- Penyanyi Clay Siahaan merilis lagu Natal berjudul "Home for Christmas" bersama Sisca Insani pada Desember 2025.
- Lagu tersebut terinspirasi dari kerinduan mendalam Clay Siahaan terhadap suasana Natal dan keluarga di Amerika.
- Clay Siahaan dan Sisca Insani memiliki rekam jejak penting sebagai produser musik serta pengisi vokal latar KLa Project.
Suara.com - Desember menjadi bulan istimewa bagi umat Nasrani untuk menyambut Hari Raya Natal.
Momen penuh kegembiraan ini dimanfaatkan penyanyi Clay Siahaan untuk merilis sebuah karya spesial.
Bertajuk "Home for Christmas", lagu ini menjadi persembahan manis Clay Siahaan di penghujung 2025.
Tidak tampil sendirian, ia menggandeng penyanyi perempuan bersuara khas, Sisca Insani, sebagai rekan duetnya.
Ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, baru-baru ini, Clay menceritakan proses kreatif di balik lagu tersebut. Kerinduan akan keluarga menjadi pemantik utama lahirnya karya ini.
Laki-laki yang akrab disapa Tongclay ini mengungkapkan bahwa inspirasi lagu tersebut muncul sekitar Oktober lalu.
Jarak yang memisahkan dirinya dengan anak dan istri menimbulkan rasa rindu yang mendalam.
"Gini, keluargaku tuh di Amerika. Jadi setiap mau menjelang Natal aku tuh selalu kangen suasana getarannya Natal dan segala macamnya," ujar Clay Siahaan.
Kerinduan akan atmosfer Natal di Negeri Paman Sam itulah yang mendorongnya masuk ke dapur rekaman.
Uniknya, Clay memulai proses penciptaan dari melodi musik terlebih dahulu sebelum menulis lirik.
Secara makna "Home for Christmas" bercerita tentang tradisi pulang kampung atau mudik yang identik dengan perayaan hari besar.
![Clay Siahaan dan Sisca Insani berduet saat merilis lagu "Home for Christmas" di Jakarta. [Rena Pangesti/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/09/17745-clay-siahaan-dan-sisca-insani.jpg)
Momen berkumpul bersama keluarga menjadi inti dari pesan lagu ini.
Clay menggambarkan suasana Natal di Amerika yang sangat berbeda dan terasa seperti dalam film-film klasik.
Hal inilah yang ingin ia bagikan kepada para pendengar di Indonesia.
"Judulnya 'Home for Christmas'. Kekangenan saya pengin pulang, mudik. Ketemu sama keluarga," imbuh Clay Siahaan.
"Banyak orang yang rindu berkumpul sama keluarga. Karena itu momen menurut kita ya, kalau umat Nasrani, momen yang paling spesial," ucapnya menambahkan.
Meski kini tampil di depan layar sebagai penyanyi, sosok Clay Siahaan sejatinya bukanlah orang baru di industri musik Tanah Air.
Ia adalah sosok penting di balik kesuksesan sejumlah musisi besar.
Sejak tahun 1990-an, Clay Siahaan telah berkecimpung di dunia hiburan sebagai produser hingga manajer artis.
Grup band The Fly hingga musisi Bebi Romeo adalah nama-nama besar yang pernah ia tangani.
"Saya dari tahun 1992 sebenarnya sudah berkecimpung di dunia hiburan. Tapi tahun 1997, kalau enggak salah saya produserin The Fly pertama. The Fly, itu saya produsernya. Kemudian ada saya produserin Emas juga, saya manajer Baby Romeo," tutur Clay.
Setali tiga uang dengan Clay, Sisca Insani juga memiliki rekam jejak mentereng.
Ternyata ia adalah sosok pemilik suara perempuan yang ikonik dalam lagu-lagu hits milik KLa Project.
Sisca menuturkan bahwa keterlibatannya dengan KLa Project bermula sejak ia masih duduk di bangku SMA.
"Ketemu sama KLa itu waktu aku SMA. Mereka rilis lagu dan butuh vokal cewek. Ya udah aku," kata Sisca Insani.
Hingga kini, sepertinya telah mengisi hampir 90 persen porsi vokal latar di album-album band legendaris tersebut.
"Kebetulan sampai hampir semua album, kalau duetnya kan ada 'Tentang Kita', 'Tak Bisa Ke Lain Hati', itu kan duet. Tapi untuk yang backing vokalnya hampir semua, 90 persen lah ya itu suara rindu aku," ujar penyanyi yang satu almamater SMA dengan Kris Dayanti ini.