Minta Pendapat Ustaz, Tretan Muslim Soroti Fenomena Pendakwah 'Jual' Air Doa ke Jamaah

Yohanes Endra, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:15 WIB
Minta Pendapat Ustaz, Tretan Muslim Soroti Fenomena Pendakwah 'Jual' Air Doa ke Jamaah
Tretan Muslim. (Instagram/tretanmuslim)
baca 10 detik
  • Tretan Muslim menyoroti fenomena ustadz yang mencari keuntungan dari menjual agama.

  • Menurut Ustadz Jojo, penggunaan air doa sebenarnya merupakan sunah Nabi.

  • Namun, monetisasi berlebihan terhadap praktik ini dapat mencoreng citra agama Islam.

Suara.com - Sebuah perbincangan menarik antara komika Tretan Muslim dan pendakwah Ustaz Jojo Ali Yusuf, saat mengupas tuntas hukum menjual 'air doa', yang kerap menjadi polemik di tengah masyarakat.

Fenomena beberapa oknum pemuka agama yang dianggap memperjualbelikan amalan agama untuk keuntungan pribadi menjadi pemicu pertanyaan kritis dari Tretan Muslim.

Lelaki kelahiran Bangkalan, Madura, itu menyoroti pandangan publik terhadap ustadz yang seolah mencari kekayaan dari umat.

"Ada orang-orang yang, ustadz-ustadz mungkin, yang mencari uang lewat agama. Ada video ini, seperti ibu-ibu sholawatan, terus nerima-nerima duit, terus jual air doa. Nah, itu kan ada pandangan masyarakat bahwa, 'Lah, kan kayanya dari umat, sedangkan umatmu miskin'. Dianggap dia menjual agama. Nah, kalau menurut sampean, bagaimana itu?," tanya Muslim dalam sebuah video di kanal YouTube Tretan Universe, Selasa, 21 Oktober 2025.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Jojo menjelaskan bahwa penggunaan media air untuk berdoa sejatinya adalah sunah.

"Lagi-lagi, itu lebih ke budaya. Jadi, kalau air doa itu, itu sunah, Nabi pernah," bebernya.

Ustadz Jojo menjelaskan bahwa para sahabat Nabi Muhammad SAW juga kerap menggunakan air sebagai perantara doa, sebuah praktik yang dibenarkan dalam ajaran Islam.

"Sunahnya itu, sahabat-sahabat Nabi sering menggunakan media air, minta doa, ditiup, itu benar, sunah," jelasnya lagi.

Ia pun mengisahkan sebuah riwayat tentang seorang sahabat yang menyembuhkan kepala kaum dengan membacakan surat Al-Fatihah sebanyak tujuh kali, yang kemudian diberi upah seekor kambing.

baca juga

"Jampi-jampiin orang pakai Al-Fatihah tujuh kali, terus akhirnya orang itu sembuh, kepala kaum itu, terus dikasih bayaran satu ekor kambing. Dan bagian pahanya dikasih ke Nabi," papar Ustadz Jojo.

Kisah tersebut, menurutnya, menjadi dalil bahwa menerima imbalan atas doa atau pengobatan cara Nabi diperbolehkan, karena Rasulullah SAW sendiri tersenyum sebagai tanda persetujuan saat diberi bagian dari upah itu.

"Dan Rasulullah senyum, berarti itu tandanya ikrar Nabi yang membolehkan kamu seperti itu," kata Ustadz Jojo.

Namun, Ustadz Jojo menggarisbawahi perbedaan krusial antara praktik yang dibolehkan, dengan komersialisasi atau monetisasi yang berlebihan.

"Saya nggak anti, tapi kalau misalkan sampai orang memonetisasi itu, itu jelas (keliru)," tuturnya.

Pendakwah yang juga dikenal sebagai Ustadz Grind Boys ini menegaskan bahwa tindakan menjadikan amalan tersebut sebagai ladang bisnis justru dapat mencoreng citra agama Islam.

"Maksud saya, itu jadi mencoreng agama. Sejujurnya, iya. Jadi malu lah kita agama Islam dilihat sama agama lain. Kok udah jauh banget dari ajarannya Nabi gitu, sampai jual-jual air kayak gitu," pungkas Ustadz Jojo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Menyesal Dukung Prabowo-Gibran, Tretan Muslim Blak-blakan Soal Jadi Buzzer

Tak Menyesal Dukung Prabowo-Gibran, Tretan Muslim Blak-blakan Soal Jadi Buzzer

Entertainment | Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:01 WIB

Atta Halilintar Akui Sempat Kesal Diroasting Coki Pardede dan Tretan Muslim

Atta Halilintar Akui Sempat Kesal Diroasting Coki Pardede dan Tretan Muslim

Entertainment | Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:02 WIB

Pandji Pragiwaksono Buka Peluang Dukung Wapres Gibran di Masa Depan

Pandji Pragiwaksono Buka Peluang Dukung Wapres Gibran di Masa Depan

Entertainment | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:47 WIB

Ikut Soroti Kasus Siswa Keracunan MBG, Tretan Muslim: Makan Beracun Gratis

Ikut Soroti Kasus Siswa Keracunan MBG, Tretan Muslim: Makan Beracun Gratis

Entertainment | Kamis, 25 September 2025 | 15:53 WIB

Tretan Muslim Usul Anggota DPR Tak Digaji, Yakin Kalangan Artis Mundur Pertama

Tretan Muslim Usul Anggota DPR Tak Digaji, Yakin Kalangan Artis Mundur Pertama

Entertainment | Senin, 01 September 2025 | 20:14 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×