- Film drama Penerbangan Terakhir yang disutradarai Benni Setiawan mengangkat isu viral skandal dan perselingkuhan di dunia aviasi.
- Jerome Kurnia berperan sebagai Kapten Deva Angkasa yang manipulatif, terlibat perselingkuhan dengan Nadya Arina (pramugari) dan bersitegang dengan Aghniny Haque (istri obsesif).
- Para pemain menghadapi tantangan chemistry unik dan pendalaman karakter intens, di mana Aghniny Haque mengaku tertekan memerankan istri yang sangat clingy.
Suara.com - Industri perfilman Tanah Air kembali diramaikan dengan karya terbaru yang mengangkat isu viral di masyarakat.
Rumah produksi Visual Media Studio (VMS) bersiap membuka awal tahun 2026 dengan film drama bertajuk Penerbangan Terakhir.
Mengambil latar dunia aviasi yang glamor namun menyimpan sisi gelap, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 15 Januari 2026.
Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan, sosok di balik berbagai film box office, dan menjanjikan ketegangan emosional yang intens.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat, 12 Desember 2025, para produser dan jajaran pemain utama membeberkan alasan di balik pembuatan film yang disebut-sebut terinspirasi dari skandal nyata tersebut.
Angkat Fenomena Skandal yang Kerap Viral
Produser VMS, Tony Ramesh, menjelaskan bahwa pemilihan cerita ini bukan tanpa alasan. Fenomena perselingkuhan dan skandal antara pilot serta awak kabin yang kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial menjadi pemantik utama lahirnya Penerbangan Terakhir.
"Ceritanya lagi ramai banget ya. Dari beberapa lama lalu, setelah dipelajari, banyak sekali kita melihat terinspirasi dari kejadian di sekitar masyarakat. Tambah ke sini, masalah soal ini tambah ramai di medsos," ungkap Tony kepada awak media.
Hal senada disampaikan oleh produser Shalu TM. Dia menegaskan bahwa isu ini sangat relevan dan bisa terjadi pada siapa saja, tidak terbatas pada profesi tertentu.
"Ini memang momen yang paling pas untuk kita naikkan film ini," tegasnya.
Jerome Kurnia Jadi Pilot Manipulatif
Film ini mendaulat aktor Jerome Kurnia sebagai Kapten Deva Angkasa. Karakter ini digambarkan sebagai pilot muda yang karismatik, memiliki otoritas tinggi, namun manipulatif.
Bahkan, dalam sesi diskusi, sang sutradara sempat berkelakar bahwa karakter Deva ini "lebih bajingan dari Aris," merujuk pada karakter ikonik peselingkuh yang pernah viral sebelumnya.
Bagi Jerome, memerankan sosok Deva memiliki tantangan tersendiri. Dia tidak hanya mengandalkan naskah, tetapi juga melakukan riset mendalam dengan mengamati perilaku orang-orang di sekitarnya serta berdiskusi langsung dengan pilot aktif.
"Aku selalu berangkat dari naskah. Tapi itu selalu enggak cukup. Pasti aku akan nambahin beberapa referensi lain, mostly dari orang sehari-hari. Mungkin ada lima (referensi), sedikit-sedikit diambil dan dimasukin ke dalam Deva," tutur Jerome.
Dia juga menyoroti mentalitas seorang kapten yang dia pelajari.
"Kalau di dalam pesawat ya Captain yang paling tinggi. Lo mau ngapain itu terserah Captain. Kasarnya ya," imbuhnya menirukan mindset otoritas seorang pilot.
Tantangan Chemistry Jerome dan Nadya Arina
Di sini, Jerome Kurnia beradu akting dengan kekasihnya di dunia nyata, aktris Nadya Arina yang berperan sebagai Tiara, seorang pramugari yang terjebak dalam pesona Deva.
Keduanya dituntut untuk membangun chemistry yang unik, bukan sebagai pasangan yang sudah lama bersama, melainkan pasangan yang baru merasakan percikan asmara di awal pertemuan.
"Kadang orang suka berpikir kalau kita sebagai pasangan itu lebih mudah membangun chemistry. Padahal enggak. Challenge-nya justru gimana caranya supaya kita enggak kelihatan seperti old married couple," jelas Jerome.
Nadya Arina pun mengamini hal tersebut. Menurutnya, kesulitan utama adalah menampilkan getaran-getaran awal perjumpaan yang meyakinkan penonton.
"Itu yang agak tricky. Beda kalau kalian sebagai pasangan old married couple, itu easier (lebih mudah). Tapi sparks-sparks pertama kali ketemu, apalagi di teaser-nya kan udah kelihatan tuh, eye contact-nya tuh kita mesti bisa merasakan," kata pemeran Tiara tersebut.
Aghniny Haque Tertekan Perankan Istri Obsesif
Konflik semakin panas dengan kehadiran Aghniny Haque yang memerankan Nadia, istri sah dari Kapten Deva. Aghniny mengaku karakter ini sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya yang mandiri.
Nadia digambarkan sebagai sosok yang clingy dan memiliki ketergantungan emosional tinggi.
Aktris yang dikenal dengan peran-peran action-nya ini bahkan sempat merasa ragu mengambil peran tersebut karena takut karakternya akan sangat dibenci penonton.
"Awal aku sempat ragu sih maininnya karena nih karakter tuh mungkin bisa polarize ya, bisa sangat dibenci. Dan proses pendalaman emosinya sendiri sih cukup depressing ya untuk pendalaman karakter satu bulan," ungkap Aghniny jujur.
Realisme Dunia Penerbangan
Untuk menjaga keaslian cerita, skenario film ini digarap cukup lama, yakni sekitar satu tahun.
Penulis skenario, Ana, mengungkapkan bahwa latar belakangnya sebagai mantan instruktur dan awak kabin sangat membantu dalam menyusun detail cerita agar tidak sekadar fiksi belaka.
"Pramugari, pilot, adalah dunia yang sebenarnya dekat sama kita tapi mungkin kita susah ngintipnya. Jadi kita pengen buat ini senyata mungkin," ujar Ana.
Film Penerbangan Terakhir menjanjikan sebuah tontonan yang tidak hanya mengaduk emosi lewat drama perselingkuhan, tetapi juga ketegangan drama
psikologis di udara.
Bagi kamu yang penasaran dengan akhir kisah cinta segitiga Kapten Deva, Tiara, dan Nadia, film ini bisa disaksikan mulai 15 Januari 2026.