- Langkah hukum Ressa dipicu oleh sakit hati karena ibu asuhnya dilaporkan ke polisi oleh pihak Denada terkait sengketa mobil.
- Kuasa hukum membantah klaim fasilitas rumah dan mobil, menyebut Ressa justru harus mencicil mobil sendiri dengan bekerja sebagai sopir online.
- Karena mediasi buntu, pihak Ressa siap melanjutkan kasus ke persidangan terbuka yang berisiko mengungkap fakta atau "aib" ke publik.
Suara.com - Kuasa hukum Ressa Rizky Rosano, Ronald Armada, mengungkap alasan di balik gugatan penelantaran anak terhadap penyanyi Denada.
Dia menegaskan, langkah hukum tersebut tidak semata berkaitan dengan tuntutan materi atau pengakuan status anak, melainkan dipicu oleh perlakuan yang dinilai melukai perasaan keluarga yang selama ini membesarkan Ressa.
Dalam wawancara via Zoom pada Kamis, 22 Januari 2026, Ronald menyebut persoalan bermula dari laporan polisi yang dilayangkan adik Denada terhadap bibi Ressa, yang merupakan orangtua asuh sekaligus mertua Ronald.
Laporan itu terkait dugaan penggelapan mobil dan menjadi titik balik yang mendorong Ressa menempuh jalur hukum.
Ronald menceritakan, ibu mertuanya di Banyuwangi sempat menghubunginya dalam kondisi tertekan setelah didatangi aparat kepolisian.
“Mertua saya menelepon sambil menangis, ‘Le, Mama didatangi polisi. Mama dilaporkan katanya mau melakukan penggelapan mobil.’ Padahal Mama enggak tahu apa-apa,” ungkap Ronald.
Dia menjelaskan, mobil yang dipersoalkan tersebut secara administratif tercatat atas nama adik Denada. Namun, menurut Ronald, uang muka kendaraan justru dibayarkan oleh paman dan bibi Ressa.
Tekanan akibat laporan itu disebut berdampak pada kondisi kesehatan orang tua asuh Ressa.
Masalah kemudian berlanjut ketika orang tua asuh Ressa datang ke Jakarta untuk mengurus data perpanjangan STNK kendaraan tersebut. Ronald menyebut, kedatangan itu tidak mendapat respons yang layak.
Baca Juga: Isu Liar di TikTok, Benarkah Teuku Ryan Ayah Biologis Ressa yang Ngaku Anak Kandung Denada?
“Orangtua saya datang ke Jakarta tidak ditemui dua hari berturut-turut. Tiga jam setengah suruh berdiri di trotoar. Dibukakan (pagar) cuma 15 senti oleh satpamnya Denada,” kata Ronald.
Dia menegaskan, tujuan kedatangan keluarga Ressa saat itu murni untuk urusan administrasi, bukan permintaan bantuan materi.
Klarifikasi Soal Fasilitas Rumah dan Mobil
Ronald juga menanggapi klaim pihak Denada yang menyebut telah memberikan fasilitas rumah dan mobil kepada Ressa. Dia menyatakan, hal tersebut perlu dibuktikan secara hukum.
“Kalau dia cuma bilang ‘Oh ini sudah saya berikan’ tapi sertifikatnya masih nama orang lain, ya mungkin dia lagi stand up comedy kali,” ujarnya.
Menurut Ronald, Ressa tetap menanggung cicilan kendaraan yang nilainya hampir Rp4 juta per bulan. Untuk menutup biaya tersebut, Ressa harus bekerja dengan menyewakan mobil atau menjadi pengemudi taksi online.