-
Ahmad Dhani menerapkan sistem lisensi langsung untuk penyanyi lagu ciptaannya.
-
Penyanyi baru gratis, sementara penyanyi senior dengan honor besar wajib bayar.
-
Perbedaan perlakuan tersebut didasarkan pada besaran honorarium para penyanyi.
Suara.com - Ahmad Dhani membeberkan cara kerja sistem lisensi langsung atau direct license yang ia terapkan kepada para penyanyi.
Ayah dari Al, El, dan Dul ini ternyata tidak memukul rata semua penyanyi yang ingin membawakan lagu ciptaannya.
Ada penyanyi yang ia wajibkan membayar, namun ada pula yang ia gratiskan.
Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam talkshow Hak Cipta di Universitas Airlangga.
Dhani mencontohkan dua penyanyi jebolan ajang pencarian bakat, Ghea Indrawari dan Hanin Dhiya, yang ia izinkan menyanyikan lagunya secara cuma-cuma.
Ia beralasan, honor yang diterima penyanyi-penyanyi yang baru merintis tersebut belum seberapa.
“Ghea Idol, ‘Mas Dhani saya mau nyanyi lagunya Mas Dhani, bayar berapa, Mas?’. ‘Gratis’, saya bilang gitu. Orang bayarannya dia cuma 20 juta, 30 juta,” kata Dhani.
“Hanin Dhiya, ayahnya nelpon saya, ‘Mas, ini Hanin masih nyanyi lagunya Mas Dhani, Dewa, bayar berapa?’. ‘Nggak usah, Mas, udah santai aja’,” jelas Ahmad Dhani dalam video yang diunggah di kanal YouTube AHMAD DHANI DALAM BERITA, Senin, 10 November 2025.
Sikap berbeda ia tunjukkan kepada penyanyi-penyanyi senior dengan honor ratusan juta rupiah seperti mantan vokalisnya, Ari Lasso dan Once Mekel.
Meski tak menyebut nominal, Dhani secara tegas memberlakukan aturan bayar kepada mereka, sebuah kebijakan yang sempat menimbulkan polemik.
Ketika ditanya mengenai perlakuan yang berbeda tersebut, Dhani menganalogikannya dengan kasus hukum yang tidak selalu bisa diterapkan sama rata.
“Bukannya semua sama di mata hukum? Dul waktu nabrak orang tujuh orang meninggal, dia nggak dihukum. Kira-kira seperti itu. Jadi memang hukum nggak harus adil, nggak harus kena ke semua orang,” tutupnya.