Kehadiran John Malkovich sebagai Ronald, pemilik motel tempat Sky sebelumnya tinggal, menambah lapisan keanehan dalam narasi.
Malkovich memerankan karakter Ronald dengan "bizarre cameo" yang unik, seorang pemilik motel yang sangat menjijikan dan terlibat dalam intrik Sky.
Sementara itu, Frank Grillo muncul sebagai Sebastian, ayah tiri Sky, yang ternyata adalah dalang di balik sebagian besar kekejaman yang terjadi.
Peran Grillo, meskipun menambah elemen kekerasan, terkadang terasa stagnan dan mengalihkan fokus dari potensi Lilly Krug sebagai antagonis utama yang kuat.
Penampilan Lilly Krug sebagai Sky adalah salah satu sorotan utama film ini. Ia berhasil memerankan karakter femme fatale yang kejam dan manipulatif dengan meyakinkan.
Beberapa kritikus bahkan menyebut bahwa Sky (Lilly Krug) hebat, dan tanpa membocorkan apa pun, memainkan perannya dengan meyakinkan.
Krug memanfaatkan fisiknya dengan kegembiraan tanpa batas baik di kamar tidur maupun selama pemaksaan yang lebih terang-terangan, menunjukkan sisi sosiopat Sky yang brutal.
Di sisi lain, Cameron Monaghan sebagai Chris digambarkan sebagai "pengecut yang cengeng" yang terjebak dalam situasi mengerikan, meskipun ia berjuang untuk bertahan hidup.[4]
Meskipun memiliki premis yang menarik dan penampilan yang kuat dari Lilly Krug, Shattered menerima ulasan yang beragam.
Baca Juga: Kenapa Harus Nonton Panji Tengkorak? Film Animasi Didukung Wapres Gibran
Banyak kritikus membandingkannya dengan thriller klasik seperti Basic Instinct dan Fatal Attraction karena tema dan pendekatannya, namun seringkali merasa bahwa film ini gagal menggali karakter secara mendalam.
Beberapa ulasan menunjukkan bahwa paruh pertama film terasa membosankan di satu jam awal, sehingga berisiko kehilangan perhatian penonton.
Meskipun demikian, Shattered tampak hebat, difilmkan dengan baik, tampak profesional, dan 30 menit terakhir sebenarnya cukup bagus.
Film ini berhasil membangun suasana yang berkilau dengan rumah pegunungan yang besar dan aman menciptakan atmosfer yang kuat.
Secara keseluruhan, Shattered adalah upaya yang berani untuk menghadirkan kembali thriller psikologis dengan elemen home invasion dan pengkhianatan.
Meskipun alur ceritanya mungkin terasa tipis dan tidak masuk akal di beberapa bagian, serta kritik terhadap naskah yang lemah, film ini tetap menawarkan ketegangan yang cukup untuk membuat penonton terpaku, terutama di paruh akhir yang penuh aksi.