Suara.com - Nama Keenan Nasution tengah ramai diperbincangkan publik setelah mencuatnya kisruh dengan penyanyi Vidi Aldiano soal lagu ciptaannya Nuansa Bening.
Lagu yang identik dengan suara lembut Vidi itu ternyata adalah karya cipta Keenan Nasution yang pertama kali dirilis pada tahun 1978.
Kontroversi ini mencuat saat Keenan menyampaikan keberatannya atas penggunaan lagu tersebut tanpa izin yang jelas, menyoroti pentingnya penghormatan terhadap hak cipta musisi lintas generasi.
Terlepas dari polemik yang berkembang, momen ini kembali mengangkat sosok Keenan Nasution ke permukaan, terutama kiprah dan kontribusinya dalam industri musik Tanah Air.
Nuansa Bening hanyalah salah satu dari sekian banyak karya Keenan yang memiliki nilai artistik tinggi dan sarat nuansa personal.
Sebagai musisi, Keenan diketahui telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan musik Tanah Air, khususnya di era 1970-an hingga 1980-an.
Berikut ini beberapa lagu ciptaan Keenan Nasution lainnya yang tak kalah menarik dan layak diapresiasi:
1. Nuansa Bening
Lagu ini menjadi salah satu karya paling ikonik dari Keenan Nasution. “Nuansa Bening” dikenal sebagai lagu yang memadukan lirik puitis dengan melodi yang lembut dan menyentuh.
Lagu ini awalnya dipopulerkan oleh Keenan sendiri, namun semakin dikenal luas setelah dibawakan ulang oleh Vidi Aldiano dalam versi yang lebih segar dan modern.
Nuansa romantis dan syahdu dalam lagu ini membuatnya abadi di hati penikmat musik lintas generasi.
2. Di Batas Angan-Angan
Di Batas Angan-Angan merupakan judul untuk album perdana dengan lagu yang sama dari Keenan Nasution. Lagu yang dirilis pada tahun 1978 ini dinyanyikan sendiri oleh Keenan Nasution.
Berkisah tentang harapan dan keraguan yang hadir di ambang realitas dan mimpi, lagu ini kaya akan nuansa jazz dan progresif khas era 1980-an.
Lagu ini juga menjadi bukti kecanggihan musikalitas Keenan yang tak hanya melodius, tapi juga reflektif secara lirik.
3. Bunga Asmara
Lewat Bunga Asmara yang dinyanyikan sendiri olehnya, Keenan menyampaikan kisah cinta yang tumbuh perlahan dan penuh keindahan.
Lagu ini menggunakan metafora bunga untuk menggambarkan cinta yang lembut, namun juga rentan jika tidak dijaga.
Sentuhan musikal yang klasik membuat lagu ini terasa hangat dan tetap relevan hingga kini, menunjukkan keabadian tema cinta dalam karya-karya Keenan.
4. Dirimu
Dirimu adalah lagu yang dinyanyikan oleh Gank Pegangsaan (Keenan Nasution, Harry Sabar, Fariz RM, Molly Gagola, Eet Sjahranie, Sitoresmi Prabuningrat, Harry Minggoes).
Dengan balutan melodi yang romantis dan aransemen yang sederhana namun kuat, lagu ini menyentuh pendengar lewat kedalaman emosi yang ditawarkan.
Keenan dikenal dengan kemampuan mengungkapkan perasaan lewat nada, dan “Dirimu” menjadi salah satu representasi paling jelas dari hal tersebut.
5. Romansa
Lagu "Romansa" merupakan hasil kolaborasi istimewa antara Keenan Nasution dan penyanyi legendaris Ida Royani. Lagu ini menampilkan duet harmonis dengan nuansa retro yang manis.
Liriknya menggambarkan perjalanan cinta dua insan yang saling melengkapi. Perpaduan suara Keenan dan Ida menciptakan chemistry yang kuat dan memperkaya khazanah musik romantik Indonesia.
Keenan Nasution dikenal tak hanya sebagai musisi solo, tapi juga sebagai bagian dari grup legendaris seperti Gank Pegangsaan dan juga berkolaborasi dengan musisi besar lainnya seperti Chrisye dan Fariz RM.
Ia juga merupakan salah satu tokoh penting dalam pergerakan musik jazz-pop progresif di Indonesia. Lagu-lagunya bukan hanya enak didengar, tapi juga sarat makna dan emosi.
Melalui lagu-lagu ciptaannya, seperti Nuansa Bening, semangat dan estetika musik Indonesia tetap hidup dan berkembang. Dan kisah di balik kisruh Nuansa Bening hanyalah pintu masuk untuk mengenal lebih dalam sosok Keenan Nasution dan warisan musiknya yang begitu kaya.
(Mauri Pertiwi)