Timothy Ronald Dipolisikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Tembus Rp 3 Miliar

Selasa, 13 Januari 2026 | 12:27 WIB
Timothy Ronald Dipolisikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Tembus Rp 3 Miliar
Timothy Ronald [Instagram/timothyronaldd]
Baca 10 detik
  • Influencer Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 9 Januari 2026 atas dugaan penipuan investasi kripto.
  • Seorang korban rugi Rp3 miliar setelah mengikuti rekomendasi koin Manta di grup berbayar yang menjanjikan keuntungan besar.
  • Koin Manta anjlok hingga 90% pasca pembelian, memicu penyelidikan polisi atas dugaan penipuan media elektronik.

Suara.com - Influencer Timothy Ronald resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi. 

Seorang korban berinisial Y mengaku merugi hingga Rp3 miliar setelah mengikuti rekomendasi aset kripto yang disampaikan Timothy melalui grup Discord berbayar miliknya.

Laporan tersebut tercatat pada Jumat, 9 Januari 2026. Korban menyebut kerugian muncul setelah membeli koin kripto bernama Manta, yang direkomendasikan dalam grup eksklusif Akademi Crypto milik Timothy sejak Januari 2024.

Dalam grup tersebut, Timothy dan timnya disebut menjanjikan potensi keuntungan 300 hingga 500 persen. Namun, klaim tersebut tidak terbukti. 

Harga koin Manta justru anjlok hingga minus 90 persen tak lama setelah transaksi dilakukan, membuat korban kehilangan hampir seluruh modal investasinya.

Timothy Ronald (Instagram/timothyronaldd)
Timothy Ronald (Instagram/timothyronaldd)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan awal terkait dugaan penipuan melalui media elektronik.

"Pelapor dijanjikan keuntungan 300 sampai 500 persen apabila mengikuti trading di grup tersebut. Faktanya, koin yang disarankan mengalami penurunan harga drastis," kata Budi Hermanto kepada awak media baru-baru ini.

Dia menambahkan, penyidik akan memeriksa pelapor dalam waktu dekat guna mendalami kronologi serta bukti yang diserahkan.

Kasus ini menambah sorotan terhadap Akademi Crypto, platform edukasi kripto berbayar milik Timothy Ronald. 

Baca Juga: Rumah Keluarga dan Mobil Jadi Sasaran, Sherly Annavita Buka Rekaman CCTV Aksi Teror

Sebelumnya, sejumlah anggota juga mengeluhkan kerugian serupa dan menduga adanya praktik pump and dump, di mana harga aset melonjak sesaat sebelum akhirnya jatuh setelah investor ritel masuk.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Timothy Ronald terkait laporan yang kini tengah ditangani kepolisian.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI