Mahasiswa Amikom Yogyakarta Angkat Isu Budaya dan Kelompok Marginal di Karya Dokumenter Terbaru

Yohanes Endra, Rosiana Chozanah

Minggu, 27 April 2025 | 21:12 WIB
Mahasiswa Amikom Yogyakarta Angkat Isu Budaya dan Kelompok Marginal di Karya Dokumenter Terbaru
Film dokumenter karya Mahasiswa Amikom Yogyakarta (Instagram)

Suara.com - Mahasiswa semester 7 dari jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta berhasil mengadakan acara screening film dokumenter pada Jumat (25/4/2025) di Sleman Creative Space, Condongcatur.

Dua film yang diperlihatkan ke publik berjudul 'Bundengan Presever' dan 'Girli'. Keduanya merupakan karya orisinil dari dua kelompok mahasiswa yang telah ditayangkan di kanal YouTube Suara.com.

Menurut dosen Ilmu Komunikasi untuk mata kuliah Produksi Siaran Televisi, Andreas Tri Pamungkas, acara screening film dokumenter tersebut bertujuan untuk menyiapkan mental mahasiswa saat tampil di hadapan publik.

"Di sisi mahasiswa, ketika ada film atau sebuah karya, itu mereka juga berani untuk mempresentasikann kepada khalayak. Ya harapannya memang bisa lebih luas lagi," tuturnya saat ditemui oleh tim Suara.com.

Selain itu, Andreas yang juga bertindak sebagai Produser Eksekutif juga berharap karya mahasiswa mendapat timbal balik langsung dari para praktisi film, seperti dosen-dosen yang hadir.

Terlebih, karya dokumenter yang dibuat oleh mahasiswa tersebut mengangkat isu-isu yang terjadi di masyarakat. Seperti isu budaya serta kelompok marginal.

"Yang di situ bisa adu argumen. Biar mereka enggak hanya jago di kandang mereka, tetapi ketika mereka keluar (kampus), mereka juga jadi jagoan. Jadi proses berargumentasi yang kita push sebenarnya," sambungnya.

Andreas bersyukur karena acara screening berjalan dengan lancar. Mereka juga antusias, terbukti dari banyaknya dari rekan-rekan sesama mahasiswa yang hadir untuk menonton.

Tidak hanya itu, para penonton juga berinteraksi dengan para kreator untuk menggali lebih dalam terkait 'Bundengan Presever' dan 'Girli'.

baca juga
Screening film dokumenter karya Mahasiswa Amikom Yogyakarta (Suara.com/Rosiana)
Screening film dokumenter karya Mahasiswa Amikom Yogyakarta (Suara.com/Rosiana)

"Bersyukur, tujuan temen-temen ini bisa tersalurkan. Ada screening dan di situ ada diskusi. Itu yang kita harapkan. Kalau banyak orang tapi nggak ada diskusi ya percuma juga," lanjutnya sambil tersenyum.

Ketua Satgas PPKS Universitas Amikom itu juga menyoroti bagaimana penonton dapat menyerap informasi yang disampaikan dari dua film tersebut.

"Harapannya sekarang kan temen-temen mahasiswa, gen Z, itu lebih melihat bagaimana menjadi content creator yang hanya meraup cuan. Tapi ayo kita lihat lapisan masyarakat lain itu hidup tidak hanya sekadar cuan, tapi mereka memperjuangkan nilai-nilai seperti di Girli, di Bundengan," paparnya lebih lanjut.

Andreas juga menjelaskan alasannya memilih berkolaborasi dengan Suara.com. Ia melihat bagaimana Suara.com berani mengangkat isu-isu di luar media mainstream, mulai dari keagamaan hingga marginal.

Dosen pengampu itu meyakini bahwa kolaborasi ini sangat menguntungkan kedua belah pihak.

"Bagi saya menarik nih, media ini. Mahasiswa bisa mendapatkan ruang publikasi, media juga akhirnya memperjuangkan nilai-nilai yang diperjuangkan," jelasnya.

Andreas pun berterima kasih kepada Suara.com karena mau mempublikasikan karya anak-anak didiknya kepada masyarakat luas.

"Saya menyambut sangat baik gitu dari Suara, karena tidak terlalu 'harus gini, harus gitu'. Harapannya bagi prodi Ilmu Komunikasi, ayo kita kolaborasi dengan mahasiswa. Itu ruang yang baik, keberagaman informasi itu yang akhirnya bisa mengedukasi masyarakat," pungkasnya.

Sinopsis pendek film dokumenter 'Bundengan Preserver' dan 'Girli'

Bundengan Preserver

Film garapan Luthfi Ihza Mahendra, Ahmadan Alnizam, serta Hadiansyah Sakirta ini mengangkat isu alat musik tradisional khas Wonosobo, Jawa Tengah, yang hampir punah. Alat musik tersebut disebut Bundengan.

Dulunya, alat musik yang terbuat dari rotan bambu dan dibentuk layaknya caping itu digunakan penggembala itik. Mereka menambahkan beberapa senar di dalamnya untuk menghasilkan bunyi.

Bundengan sempat mengalami krisis karena tidak ada penerus. Hingga akhirnya tiga tokoh utama film, yakni Munir, Bohori serta Mulyani mencoba membangkitkan lagi budaya yang sudah ditelan masa itu supaya tetap lestari dengan mengenalkannya ke generasi muda.

Girli

'Girli' merupakan akronim dari 'Pinggir Kali', sebuah komunitas marginal di Jogja yang sudah terbentuk sejak 1980-an. Film ini garapan Irfan Maulana, dengan Shufina dan Skalila Salsabila.

Komunitas terbuka ini diprakarsai oleh seniman sekaligus arsitek bernama Romo Mangun. Prinsip yang dipegang oleh anggota komunitas adalah kebersamaan sekaligus kepedulian terhadap sesama walau mereka dipandang sebelah mata.

Girli terdiri dari berbagai individu dari latar belakang yang beragam. Tetapi, mereka memiliki satu kesamaan dalam bertahan yakni mengandalkan kehidupan jalanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Film Invention: Menemukan Kenangan yang Tertinggal

Review Film Invention: Menemukan Kenangan yang Tertinggal

Your Say | Jum'at, 25 April 2025 | 13:40 WIB

Review Film Last Breath: Survival dan Inspirasi

Review Film Last Breath: Survival dan Inspirasi

Your Say | Selasa, 25 Maret 2025 | 09:57 WIB

No Other Land, Lebih dari Sekadar Film Dokumenter, Ini Suara Perlawanan dari Palestina!

No Other Land, Lebih dari Sekadar Film Dokumenter, Ini Suara Perlawanan dari Palestina!

Your Say | Jum'at, 07 Maret 2025 | 15:15 WIB

Review Miss Italia Mustn't Die: Saat Kontes Kecantikan di Ujung Tanduk

Review Miss Italia Mustn't Die: Saat Kontes Kecantikan di Ujung Tanduk

Your Say | Rabu, 05 Maret 2025 | 13:58 WIB

Pidato Paling Politik di Oscar 2025: No Other Land Karya Sineas Palestina-Israel

Pidato Paling Politik di Oscar 2025: No Other Land Karya Sineas Palestina-Israel

Lifestyle | Senin, 03 Maret 2025 | 19:02 WIB

Menang Oscar, Kreator No Other Land Desak untuk Hentikan Serangan Genosida ke Palestina

Menang Oscar, Kreator No Other Land Desak untuk Hentikan Serangan Genosida ke Palestina

Your Say | Senin, 03 Maret 2025 | 14:21 WIB

Terkini

Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina

Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina

News | Senin, 21 September 2026 | 14:14 WIB

Siap Eksekusi Arahan Prabowo, Bahlil Bakal Sulap Batu Bara Jadi Bensin

Siap Eksekusi Arahan Prabowo, Bahlil Bakal Sulap Batu Bara Jadi Bensin

News | Senin, 21 September 2026 | 14:14 WIB

Hidupkan Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar KHFF 2026

Hidupkan Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar KHFF 2026

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:13 WIB

Setrika Miyako Paling Bagus Tipe Apa? Ini 9 Pilihan Sesuai Spesifikasi

Setrika Miyako Paling Bagus Tipe Apa? Ini 9 Pilihan Sesuai Spesifikasi

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:10 WIB

Dirawat Sejak Masih Telur, Buaya Peliharaan di Panjang Dievakuasi karena Bikin Tetangga Waswas

Dirawat Sejak Masih Telur, Buaya Peliharaan di Panjang Dievakuasi karena Bikin Tetangga Waswas

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 14:09 WIB

Baleg DPR Sepakati RUU Reforma Agraria, BRAN Kini Resmi Berubah Nama Jadi LPRA

Baleg DPR Sepakati RUU Reforma Agraria, BRAN Kini Resmi Berubah Nama Jadi LPRA

News | Senin, 21 September 2026 | 14:08 WIB

Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid

Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid

News | Senin, 21 September 2026 | 14:08 WIB

Mahasiswa Dibegal di Lahan Garapan Deli Serdang, Pelaku Sembunyi Dalam Sumur

Mahasiswa Dibegal di Lahan Garapan Deli Serdang, Pelaku Sembunyi Dalam Sumur

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 14:07 WIB

Bukan Sekadar Bersama, Psikilog Ungkap Cara Sederhana Bangun Kedekatan Emosional Orang Tua dan Anak

Bukan Sekadar Bersama, Psikilog Ungkap Cara Sederhana Bangun Kedekatan Emosional Orang Tua dan Anak

Health | Senin, 21 September 2026 | 14:06 WIB

Skuat Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Nilai Pasar Dua Kali Lipat dari Malaysia

Skuat Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Nilai Pasar Dua Kali Lipat dari Malaysia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 14:05 WIB

×