyi asal Inggris, Adele, secara terbuka mengatakan bahwa ia melakukan olahraga dua hingga tiga kali dalam sehari.

Wanita 33 tahun ini mengatakan kebiasaan barunya itu dilakukan demi menguatkan tubuh dan menjaga kesejahteraannya, terutama kesehatan mental. Tujuan awalnya bukanlah untuk menurunkan berat badan.

"Itu karena kecemasanku. Berolahraga, aku akan merasa lebih baik. Ini tidak pernah tentang menurunakan berat badan, itu selalu tentang menjadi kuat dan memberi diriku waktu tanpa bermain ponsel setiap harinya," tutur Adele kepada majalah Vogue, dilansir Independent UK.

Adele mengaku kecanduan olahraga. Pada pagi hari, ia akan berolahraga angkat beban, siang hari atau sore hari ia akan mendaki atau bertinju, kemudian olahraga kardio di malam hari.

Baca Juga: Peneliti: Olahraga Rutin Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

Tidak sendirian, Adele melakukan semua itu bersama seorang pelatih pribadi yakni Gregg Meile.

Transformasi Adele. (instagram/@adele)
Transformasi Adele. (instagram/@adele)

Tetapi, cara olahraga Adele ini justru mendapat dinilai tidak baik oleh para ahli medis. Berolahraga dua hingga tiga kali sehari dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

"Menjaga rutinitas olahraga ringan adalah bagian dari menjalani gaya hidup sehat. Tetapi berolahraga dua sampai tiga kali sehari itu terlalu banyak," jelas kepala petugas medis WebMD John Whyte.

Whyte menambahkan bahwa olahraga berlebihan dapat menyebabkan banyak cedera.

"Saat kita berolahraga, kita memberi tekanan pada otot, tulang, dan organ lainnya. Jika kita tidak memberi kesempatan kepada tubuh untuk beristirahat, fungsinya bisa mulai menurun," sambungnya.

Baca Juga: Zodiak Kesehatan Hari Ini Sabtu, 9 Oktober: Aries, Latih Kesabaran dengan Olahraga!

Menurut Whyte, olahraga berlebihan membuat tubuh dan otot stres, yang dapat memicu produksi hormon kortisol sebagai respons terhadap stres kronis tersebut.

"Peningkatan kadar kortisol dapat menekan kemampuan sistem kekebalan untuk menangkal penyakit," tandasnya.

Komentar