- Nadin Amizah didiagnosis mengalami Spasmodic Dysphonia, gangguan saraf pada otot pita suara yang menyebabkan suaranya terdengar kaku, serak (vocal fry), dan mudah lelah.
- Nadin mengaku harus menahan rasa nyeri yang hebat dan kesulitan mencapai nada tinggi saat bernyanyi, hingga merasa aktivitas bernyanyi kini terasa seperti beban fisik yang berat.
- Meski sempat terpuruk, Nadin berkomitmen untuk tetap tampil sambil menjalani terapi wicara dan latihan vokal untuk belajar teknik bernyanyi dari nol kembali.
Suara.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari musisi dan penulis lagu, Nadin Amizah.
Melalui unggahan media sosialnya pada Kamis, 8 Januari 2026, pelantun "Bertaut" ini mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengalami kondisi medis suspect Spasmodic Dysphonia atau Disfonia Spasmodik.
Gangguan ini berdampak signifikan pada kemampuan vokal dan kenyamanan fisiknya saat bernyanyi.
Dalam keterangannya, Nadin membagikan foto formulir konsultasi dari Rumah Sakit Mayapada yang menunjukkan diagnosis tersebut.
Alih-alih sedih berlarut, penyanyi 25 tahun ini justru merasa lega karena akhirnya menemukan jawaban atas penurunan kualitas suaranya yang selama ini dia rasakan.
"Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yg aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya. Alhamdulillah, i wasn’t imagining it... my body was indeed going through something," tulis Nadin dalam keterangan fotonya.
Gejala Fisik: Leher Kaku hingga Suara "Vocal Fry"
Nadin menjelaskan bahwa kondisi pita suaranya kini terlihat lurus dan kaku, serta kurang lentur saat bergetar. Hal ini memicu rasa nyeri yang intens, bahkan saat dia hanya berbicara, bukan bernyanyi.
"Baru nyanyi sebentar, leher sudah pegal dan sakit banget. Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegal dan sakit vanget," ungkap Nadin.
Baca Juga: Nadin Amizah Akui Film Pangku Jadi Cerminan Visi Lagu Rayuan Perempuan Gila
Selain nyeri, dia juga merasakan perubahan karakter suara menjadi vocal fry, seperti serak dan berat yang tidak wajar.
"Suaraku tuh jadi vocal fry, Kim Kardashian, kayak cewek-cewek seksi abis ngerokok gitu. Nah masalahnya gue enggak ngerokok... Masalahnya suara gue juga normalnya enggak kayak gitu," jelasnya dalam video klarifikasi.
Gejala lain yang dia alami meliputi kesulitan menelan air liur saat bernyanyi, nada yang sering meleset alias fals, serta penyempitan jangkauan vokal .
Nada-nada tinggi yang dulunya mudah dia capai dengan teknik belting, kini membutuhkan teknik ekstra hati-hati agar tidak melukai pita suaranya.
Bernyanyi Tak Lagi Semudah Bernapas
Bagi Nadin, dampak mental dari diagnosis ini tak kalah beratnya. Dia mengaku sempat merasa kehilangan kenikmatan dalam bermusik karena aktivitas yang dulunya alamiah kini terasa seperti beban pekerjaan yang berat.