Suara.com - Video sidak penjual es kue zaman dulu alias jadul sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam video yang beredar, dua aparat yang masing-masing mengenakan seragam Polisi dan Bintara Pembina Desa alias Babinsa sedang menegur seorang penjual es kue jadul.
"Sekarang harap hati-hati bagi orangtua karena ini sudah rekayasa, bukan bahan hunkwe lagi atau puding," ujar sang polisi dalam video.
Dugaan itu rupanya berawal dari laporan seseorang melalui Call Center 110.
Polisi dan Babinsa yang menyidak penjual es kue jadul atau biasa pula disebut es gabus lantas mendapati beberapa keanehan.
"(Diduga) pakai bahan spons. Bisa kita lihat, ini bahannya spons, kalau dibakar dia meleleh. Spon dari bedak," ucap sang polisi.
"Harap hati-hati bagi semuanya ya, orangtua. Waspada ya," sambungnya.
Selain itu, saat diperas, es kue jadul atau es gabus itu tidak hancur sehingga benar-benar mirip seperti sebuah spons.
"Bahannya enggak hancur, dari spons. Kalau dia hunkwe pasti hancur," kata si Polisi dalam video yang jadi viral dengan sangat yakin.
Lebih lanjut, Babinsa yang ikut sidak meminta sang penjual es kue jadul untuk menyantap dagangannya sendiri.
Padahal sidak dilakukan karena dugaan es kue jadul mengandung bahan berbahaya pembuat spons yakni Polyurethane Foam.
"Makan nih! Makan! Habisin! Habisin, telen. Yang modar biar kamu, jangan anak-anak kecil. Kasihan itu. Telan!" katanya dengan nada menggertak.
Sikap Babinsa tersebut amat disayangkan warganet. Apalagi terungkap bahwa es kue jadul yang disidak ternyata tidak mengandung bahan pembuat spons setelah diperiksa.
"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas, produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra pada Minggu, 25 Januari 2026.
Warganet pun menilai es kue jadul berbahan Polyurethane Foam sangat tidak masuk akal karena harganya jauh lebih mahal dari hunkwe.
"Mahalan spons lah timbang tepung hunkue jadi bahan es gabusnya," komentar akun @wilizagaya***.
"Ngawur banget ya, ini jajan es gabus pas masih kecil emang kayak gabus banget tapi enak, tapi ya gak pake gabus juga kali pak buatnya ada yang namanya tepung honkue," sahut akun @ikaa_r***.
"Kasian bapaknya diperlakukan kayak gitu, keterlaluan bapak yang baju ijo. Coba sama orang yang bikin skincare merkuri berani gak gituin," kata akun @iin.ajja.***.
"Yang jadi titik masalah itu sih adegan bapak TNI ini nyuruh makan dagangan, kan bapak polisi ini dapat laporan bahan berbahaya. Gak etis saja menurut saya menyuruh makan makanan yang diduga berbahaya kepada pedagang tersebut," balas akun @nsz***.
Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi