Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 08 Januari 2026 | 20:01 WIB
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
Timothy Ronald. [YouTube/Timothy Ronald]

Suara.com - Dunia maya, khususnya platform X dan YouTube, kembali diramaikan oleh diskusi hangat mengenai sosok Timothy Ronald. Pemuda yang selama ini dicitrakan sebagai investor kripto 'handal' tersebut kini menghadapi tudingan miring dari publik.

Bukannya prestasi baru yang dibicarakan, melainkan munculnya berbagai kecurigaan terkait keterlibatannya dalam skema edukasi yang dinilai menyerupai praktik penipuan berkedok investasi kripto.

Sosok yang identik dengan gaya hidup serba mewah ini dituduh telah menjaring ribuan pengikut melalui program pendidikan berbayar.

Namun, program tersebut kini dianggap oleh banyak pihak sebagai produk yang tidak substantif dan hanya mengandalkan persona kemewahan untuk menarik minat masyarakat.

Akademi Crypto Seharga Rp17 Juta

Pusat dari kontroversi ini adalah sebuah platform edukasi yang didirikan Timothy bernama Akademi Crypto.

Untuk mendapatkan akses ke dalam komunitas tersebut, peserta diwajibkan merogoh kocek yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp17 juta per tahun.

Dalam berbagai kampanye pemasaran yang dilakukan secara masif di media sosial, Timothy menjanjikan bahwa setiap peserta akan memperoleh "ilmu rahasia" guna mencapai kebebasan finansial melalui strategi perdagangan dan investasi aset kripto.

Strategi pemasaran yang digunakan pun terbilang sangat personal. Timothy sering kali melabeli dirinya sebagai "anak muda triliuner" dan secara konsisten menjual narasi kesuksesan pribadinya sebagai bukti otentik dari efektivitas materi yang ia ajarkan.

Baca Juga: Aturan Baru Purbaya: Dirjen Pajak Bisa Intip Transaksi Kripto dan Dompet Digital

Daya tarik "cepat kaya" inilah yang diduga menjadi magnet utama bagi para investor pemula yang mendambakan hasil instan di pasar aset digital.

Seiring berjalannya waktu, gelombang kritik mulai bermunculan dari mereka yang pernah bergabung dalam kelas tersebut.

Berbagai testimoni negatif dari mantan anggota Akademi Crypto menyebutkan bahwa substansi pembelajaran yang diberikan sangat jauh dari nilai investasi yang telah dibayarkan.

Materi-materi teknis yang diharapkan mampu membimbing peserta menjadi trader andal justru dinilai sangat dangkal.

Banyak peserta merasa tertipu karena sebagian besar konten yang diajarkan sebenarnya merupakan informasi publik yang bisa ditemukan secara cuma-cuma melalui mesin pencari Google atau kanal YouTube edukasi lainnya.

Alih-alih mendapatkan bimbingan teknis yang mendalam, para peserta diduga justru merasa hanya disuguhi konten motivasi yang berlebihan.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI