Pengakuan Agam Rinjani Soal Evakuasi Juliana Marins dari Gunung Rinjani: Ini Paling Sulit

Sumarni Suara.Com
Minggu, 29 Juni 2025 | 11:10 WIB
Pengakuan Agam Rinjani Soal Evakuasi Juliana Marins dari Gunung Rinjani: Ini Paling Sulit
Agam Rinjani ungkap proses evakuasi jenazah Juliana Marins. (YouTube)

Suara.com - Abdul Haris Agam alias Agam Rinjani baru-baru ini mengungkap bahwa proses evakuasi Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang tewas saat mendaki Gunung Rinjani, adalah evakuasi tersulit yang pernah ditemuinya.

Selama 9 tahun menjadi pemandu gunung. Agam menyatakan bahwa tak satu pun evakuasi sebelumnya menyamai tingkat kesulitan misi kali ini.

Agam mengungkap hal tersebut di podcast YIM Official baru-baru ini.

“Saya sudah 9 tahun kurang lebih di Rinjani. Berbagai kejadian insiden saya tangani, evakuasi mayat sudah berapa,” kata Agam Rinjani dikutip pada Minggu, 29 Juni 2025.

“Ini kejadian paling sulit di antara puluhan-puluhan kasus yang ada evakuasi di Rinjani,” lanjutnya.

Agam Rinjani lalu membandingkan dengan evakuasi sebelumnya terhadap turis asal Israel yang pada 2023 lalu juga sempat terjatuh di Gunung Rinjani.

Padahal menurut Agam, saat itu proses evakuasi pendaki asal Israel itu terbilang sulit.

“Ingat Agustus 2023, bule Israel yang jatuh dari puncak, 180 (meter), saya bilang itu sulit, ini (evakuasi Juliana) lebih sulit, lebih jauh lagi,” kata pria asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Hasil Autopsi Juliana Marins, Meninggal Kurang dari 20 Menit Usai Terjatuh

Agam lalu menceritakan bagaimana detik-detik mengerikan saat ia bersama relawan lainnya mencoba mengangkat jasad Juliana Marins ke atas.

Saat itu sempat terjadi hujan hingga membuat batu-batu berjatuhan dari atas. Selain itu akibat hujan tersebut, cuaca menjadi berkabut hingga jarak pandang tak bisa lebih dari 2 meter.

Proses evakuasi Juliana Marins (Instagram/sar_nasional)
Proses evakuasi Juliana Marins (Instagram/sar_nasional)

“Sempat waktu kami naikkan saya paling terakhir itu hujan batu, sempat hujan. Jadi hujan air tiba-tiba berkabut, tiga detik tiba-tiba batu di depan, jarak pandang dua meter,” kata Agam.

Batu-batu tersebut bahkan tak jarang hampir mengenai wajah para relawan yang sedang berjuang naik ke atas membawa jasad Juliana Marins.

“Karena teman-teman kan diholding naik satu-satu, ada gerakan batu dari 400 meter itu mengarah ke muka semua,” ujarnya.

Tidak hanya batu-batu kecil, batu-batu besar juga terlihat berjatuhan dan nyaris menimpa tubuh para relawan.

Beruntungnya Agam dan relawan lainnya menggunakan helm yang melindunginya dari bongkahan batu tersebut.

“Saya sempat tunduk begini, itu ribuan batu yang besar-besar kayak begini, saya pilih yang kecil-kecil aja kita tangkis pakai helm, yang gede-gede hindari,” ujar Agam.

Meski sudah berusaha menghindari batu-batu tersebut, namun Agam tidak bisa menghindari seluruhnya. Imbasnya, kakinya sempat terluka akibat batu-batu tersebut.

“Ini sampai luka-luka, kaki apa kena batu berapa kali,” paparnya.

Kesungguhan Agam dan tim mempertaruhkan nyawa untuk membantu proses evakuasi Juliana Marins semata-mata ingin menjadikan Indonesia baik di mata negara lain.

“NKRI harga mati,” ujar Agam.

Selain melewati medan yang curam dan dihujani batu, Agam juga mengatakan bahwa ia bersama tim menggantung selama berjam-jam saat mengangkat jasad Juliana Marins ke atas.

“Jadi kami packing itu jam 4, kami mulai holding naik ke atas, sampai di atas itu dari jam 6 sampai jam 3 lewat berapa. Berapa jam kami harus menggantung,” ungkap Agam.

Momen Tim Relawan Tidur Bersama Jasad Juliana Marins di Tebing Curam Berbatu (Instagram)
Momen Tim Relawan Tidur Bersama Jasad Juliana Marins di Tebing Curam Berbatu (Instagram)

Pendaki Asal Brasil Juliana Marins Tewas Usai Terjatuh di Gunung Rinjani

Juliana Marins terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025. Usai menerima kabar jatuhnya pendaki asal Brasil itu, Tim SAR langsung melakukan upaya pencarian.

Namun karena medan yang sulit ditambah faktor cuaca yang buruk, proses pencarian mengalami kendala.

Hingga baru pada Selasa 24 Juni, Juliana Marins berhasil ditemukan namun dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kontributor : Rizka Utami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI