-
Pemakaman Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut berlangsung penuh duka, dengan istri dan anak-anaknya terlihat sangat terpukul hingga prosesi sempat terhenti karena kondisi keluarga.
-
Karina Ranau dan putranya, Quentin, memberikan momen paling haru, mulai dari permohonan maaf keluarga hingga adzan di liang lahat dan pesan terakhir untuk almarhum.
-
Epy wafat akibat penyumbatan pembuluh darah di batang otak, dan kepergiannya turut dihadiri rekan-rekan Preman Pensiun yang memberikan penghormatan terakhir.
Suara.com - Suasana duka mendalam menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada Kamis, 4 Desember 2025.
Aktor senior Epy Kusnandar, yang dikenal luas lewat perannya sebagai "Kang Mus", diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya diiringi isak tangis keluarga dan kerabat.
Jenazah Epy Kusnandar tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 08.08 WIB setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka kawasan Jagakarsa.
Sang istri, Karina Ranau, tampak lemas saat turun dari mobil jenazah sembari terus memeluk erat foto mendiang suaminya.
Di sisi lain, putra mereka, Quentin Stanislavski, terlihat berusaha tegar mendampingi sang ibunda, meski raut kesedihan tak bisa disembunyikan dari wajahnya.
![Karina Ranau menangis di pemakaman Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut pada Kamis, 4 Desember 2025. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/04/15474-karina-ranau-menangis-di-pemakaman-epy-kusnandar-di-tpu-jeruk-purut-pada-kamis-4-desember-2025.jpg)
Prosesi pemakaman sempat tertunda sejenak menunggu kedatangan putra Epy lainnya, Damar, yang masih dalam perjalanan.
Sebelum jenazah dikebumikan, Karina Ranau sempat memberikan sambutan mewakili keluarga. Dengan suara bergetar, perempuan yang telah mendampingi Epy selama 22 tahun tersebut memohonkan maaf bagi almarhum.
"Saya mewakili keluarga, mohon maaf kepada semua yang mengenal suami saya, yang mengenal Papi kami. Jika selama hidupnya dia punya salah, kata-kata atau sikap yang kurang berkenan, mohon dimaafkan agar perjalanan beliau ke surga-Nya Allah diberikan kelancaran," ucap Karina.
Momen haru berlanjut saat sutradara Preman Pensiun, Aris Nugraha, mengungkapkan fakta pilu.
Dia menyebut bahwa dirinya dan Epy sebenarnya tengah merencanakan produksi Preman Pensiun 11.
![Karina Ranau menangis di pemakaman Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut pada Kamis, 4 Desember 2025. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/04/88364-karina-ranau-menangis-di-pemakaman-epy-kusnandar-di-tpu-jeruk-purut-pada-kamis-4-desember-2025.jpg)
"Namun saya ikhlaskan jalan Epy menuju surga," ujar Aris.
Suasana semakin menyayat hati ketika Quentin turun ke liang lahat untuk mengumandangkan adzan dan iqomah.
Sebelum itu, Quentin sempat membisikkan pesan terakhir yang membuat pelayat menitikkan air mata. Dia menyesali sang ayah tak sempat melihatnya masuk kuliah seni.
"Enggak lihat aku masuk IKJ dong Pi... surga ya Pi," bisik Quentin yang akhirnya tak kuasa menahan tangisnya.
Tangis Karina Ranau benar-benar pecah saat gundukan tanah perlahan mulai menutupi liang lahat suaminya. Puncaknya terjadi saat prosesi tabur bunga.
Karina yang mengenakan busana serba hitam tersebut menangis histeris dan tersungkur memeluk pusara sang suami.
"Selamat jalan Papi, love you so much. Sampai ketemu lagi. Jangan berubah ya," ratap Karina di atas makam.
Karina tampak begitu terpukul kehilangan sosok yang disebutnya sebagai pendengar terbaik itu. Dia terus meracau, bingung harus mengadu kepada siapa setelah kepergian Epy.
"Papi, Mami bakalan cerita ke siapa lagi Pi? Mami selama ini kan cerita ke Papi semuanya. Mami bingung mau cerita ke siapa, Papi pendengar terbaik buat Mami," ucapnya histeris sembari menangis keras.
Melihat kondisi Karina yang semakin lemas dan tak terkendali, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawanya menjauh dari liang lahat.
Karina tampak harus digendong menuju tempat yang lebih kondusif sembari terus memanggil-manggil suaminya.
"Papi udah baik banget sama Mami," rintihnya dalam gendongan kerabat.

Kronologi Meninggalnya Epy Kusnandar
Sebagai informasi, Epy Kusnandar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Cawang, Jakarta Timur pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB.
Kondisi kesehatan Epy menurun drastis pada Rabu pagi setelah terjatuh dari kasur dan muntah-muntah hingga tak sadarkan diri.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh darah di batang otak yang fatal.
Kepergian Epy turut diantar oleh rekan-rekan seperjuangannya dari serial Preman Pensiun yang tampak hadir memberikan penghormatan terakhir dengan wajah tegar namun penuh duka.