Suara.com - Satu lagi film horor yang akan meramaikan bioskop Indonesia berjudul Syirik (Danyang Laut Selatan).
Film Garapan sutradara Hestu Saputra ini memadukan teror mistis dengan kisah cinta, konflik keluarga, dan kekuatan budaya lokal.
Hari ini, Selasa (20/5/2025) film Syirik resmi merilis poster dan trailer perdana. Acara ini pun dihadiri sejumlah pemeran seperti Richele Skornicki, Donny Alamsyah, Kinaryosih, dan Totos Rasiti.
Syirik betema tengan seorang penari. Ruang sosial desa pesisir dalam film ini dibangun sebagai semesta cerita (universe) yang hidup dan kompleks, menjadikannya tampil otentik.
Cerita film Syirik berpusat pada Said (diperankan Teuku Rassya), seorang pemuda yang pulang ke desanya setelah bertahun-tahun menimba ilmu di pesantren.
![Para pemeran film Syirik di acara rilis poster dan trailer di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025). [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/20/68127-film-syirik.jpg)
Namun, kepulangannya justru membuka tabir misteri, desanya kini diliputi kejadian supranatural yang mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya, terutama Sari (Richele Skornicki), gadis yang telah lama ia cintai yang sekarang menjadi harapan Ibunya untuk menjadi seorang penari Ledek utama.
Tak hanya itu, Said juga dihadapkan pada kenyataan pahit tentang keluarganya yang terikat pada tradisi kelam penuh rahasia yang ada sangkut pautnya dengan Sari. Mampukah ia menyelamatkan Sari dan desanya dari kuasa gelap?
Ketegangan cerita langsung terasa dalam visual poster perdana yang menampilkan karakter-karakter utama dalam suasana mencekam.
Dalam poster resmi tersebut, sosok Sari yang diperankan oleh Richele Skornicki tampil sebagai penari ledek, berdiri di tengah dan dikelilingi tokoh-tokoh lain yang menyiratkan banyaknya rahasia kelam yang terjadi di desa tersebut.
Baca Juga: 7 Fakta Film Dasim, Jin Perusak Rumah Tangga yang Ternyata Tak Melulu Berwujud Menakutkan
Ditambah dengan kehadiran benda-benda klenik hingga ular yang identik dengan praktik kuasa gelap sehingga menggambarkan atmosfer horor dan teror yang kuat.
Sementara itu, trailer resmi berdurasi dua menit sembilan belas detik menyuguhkan atmosfer desa yang penuh teror, dibuka dengan tembang Jawa serta adegan ritual yang akan menjadi kunci penting dalam film ini.
Sutradara Hestu Saputra menjelaskan bahwa film ini merupakan hasil perenungan panjang dan pengalaman empiris dari masa kecilnya di desa pesisir pantai selatan Jawa.
"Sebagai seorang sutradara sekaligus penulis skenario film ini, saya ingin menampilkan horor yang tidak hanya menyeramkan secara visual, tapi juga menggugah secara emosional, apalagi film ini adalah hasil dari perenungan dan pengalaman saya selama tinggal di desa pesisir pantai selatan Jawa," kata Hestu Saputra kepada wartawan.
"Sehingga film Syirik (Danyang Laut Selatan) ini banyak menceritakan tentang lapisan konflik pada diri manusia terutama tentang keberanian, cinta, dan luka yang diwariskan turun-temurun," ujarnya menyambung.
Syirik (Danyang Laut Selatan) menyoroti tema-tema relevan seperti kekuasaan, ambisi, pengkhiatana, dan perjuangan cinta di tengah gejolak di sebuah desa.