- Ali Fikry, aktor 17 tahun, membintangi lima film pada 2025, termasuk yang terbaru, film komedi perdananya berjudul Bapakmu Kiper.
- Awal karier Ali Fikry adalah seorang penari dan pernah mengikuti ajang Indonesia's Got Talent sebelum terjun ke sinetron dan film.
- Ali Fikry merasa nyaman berakting setelah film Waktu Maghrib dan mendapat apresiasi dari sutradara senior Hanung Bramantyo.
Suara.com - Ali Fikry menjadi salah satu aktor muda yang tengah laris manis di dunia perfilman Indonesia.
Tahun ini, tercatat ada lima judul film yang dimainkan remaja 17 tahun tersebut.
Deretan film Ali Fikry di 2025 di antaranya Ketindihan, Bayang-Bayang Anak Jahanam, Waktu Maghrib 2, Gowok: Kamasutra, dan Dia Bukan Ibuku.
Kini, Ali Fikry kembali disibukkan dengan proyek film terbarunya yang bertajuk Bapakmu Kiper.
Film ini terasa istimewa karena Ali Fikry menjajal genre yang baru pertama kali ia lakoni, komedi.
"Komedi pertama aku. Jadi iya, deg-degan banget, karena kan komedi itu timing-nya harus pas. Eggak boleh dilucu-lucuin buat bikin orang tertawa. Kita harus effortlessly funny," kata Ali Fikry ditemui di kawasan Karang Tengah, Tangerang pada Selasa, 16 Desember 2025.
Jauh sebelum menjadi aktor, Ali Fikry memulai kariernya sebagai seorang dancer. Ia juga mengikuti ajang Indonesia's Got Talent.
"Dari kecil tuh aku suka perform, masuk ajang itu dan setelahnya ikut syuting," ujar Ali Fikry.
Sebagai sosok pendatang baru, Ali Fikry tak langsung main di film. Ada sejumlah proyek sinetron dan FTV yang dilalui.
"Dari situ, aku masuk ke film, dan nyaman di film sampai sekarang sih," ucapnya.
![Konferensi pers film Esok Tanpa Ibu di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025). Film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Nurra Datau, hingga Ali Fikry ini siap tayang bisokop pada 22 Januari 2025. [Tiara Rosana/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/15/70605-ali-fikry-esok-tanpa-ibu.jpg)
Ali Fikry menyadari bahwa akting dan pembuatan film adalah sesuatu yang ia ingin lakukan sepanjang hidup.
Titik baliknya dalam akting ia rasakan saat membintangi film horor Waktu Maghrib.
"Kayaknya pertama kali tuh aku sadar kalau aku nyaman dalam akting tuh di film Waktu Maghrib," imbuhnya.
Namun, momen yang paling mengubah persepsinya tentang akting adalah saat ia menjadi pemeran utama di film Esok Tanpa Ibu.
Film yang menjadikan Ali Fikry sebagai bintang utama. Namun sebagai informasi, film ini belum rilis di pasaran.
Menurutnya, kehangatan di lokasi shooting dan proses kreatif bersama orang-orang yang tepat membuatnya sangat nyaman.
"Kehangatan di set, terus proses bikinnya bareng orang-orang yang tepat tuh apa ya, nyaman dan asyik banget. Jadi aku longing for more, aku pengin lagi kayak gitu," tutur Ali.
Selain karier yang meroket, Ali Fikry sempat tersipu saat mendapat pengakuan dari sutradara senior Hanung Bramantyo.
Hanung sebelumnya sempat menyebut nama Ali Fikry sebagai salah satu aktor muda Indonesia yang memiliki penjiwaan dan soul yang bagus.
Mendengar pengakuan tersebut, Ali Fikry merasa sangat bahagia dan dihargai.

"Senang banget dong, senang banget. Dan aku merasa dihargai dan dilihat," ujar Ali Fikry tersenyum.
Ali Fikry boleh jadi perhatian Hanung Bramantyo, tapi sebagai aktor, ia pun memiliki idola.
"Kalau luar negeri, aku suka banget Timothée Chalamet. Karena dia tuh main karakter yang wonderful tapi dia tetap bisa strong gitu. Terus aku suka banget sama Daniel Day-Lewis, Meryl Streep, Edward Norton," katanya.
"Kalau di Indonesia, Om Reza is my number one inspiration. Dan he is my mentor. Dia tuh kiblat aku dialah pokoknya," imbuh Ali Fikry menggambarkan kekaguman pada Reza Rahadian.
Bicara soal harapan, Ali Fikry masih memiliki bucket list karakter.
Jika ia sudah menjajal nuansa drama, horor serta komedi kini aktor remaja tersebut mau menerangkan tokoh yang "dark".
"Aku pengin karakter yang kayak coming of age tapi karakternya tuh gelap gitu, the darkest mungkin tinggal di rusun mana. Mungkin romance juga, karena aku belum pernah romance," tutur Ali.