- Film kolaborasi MD Pictures dan STB berjudul Ahlan Singapore tayang perdana 5 Februari 2026, menampilkan kisah cinta segitiga diperankan tiga aktor utama.
- Penampilan Rebecca Klopper sebagai Aisyah dinilai berubah namun busana dan riasannya terkadang kurang sesuai karakter agamisnya.
- Visual Singapura ditampilkan indah melalui Oceanarium dan Haji Lane, namun dialog film dikritik terasa kaku menyerupai sinetron modern.
Namun, bagi sebagian penonton, jumlah scene yang menampilkan sisi lain Singapura terasa agak kurang.
Bila salah satu tujuan film ini adalah untuk memperkenalkan Singapura, seharusnya lebih banyak lagi destinasi ikonik maupun hidden gem yang bisa ditampilkan.
Dialog dan Alur Cerita: Terjebak Sinetron Modern
Aspek yang paling banyak mendapat sorotan adalah dialog dalam film yang terasa terlalu cheesy dan kaku, menyerupai gaya sinetron.
Beberapa momen bahkan bisa membuat penonton bergidik, terutama saat Liam melemparkan gombalan kepada Aisyah.
Adegan-adegan yang didasarkan pada "kebetulan" juga terasa kurang realistis dan terkesan dipaksakan untuk mengisi durasi film yang mencapai dua jam.
Salah satu adegan seperti Aisyah yang berlari menghindari Liam, terasa "terlalu kuno" untuk film yang diproduksi di era modern ini.
Melihat keseluruhan sajiannya, muncul pandangan bahwa Ahlan Singapore akan lebih cocok disajikan dalam bentuk mini-series.
Dengan format tersebut, visual Singapura bisa dieksplorasi lebih luas, dan cerita dapat mengalir perlahan, memberikan ruang lebih banyak bagi Aisyah untuk secara logis memilih antara Ridwan atau Liam.
Baca Juga: Padahal Berlatar Myanmar, Syuting Film Extraction: Tygo di Jakarta Bikin Macet dan UMKM Rugi
Secara keseluruhan, Ahlan Singapore adalah film ringan yang bisa dinikmati sebagai hiburan santai, namun dengan beberapa sentuhan yang mengingatkan pada gaya sinetron.