KontraS Ungkap Keuntungan Prabowo Jika Beri Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 06 November 2025 | 15:00 WIB
KontraS Ungkap Keuntungan Prabowo Jika Beri Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Mantan Presiden Indonesia, Soeharto bakal dapat gelar pahlawan nasional. [Ist]
baca 10 detik
  • Dimas menilai langkah itu sarat kepentingan pribadi dan politis Presiden Prabowo yang merupakan mantan menantu Soeharto.
  • Soeharto pernah disebut dalam sembilan kasus yang diselidiki secara pro-justisia oleh Komnas HAM.
  • Prabowo akan semakin kuat hubungannya dengan Partai Golkar yang dekat dengan keluarga cendana.

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menolak keras usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menilai langkah itu sarat kepentingan pribadi dan politis Presiden Prabowo Subianto yang merupakan mantan menantu Soeharto.

Menurutnya, secara moral, Soeharto adalah sosok yang kontroversial karena banyaknya pelanggaran kemanusiaan selama 32 tahun berkuasa.

“Dia selama mungkin 32 tahun, selama menjadi presiden kedua Republik Indonesia, ada banyak sekali tragedi-tragedi kemanusiaan yang terjadi, semenjak tahun 1965–1966, lalu kemudian diakhiri dengan sejumlah peristiwa kekerasan negara tahun 1998 sebelum lengsernya Soeharto yang dipaksa mundur oleh rakyat tanggal 21 Mei 1998,” ujarnya saat melakukan aksi di depan Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2025).

Dimas menilai, keputusan pemerintah untuk tetap mendorong pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto sama saja mempertaruhkan martabat bangsa.

“Pemberian gelar pahlawan Soeharto bisa diartikan sebagai sebuah upaya cuci dosa atau upaya untuk melanggungkan impunitas oleh pemerintah Republik Indonesia,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa Soeharto pernah disebut dalam sembilan kasus yang diselidiki secara pro-justisia oleh Komnas HAM, mulai dari tragedi 1965 hingga penculikan aktivis pada 1998.

Selain itu, Soeharto juga dikenal sebagai sosok yang koruptif.

"Ada tujuh yayasan yang diketuai oleh Soeharto atau yang merupakan kepemilikan dari Soeharto termasuk Yayasan Supersemar yang didakwa melakukan money laundering,” kata Dimas.

baca juga

Dimas menyebut langkah itu tak lain demi kepentingan pribadi Presiden Prabowo.

Lalu secara politis, Prabowo akan semakin kuat hubungannya dengan Partai Golkar yang dekat dengan keluarga cendana.

“Keuntungannya tentu keuntungan pribadi buat Prabowo. Pertama, Prabowo adalah bekas menantu dari Soeharto. Tentu kemudian kalau bisa kita lihat bahwa kemudian gelar pahlawan ini ada muatan untuk merekonsiliasi dirinya dengan keluarga Cendana,” katanya.

Meski begitu, ia menilai tak ada keuntungan sosial bagi bangsa dalam pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto.

Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11/2025). (bidik layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto. (bidik layar YouTube Sekretariat Presiden)

“Keuntungan sosialnya tentu bisa diperdebatkan karena lagi-lagi memberikan gelar pahlawan nasional pada orang yang didakwa melanggar hak asasi manusia, yang didakwa melakukan korupsi, merugikan negara, dan didakwa melakukan sejumlah pelanggaran-pelanggaran lingkungan,” lanjut Dimas.

Ia juga mengkritik pemerintah yang disebutnya terus “obral gelar” selama setahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Semenjak satu tahun eranya Prabowo dan juga Gibran, kita bisa lihat ada banyak sekali obral gelar jasa, gelar kehormatan, dan gelar pahlawan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dimas mengatakan langkah pemerintah tersebut tidak akan memberi legitimasi moral apa pun.

“Memberikan legitimasi kepada orang yang tidak pantas mendapatkan gelar karena dia adalah pelanggar hak asasi manusia, dia adalah koruptor, dia adalah orang yang merusak lingkungan,” pungkas Dimas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bicara Budaya 'Kuyu-kuyu' Pemimpin, Minta Masyarakat Hormati Jokowi: Jangan Dihujat!

Prabowo Bicara Budaya 'Kuyu-kuyu' Pemimpin, Minta Masyarakat Hormati Jokowi: Jangan Dihujat!

News | Kamis, 06 November 2025 | 14:49 WIB

Prabowo Bantah Dibayangi-bayangi Jokowi: Beliau Tak Pernah Titip Apa-apa, Ngapain Takut?

Prabowo Bantah Dibayangi-bayangi Jokowi: Beliau Tak Pernah Titip Apa-apa, Ngapain Takut?

News | Kamis, 06 November 2025 | 14:43 WIB

Prabowo Sanjung Habis Jokowi: Beliau Paling Berjasa di Proyek Raksasa Lotte!

Prabowo Sanjung Habis Jokowi: Beliau Paling Berjasa di Proyek Raksasa Lotte!

News | Kamis, 06 November 2025 | 14:19 WIB

Ungkap Alasan Undang Jokowi di Peresmian Pabrik, Prabowo: Saya Lihat Mulai Ada Budaya Tidak Baik

Ungkap Alasan Undang Jokowi di Peresmian Pabrik, Prabowo: Saya Lihat Mulai Ada Budaya Tidak Baik

News | Kamis, 06 November 2025 | 14:05 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

×