- Serial thriller lokal "Bercinta dengan Maut" diumumkan oleh iQIYI, Telkomsel (MAXstream), dan Hitmaker Studios pada 13 Januari 2026.
- Serial 10 episode ini akan tayang kuartal kedua 2026, dibintangi Haico Van Der Veken yang memerankan kembar identik.
- Cerita fokus pada saudari kembar berbeda status sosial yang saling bertukar identitas untuk mengungkap misteri kematian.
"Sebenarnya di sini kan Raya tuh sebagai stripper dia pasti pole dancing kan. Jadi ya kadang aku lihat video buat jadi inspirasi. Terus di sini juga disediakan workshop jadi bisa belajar dulu," ungkap Haico.
Dia mengakui tarian tersebut membutuhkan kekuatan fisik yang prima.
"Untungnya aku juga olahraga, aku nge-gym, jadi kebantu dari situ. Pole dancing itu kan mainly dari core (otot inti) ya," tambahnya.
Mengenai perbedaan karakter, Haico menjelaskan detail yang cukup signifikan antara kedua tokoh yang dimainkannya.
"Kalau Raya itu look-nya lebih kayak anak jalanan. Dia lebih loud, pembawaannya santai. Kalau ada yang nyinggung dia atau temannya, dia langsung hajar," jelasnya.
"Sedangkan Ana itu lebih kaku, dia introvert, cara bicaranya lebih pelan dan hati-hati karena dia istri pejabat," sambung Haico lagi yang mengaku secara pribadi lebih relate dengan sifat extrovert milik Raya.
Dinda Kirana dan Penggunaan Intimate Coordinator
![Dinda Kirana dan Teuku Rassya saat dite mui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/14/70508-dinda-kirana-dan-teuku-rassya.jpg)
Sementara itu, Dinda Kirana akan memerankan karakter Bella, seorang aktris yang juga teman masa kecil dari karakter Aldo (diperankan oleh Maxime Bouttier).
Dinda mendeskripsikan Bella sebagai karakter yang "rusak" dan emosional, sebuah peran yang memaksanya keluar dari zona nyaman sinetron.
"Bella ini ruang nyaman di hatinya itu sangat kosong. Dia enggak punya pegangan, jadi dia bisa lose control. Dia sangat destructive, dia pakai substance (obat-obatan), dia juga punya affair," tutur Dinda.
Menariknya, serial ini menuntut Dinda melakukan adegan intim yang cukup agresif. Namun, Dinda menegaskan bahwa proses syuting berjalan sangat aman berkat kehadiran Intimate Coordinator, sebuah standar profesional baru dalam industri perfilman untuk menjamin keamanan aktor saat adegan dewasa.
"Untungnya produksi ini sangat profesional. Jadi walaupun aku ada intimate scene, aku diarahkan dengan intimate coordinator," jelas Dinda.
"Semua boundaries-nya di-set dari awal, jadi aku merasa nyaman dan aman. Aku ngerasa aman karena ada boundary check yang kayak 'Oh part sini red zone, terus yang ini masih boleh'," lanjutnya.
Kembalinya Teuku Rassya dan Pendalaman Karakter
Serial ini juga menjadi ajang comeback bagi Teuku Rassya setelah sempat vakum syuting tahun lalu. Rassya berperan sebagai Ezra, seorang pengusaha F&B berusia 30 tahun yang memiliki lapisan misteri tersendiri.
Memerankan tokoh yang lebih tua dari usia aslinya, Rassya melakukan observasi mendalam.
"Mungkin pas di awal nanti akan kelihatan bahwa karakter Ezra ini kayaknya punya misi lain. Apa sih sebenarnya tujuan dia? Kenapa sih dia ada di perkumpulan itu? Itu yang menurut aku sangat menarik," kata Rassya.
Untuk mempersiapkan diri, Rassya dan tim menjalani proses reading intensif selama dua minggu.
"Kita coba ngulik naskahnya. Masing-masing episode scene-nya bisa sampai 70 scene. Jadi kurang lebih kita harus baca sekitar 700-an scene dan mempelajari motivasi setiap karakter," tambahnya.
Lebih lanjut, Dinesh Ratnam, Senior Managing Director for iQIYI Southeast Asia, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya iQIYI untuk lebih relevan dengan pasar Indonesia tanpa meninggalkan identitas mereka sebagai penyedia drama Tiongkok unggulan.
Senada dengan itu, Lesley Simpson selaku VP Digital Lifestyle Telkomsel berharap serial ini dapat melengkapi ekosistem digital MAXstream dengan konten premium.
Proses syuting "Bercinta dengan Maut" dijadwalkan mulai berjalan pada 17 Januari 2026.
Dengan arahan sutradara yang akrab disapa Mas Dod dan naskah yang matang, serial ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi pecinta thriller di Indonesia pada pertengahan tahun ini.