Dari Medis ke Jeruji Besi, Kisah Mahasiswa UI Cho Yong Gi dalam Demonstrasi May Day

Yohanes Endra

Kamis, 05 Juni 2025 | 12:57 WIB
Dari Medis ke Jeruji Besi, Kisah Mahasiswa UI Cho Yong Gi dalam Demonstrasi May Day
Cho Yong Gi. [X]

Suara.com - Cho Yong Gi, mahasiswa jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI), ditangkap oleh Polda Metro Jaya saat bertugas sebagai tim medis dalam aksi peringatan Hari Buruh (May Day) pada 1 Mei 2025 di depan Gedung DPR/MPR RI.

Ia menjadi salah satu dari 14 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kericuhan demo tersebut.

Saat kejadian, Cho Yong Gi bersama tim medis lainnya hendak pulang melewati flyover Senayan Park. Mereka mendengar teriakan dari seseorang yang mengatakan ada peserta demo yang mengalami luka di kepala dan membutuhkan pertolongan.

Cho Yong Gi kemudian menghampiri lokasi dan melihat beberapa orang dengan luka-luka di wajah, termasuk bibir yang robek dan mengeluarkan darah. Ia menawarkan bantuan medis kepada mereka.

Namun, di tempat yang sama, ada kerumunan lain yang justru mengintimidasi Cho Yong Gi. Salah satu orang berteriak, "Kamu ngapain di sini?" lalu mendorongnya hingga jatuh. Ia juga mendengar teriakan provokatif yang menuduhnya sebagai pelaku pelemparan dalam aksi tersebut.

Setelah itu, ia langsung ditangkap, ditarik, dibanting ke tanah, lehernya dipiting oleh dua orang, dan diinjak.

Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day
Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day

Ia juga mengaku menerima pukulan secara membabi buta sebelum akhirnya diselamatkan oleh rekannya.

Setelah kejadian tersebut, Cho Yong Gi dimasukkan ke mobil tahanan dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

Meskipun ia mengenakan atribut lengkap sebagai tim medis, termasuk helm dengan lambang palang merah dan membawa perlengkapan medis, ia tetap ditetapkan sebagai tersangka.

baca juga

Polisi menjeratnya dengan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan serta Pasal 216 dan 218 KUHP karena dianggap tidak menuruti perintah petugas untuk membubarkan diri.

Penangkapan Cho Yong Gi mendapat perhatian luas, termasuk dari akademisi dan aktivis yang mempertanyakan keputusan polisi menetapkan tim medis sebagai tersangka.

Kepala Program Studi Ilmu Filsafat UI, Ikhaputri Widiantini, menyatakan keprihatinannya atas tindakan tersebut dan menegaskan bahwa Cho Yong Gi bertugas sebagai tenaga medis saat aksi berlangsung.

Banyak yang menggambarkan sosok Yong Gi sebagai pribadi berintegritas tinggi, penuh empati, dan berjiwa demokratis.

"Sebagai sosok demonstran, Cho Yong Gi adalah aktivis mahasiswa dengan pikiran paling dewasa dan terbuka yang pernah saya temui," tulis seorang netizen.

Lainnya menyoroti keberaniannya dan mengaitkan namanya dengan semangat perjuangannya di lapangan.

Yong Gi dalam bahasa Korea berarti "courage" atau keberanian, dianggap cocok menggambarkan Cho.

Bahkan, tidak sedikit yang menyebutnya sebagai "Soe Hok Gie masa kini." Sebutan ini bukan tanpa alasan.

Sama seperti Soe Hok Gie, aktivis legendaris era 60-an, Yong Gi dikenal karena keteguhan moral, pemikiran kritis, dan aksi nyata di lapangan.

Ia juga berasal dari lingkungan akademik Universitas Indonesia, aktif dalam kegiatan mahasiswa, dan memiliki idealisme yang kuat dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Banyaknya dukungan untuk Yong Gi tak lepas dari narasi dan opini yang cepat terbentuk di media sosial.

Bagi banyak mahasiswa, Yong Gi kini bukan sekadar nama. Ia mungkin telah menjadi simbol perlawanan, keberanian, dan kesetiaan pada nilai-nilai yang diyakini.

Layaknya Gie yang hidup singkat tetapi meninggalkan jejak panjang dalam sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia.

Cho Yong Gi membuka bab baru dalam perjuangan anak muda hari ini, bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal akademik, tetapi juga berjuang demi demokrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day, Dijuluki Soe Hok Gie Masa Kini

Sosok Cho Yong Gi Mahasiswa UI Tersangka Aksi May Day, Dijuluki Soe Hok Gie Masa Kini

Entertainment | Rabu, 04 Juni 2025 | 19:38 WIB

Jerat Paramedis May Day Tersangka, TAUD: Polisi Banyak Salahi Prosedur Hukum Demi Bungkam Kritik

Jerat Paramedis May Day Tersangka, TAUD: Polisi Banyak Salahi Prosedur Hukum Demi Bungkam Kritik

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 17:15 WIB

Kisah Tragis Mahasiswa UI Cho Yong Gi: Jadi Tim Medis May Day 2025, Disiksa dan Jadi Tersangka

Kisah Tragis Mahasiswa UI Cho Yong Gi: Jadi Tim Medis May Day 2025, Disiksa dan Jadi Tersangka

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:26 WIB

Polisi Bantah Tutup Kasus Mahasiswa UI Akseyna: 9 Tahun Berlalu, Jejak Pembunuhnya Masih Gelap!

Polisi Bantah Tutup Kasus Mahasiswa UI Akseyna: 9 Tahun Berlalu, Jejak Pembunuhnya Masih Gelap!

News | Kamis, 27 Juni 2024 | 22:56 WIB

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Kereta di Tangsel, Ada Bagian Tubuh yang Terpisah

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Kereta di Tangsel, Ada Bagian Tubuh yang Terpisah

News | Selasa, 28 Mei 2024 | 10:49 WIB

Terkini

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

×