-
Fedi Nuril kecewa dengan satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
-
Kebijakan dan tindakan pemerintah dinilai mengagetkan publik hingga memicu banyak demonstrasi.
-
Fedi Nuril tidak senang dengan situasi saat ini, seperti dugaannya semula.
Suara.com - Aktor kenamaan Fedi Nuril memberikan evaluasi menohok terhadap satu tahun berjalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pemeran film Ayat-Ayat Cinta ini secara terbuka mengungkapkan rasa ketidakpuasannya atas kinerja pemerintah selama setahun ke belakang.
Menurut lelaki berusia 43 tahun itu, banyak sekali kebijakan dan keputusan yang lahir dari pemerintah.
Tak hanya itu, aktor yang lahir pada 1 Juli 1982 ini juga menyoroti berbagai ucapan dan tindakan pemerintah yang dinilainya justru mengagetkan publik.
Akibatnya, ia melihat munculnya gelombang demonstrasi yang marak terjadi di berbagai wilayah sebagai respons masyarakat.
Ia pun merasa heran karena gejolak tersebut sudah terjadi padahal pemerintahan baru berjalan satu tahun.
"Ya tentunya banyak kebijakan atau keputusan yang, oh, ini terutama ya, ucapan dan tindakan yang mengagetkan sampai, ya banyak demonya 'kan? Gitu, baru satu tahun lho," ujar Fedi Nuril di kanal YouTube The Maple Media, Kamis, 6 November 2025.
Secara personal, ayah tiga anak ini mengaku memang tidak menaruh optimisme yang tinggi sejak awal Prabowo terpilih.
Fedi Nuril bahkan menegaskan jika sikap pesimistis itulah yang menjadi alasannya tidak memberikan suara untuk Prabowo dalam pemilihan presiden yang lalu.
"Aku pribadi memang dari awal beliau terpilih bukan yang optimis banget gitu. That’s why aku nggak milih dia kan, dan aku ngasih tahu orang-orang aku nggak mau milih dia karena memang merasa tidak ada yang diharapkan gitu," jelas Fedi Nuril.
Bagi bintang film Garasi ini, seandainya pemerintah mampu menunjukkan kinerja yang baik, hal itu sudah sepatutnya menjadi sebuah kewajiban yang harus ditunaikan.
Baginya, kinerja positif pemerintah bukanlah bonus, melainkan mandat yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
"Ya kalau memang bagus, ya alhamdulillah dan memang itu menjadi kewajiban beliau, mandat beliau, gitu 'kan? Tapi ya emang nggak optimis juga gitu," kata Fedi Nuril.
Meski demikian, gitaris grup musik Garasi ini tetap menyimpan harapan agar setiap aksi unjuk rasa yang terjadi dapat berjalan dengan damai.
Ia khawatir jika demonstrasi berujung pada kericuhan justru akan memberikan pengaruh buruk yang lebih luas bagi negara.
"Tapi ya, aku juga berharap demo pun ya jangan sampai ada kerusuhan, karena ya itu pengaruhnya juga buruk gitu kan," ungkap Fedi Nuril.
Pada akhirnya, ia menyimpulkan perasaannya terhadap kondisi saat ini, dengan sebuah pengakuan yang jujur dan lugas.
Fedi Nuril merasa tidak senang dengan situasi yang ada, dan perasaan tersebut sayangnya sudah ia perkirakan akan terjadi.
"Jadi ya, I’m not happy and it’s kinda expected that I’m not going to be happy," pungkasnya.