Ayah Ungkap Kronologi Sebelum Bocah NS Dibawa ke RS dan Meninggal, Netizen Curigai Hal Ini

Sumarni

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:32 WIB
Ayah Ungkap Kronologi Sebelum Bocah NS Dibawa ke RS dan Meninggal, Netizen Curigai Hal Ini
Ayah Nizam Syafei, Anwar Satibi (YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo)

Suara.com - Duka mendalam tengah dirasakan oleh Anwar Satibi, ayah mendiang Nizam Syafei alias NS.

Bocah berusia 12 tahun itu meninggal dunia diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya, TR.

Pada Denny Sumargo, Anwar Satibi menceritakan kronologi sebelum sang putra dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Cerita bermula dari Nizam Syafei yang dipulangkan dari pondok pesantren karena akan memasuki bulan puasa.

"Anak saya itu sebetulnya tinggalnya di pondok pesantren, mengaji sambil sekolah. Nah karena mau puasa, jadi memang semuanya dipulangkan dulu," ungkap Anwar Satibi di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang diunggah semalam, Senin, 23 Februari 2026.

Anwar yang hendak pamit berangkat ke Sukabumi bersaksi kalau kondisi Nizam saat itu masih baik-baik saja.

Namun jelang tengah malam, Anwar mendapat telepon dari sang istri yang mengabarkan kalau Nizam sakit dan memanggil namanya.

"Sebelum saya pergi ke Sukabumi, anak saya dalam kondisi baik-baik saja. Memang ada luka di sini sedikit karena dia pilek jadi suka dikopek gini. Tapi kalau yang lain enggak ada luka," ceritanya.

baca juga

"Nah saya ngomong, 'Ayah mau ke Sukabumi dulu'. Sehari di sana, jam 11.00 malam istri saya nelepon. 'Yah pulang, Raja panas terus manggil-manggil nama ayah'," imbuh Anwar mengenang telepon sang istri.

Tak menunggu lama, Anwar Satibi langsung berkemas dan pulang ke rumahnya di kawasan Bojongsari, Jampang.

Sesampainya di rumah, Anwar kaget melihat kondisi anaknya yang sudah melepuh di sekujur tubuh.

"Saya pulang terus pas saya masuk rumah, saya melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Jadi, anak saya ditanya sama saya enggak bisa ngejawab. Dia diam saja sambil muter-muter selimut," ungkap Anwar.

Nizam Syafei juga sempat memegang pipi ayahnya sambil mengucapkan permintaan maaf.

"Nah, terus dia pegang pipi saya. Dia minta maaf ke saya. 'Ayah, maafin Dedek ya'. Sampai dua kali dia minta maaf ke saya," kata Anwar sembari mengikuti kata-kata sang putra.

Karena Nizam tak mau bicara, Anwar lantas bertanya pada sang istri soal kondisi tubuh anaknya.

Anwar menyebut jika tangan, kaki, paha, punggung, dan wajah Nizam melepuh.

"Istri saya menjawab, 'Ya, ini kan sakit panas. Jadi kalau sakit panas, kalau panasnya berlebihan suka melepuh seperti ini, seperti kesiram air panas'," kenang Anwar Satibi saat menirukan jawaban sang istri.

Anwar berniat membawa Nizam Syafei ke rumah sakit pagi-pagi. Namun karena kelelahan, dia bangun kesiangan.

"Niatnya saya mau pagi-pagi ke dokter, ke rumah sakit. Mungkin karena saya capek jadi bangunnya saya agak kesiangan," ujarnya.

Dokter di rumah sakit lalu mengatakan kalau luka di tubuh Nizam bukan karena sakit panas, melainkan karena dianiaya.

"'Ini bukan karena sakit, tapi ini dianiaya'. Itu dokternya yang ngomong, di depan istri saya. Amarah saya sebenarnya udah kuat di sini, cuma saya masih tetap nahan karena banyak orang kan di situ," cerita Anwar Satibi.

Nizam Syafei sempat sadar dan menjawab kalau dia dipaksa meminum air panas.

Setelah itu, Nizam dirawat di ICU dan mengembuskan napas terakhirnya dua jam kemudian.

Kolom komentar akun YouTube milik presenter yang akrab disapa Densu ini langsung banjir komentar.

Tak sedikit warganet yang curiga dan melontarkan kritik pedas pada sang ayah karena Nizam Syafei tidak segera dibawa ke rumah sakit.

"Jelas-jelas anaknya badan melepuh, masih enggak panik itu bapaknya. Perlu dipertanyakan sayang apa kagak itu," celetuk warganet.

"Janggal banget masa anak sakit keadaan parah bisa-bisanya si bapak tidur dan besoknya baru diajak berobat. Astaghfirullah," ujar netizen.

"Ayah dek Nizam di sini juga salah, kenapa lama banget dibawa ke rumah sakit? Lalai banget sama anaknya sendiri, ditambah emak tiri jahat enggak punya hati," timpal yang lain.

Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Diinterogasi Polisi atas Meninggalnya Bocah NS, Ibu Tiri Nangis-Nangis Minta Maaf

Usai Diinterogasi Polisi atas Meninggalnya Bocah NS, Ibu Tiri Nangis-Nangis Minta Maaf

Entertainment | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:58 WIB

Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat

Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat

Entertainment | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:54 WIB

Ingin Jambak Ibu Tiri, Lisnawati Menyesal Tak Ambil Nizam Syafei Sejak Dulu

Ingin Jambak Ibu Tiri, Lisnawati Menyesal Tak Ambil Nizam Syafei Sejak Dulu

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 19:16 WIB

Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa

Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 19:05 WIB

Nizam Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ibu Kandung Punya Firasat 3 Hari Sebelumnya

Nizam Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ibu Kandung Punya Firasat 3 Hari Sebelumnya

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 18:15 WIB

Lisnawati Cari Keadilan untuk Nizam: Dulu Disiksa Suami, Kini Anak Diduga Tewas di Tangan Ibu Tiri

Lisnawati Cari Keadilan untuk Nizam: Dulu Disiksa Suami, Kini Anak Diduga Tewas di Tangan Ibu Tiri

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

×