- Seorang perempuan bernama Luna (20) teridentifikasi menyebar hoaks pertama es gabus berbahan sintetis di Cempaka Baru.
- Aksi Luna memicu oknum aparat melakukan tindakan kontroversial terhadap Sudarjad, pedagang es gabus 30 tahun.
- Polda Metro Jaya meminta maaf atas prosedur personel akibat provokasi, kini sedang mendalami kasus tersebut.
"Kami minta waktu karena Bid Propam masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan atau penganiayaan. Mungkin cara yang dilakukan oleh petugas tadi salah, sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial," imbuhnya.
Meski pihak kepolisian tengah mendalami pelanggaran etik anggotanya melalui Bid Propam, sorotan utama masyarakat tetap tertuju pada pertanggungjawaban Luna secara hukum dan moral.
Publik mendesak agar perempuan pembuat konten tersebut tidak sekadar bersembunyi di balik layar setelah merusak hajat hidup orang lain dengan informasi palsu.
Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Sudarjad, pedagang es gabus legendaris, dituduh menjual produk berbahan spons.
Video aksi pembakaran es oleh oknum petugas yang justru menunjukkan es itu meleleh normal, bukan terbakar layaknya plastik, menjadi viral dan memicu kemarahan netizen.
Meski hasil lab menyatakan es tersebut aman, dampak psikologis dan materiil telah dialami pedagang paruh baya itu sebelum akhirnya mendapatkan bantuan modal dari pihak kepolisian.