Suara.com - Hotman Paris diduga membela Timothy Ronald dalam video yang dibagikannya melalui Instagram pada Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam video tersebut, Hotman menyinggung pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung tahun 1978.
Hotman lantas membandingkan kesuksesannya dengan teman-temannya seangkatan.
"Sekarang saya sangat sukses. Apartemen dan rumah saya ratusan," ujar Hotman.
"(Sedangkan) Sebagian teman-teman saya satu angkatan, sampai hari tuanya pun, ada yang tidak punya rumah atau masih ngos-ngosan nyicil satu rumah," sambungnya.
Analogi tersebut dibuat Hotman Paris untuk mencari tahu siapa yang salah apabila seorang mahasiswa tidak mencapai kesuksesan.
"Siapa yang salah? Apakah dosen saya yang salah? Apa muridnya yang tidak sukses?" tanya Hotman.
"Kalau memang dosennya yang salah, kenapa aku juga muridnya bisa sukses?" imbuhnya.
Melalui analogi tersebut, Hotman Paris ingin menjelaskan bahwa seorang guru tidak bisa disalahkan atas kegagalan muridnya.
Baca Juga: Hotman Paris Sering Dorong Pidanakan Orang, Raffi Ahmad Menolak
"Jadi kalau ada trading atau kursus yang sebagian muridnya tidak berhasil sukses atau berhasil melakukan transaksi untuk mendapatkan keuntungan, itu bukan perbuatan pidana," tegasnya.

"Kalau itu perbuatan pidana, maka ribuan dosen di Indonesia ini bisa masuk penjara oleh murid-murid yang gagal sampai hari tuanya miskin," tambahnya.
Pernyataan Hotman Paris kemudian dihubungkan dengan kasus yang sedang dihadapi Timothy Ronald.
Sebagai pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald dilaporkan atas kerugian investasi kripto yang dialami investor.
Polda Metro Jaya telah menerima laporan Y yang menuntut Timothy Ronald karena mengalami kerugian sebesar Rp3 miliar pada 9 Januari 2026 lalu.
Lebih lanjut, meski tetap menggunakan analogi dosen, Hotman Paris diduga sedang membela Timothy Ronald.