Pementasan Pasien No 1 di Indonesia Kita ke-44, Ketika Hukum Perlu Dirawat & Disembuhkan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 27 Oktober 2025 | 11:57 WIB
Pementasan Pasien No 1 di Indonesia Kita ke-44, Ketika Hukum Perlu Dirawat & Disembuhkan
Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan Sabtu, 1 November 2025. (Dok: Indonesia Kita)

Suara.com - Peristiwa demi peristiwa sosial dan politik di Indonesia, datang bertubi-tubi seolah mendesak perhatian kita, sehingga seolah-olah semuanya menginginkan prioritas di urutan pertama. Gambaran inilah yang disampaikan oleh Indonesia Kita dalam pertunjukan terbarunya, “Pasien No. 1”. Dalam pementasan yang akan berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan Sabtu, 1 November 2025, lakon Indonesia Kita ke-44 ini mengajak penonton untuk merefleksikan situasi Indonesia saat ini, selayaknya situasi di sebuah rumah sakit. Semua pasien yang datang berharap menjadi yang utama dan diprioritaskan pelayanannya. Semua kasus dan masalah kesehatan yang dialami pasien terasa penting dan mendesak untuk diurus.

Di dalam pertunjukan terbarunya ini, jalan cerita Pasien No.1 mengisahkan kemerosotan etika dan moralitas para pengelola rumah sakit yang mendahulukan perawatan dan pelayanannya berdasarkan suap yang diberikan para pasien. Kondisi sakit yang dialami para pasien, justru dilihat sebagai kemungkinan yang menguntungkan bagi para dokter dan perawat. Semakin banyak orang sakit yang datang, maka akan mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi rumah sakit. Kondisi yang digambarkan pertunjukan ini, menjadi narasi ajakan Indonesia Kita kepada para penonton untuk peka dan berempati terhadap kondisi penegakan hukum yang dialami republik ini.

Untuk pementasan ke-44 ini, naskah digarap oleh Agus Noor yang juga berperan sebagai sutradara. Deretan aktor dan aktris panggung yang kerap tampil di pementasan Indonesia Kita, juga akan kembali menyapa penonton pada pertunjukan “Pasien No. 1” ini. Mereka adalah Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Inaya Wahid, Sruti Respati, Silir Wangi, Olla Simatupang, Mucle, Wisben, dan Joned. Secara khusus, pertunjukan ke-44 ini dipersembahkan untuk mengenang jasa dan kredibilitas Jenderal Hoegeng Iman Santosa (14 Oktober 1921-14 Juli 2004), mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dari 1968 hingga 1971 yang dikenal teguh dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

Sejumlah peristiwa sosial politik yang terjadi dalam setahun ini, dan berpuncak pada sejumlah aksi massa pada akhir Agustus, menjadi pendorong bagi Butet Kartaredjasa dan Agus Noor untuk menyiapkan lakon Pasien No. 1 ini. Di mata Butet, sosok Jenderal Hoegeng perlu ditampilkan sebagai tokoh inspiratif dalam pertunjukan ini, untuk mengingatkan pada para penegak hukum untuk menjalankan tugasnya secara kredibel dan menjalankan prinsip-prinsip demokrasi yang telah menjadi cita-cita bangsa Indonesia selepas Reformasi 1998. Persembahan pertunjukan kepada sosok inspiratif telah dilakukan beberapa kali oleh Indonesia Kita. Sebelumnya, Indonesia Kita pernah mementaskan sejumlah seri maestro, di mana pertunjukan dibuat untuk mengenang tokoh-tokoh inspiratif. Di antaranya Koes Plus, Nano Riantiarno, dan Sawung Jabo. “Pak Hoegeng memang dikenal juga sebagai seniman yang aktif mengembangkan musik keroncong dan hawaian. Namun di pertunjukan ini, kami menampilkannya sebagai ikon kejujuran, integritas dan keberanian dalam menjalankan tugasnya sesuai peraturan dan hukum,” ujar Butet Kartaredjasa.

Untuk itulah, Butet Kartaredjasa secara khusus, menyambangi Meriyati Hoegeng, istri Jenderal Hoegeng di rumahnya yang terletak di daerah Depok, Jawa Barat pada September 2025. “Atas nama etika, saya sengaja mendatangi Ibu Hoegeng yang telah berusia di atas 100 tahun, untuk ngalap berkah, mohon restu, karena program Indonesia Kita akan memainkan lakon "Pasien No 1" yang diinspirasi oleh watak dan pemikiran-pemikiran Pak Hoegeng. Sikap dan watak Pak Hoegeng yang senantiasa berani dan jujur demi menegakkan kebenaran, bahkan berani menolak perintah atasan karena sang atasan mengkhianati kebenaran, menjadi jiwa pertunjukan terbaru di Indonesia Kita,” ujar Butet Kartaredjasa.

Sebagai penulis naskah dan sutradara, Agus Noor mengharapkan penonton menikmati pertunjukan sekaligus turut menghayati teladan hidup Jenderal Hoegeng dalam menjunjung tinggi kebenaran dalam bertugas. “Inspirasi pertunjukan Indonesia Kita tidak hanya dari kalangan seniman budayawan, tapi seorang Jenderal Polisi, yaitu Pak Hoegeng. Ini tak sekadar kisah biografi atau pemujaan, tapi tentang inspirasi keteladanan dan integritas yang kini makin sulit kita temukan. Tentu semuanya direfleksikan dengan gaya khas pentas Indonesia Kita yang jenaka. Maka pada lakon “Pasien No. 1” ini, Indonesia Kita yang memiliki semangat untuk bersama-sama merawat Indonesia, berharap penonton bisa menangkap pesan keteladanan ini,” ujar Agus Noor yang juga menggarap lakon-lakon Indonesia Kita lainnya yang mengangkat inspirasi para tokoh, di antaranya lakon “Sabdo Pandito Rakjat” (dalang Ki Nartosabdo), “Sinden Republik” (sinden Waljinah), “Kartolo Mbalelo” (seniman ludruk Kartolo), dan “Julini Tak Pernah Mati” (sutradara Nano Riantiarno).

Supaya jejak hidup Jenderal Hoegeng dalam hal menjunjung hukum dan kebenaran, tersampaikan kepada pihak-pihak yang bekerja di bidang hukum, Butet Kartaredjasa berencana secara khusus mengundang seluruh jajaran aparat kepolisian untuk datang menonton pertunjukan Pasien No. 1. “Tentunya saya berharap pertunjukan ini bisa ditonton Kapolri dan polisi-polisi yang masih aktif bertugas, dari berbagai tingkat kepangkatan. Karena itu, saya akan undang Bapak Kapolri untuk datang menonton,” pungkas Butet Kartaredjasa.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film What's Up With Secretary Kim, Semenarik Apa sih Adaptasi Drakor Ini?

Film What's Up With Secretary Kim, Semenarik Apa sih Adaptasi Drakor Ini?

Your Say | Senin, 27 Oktober 2025 | 09:23 WIB

Ambisi Besar Warner Bros: Film Minecraft Didorong Menangkan Piala Oscar!

Ambisi Besar Warner Bros: Film Minecraft Didorong Menangkan Piala Oscar!

Tekno | Senin, 27 Oktober 2025 | 09:14 WIB

Bukan Cuma Hantu, Film Shutter Angkat Isu Pelecehan Seksual di Kampus

Bukan Cuma Hantu, Film Shutter Angkat Isu Pelecehan Seksual di Kampus

Entertainment | Senin, 27 Oktober 2025 | 06:15 WIB

Ananta Rispo Tampil Sendiri di Film Ketok Mejik, Ungkap Alasan Hindari Proyek Bertiga dengan GJLS

Ananta Rispo Tampil Sendiri di Film Ketok Mejik, Ungkap Alasan Hindari Proyek Bertiga dengan GJLS

Entertainment | Senin, 27 Oktober 2025 | 06:00 WIB

Momen Paling Horor Luna Maya Saat Syuting Suzzanna, Bukan Perkara Lawan Setan!

Momen Paling Horor Luna Maya Saat Syuting Suzzanna, Bukan Perkara Lawan Setan!

Entertainment | Minggu, 26 Oktober 2025 | 21:30 WIB

Fakta Film Abadi Nan Jaya, Zombie Lokal yang Terinspirasi dari Kantong Semar

Fakta Film Abadi Nan Jaya, Zombie Lokal yang Terinspirasi dari Kantong Semar

Entertainment | Minggu, 26 Oktober 2025 | 22:00 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×