- Influencer Lipay Xia harus memulai karier digitalnya dari nol setelah kehilangan akun media sosial utama pada tahun 2024.
- Kariernya berkembang melalui cosplay sejak 2019, meraih beberapa penghargaan, dan kemudian terjun ke dunia e-sport.
- Ia pernah menjadi Exclusive Talent RRQ (2020–2023) dan kini menjadi Brand Ambassador BFAUNNDATION Esports pada 2024.
Suara.com - Influencer muda Lipay Xia membagikan kisah perjalanan kariernya yang penuh liku di industri digital. Di balik pencapaiannya saat ini, perempuan asal Tangerang itu ternyata pernah berada di titik terendah ketika akun utama media sosialnya hilang pada 2024.
Peristiwa tersebut menjadi pukulan besar, mengingat media sosial adalah aset utama bagi seorang kreator konten.
Kehilangan akun tersebut membuat Lipay harus memulai kembali dari awal. Seluruh konten, interaksi, dan jumlah pengikut yang telah dibangun bertahun-tahun mendadak lenyap.
Ia mengaku sempat merasa terpukul dan kehilangan motivasi.
“Saya sempat turun motivasi. Rasanya seperti mulai dari nol lagi,” katanya kepada awak media baru-baru ini.
Meski begitu, Lipay tidak ingin larut terlalu lama dalam kekecewaan. Ia memilih bangkit dan membangun kembali akunnya secara perlahan.
Dengan konsistensi mengunggah konten serta menjaga interaksi dengan pengikutnya, kini akun Instagram barunya telah diikuti puluhan ribu pengguna.
![Influencer Lipay Xia [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/22/17383-influencer-lipay-xia.jpg)
“Di industri digital, yang paling penting bukan seberapa besar kita jatuh, tapi seberapa cepat kita bangkit dan menata ulang langkah,” tuturnya.
Ia menyadari bahwa dunia digital bergerak sangat cepat. Perubahan algoritma, tren konten, hingga selera audiens bisa berganti dalam hitungan waktu singkat. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi kunci.
Baca Juga: 6 Fakta Suraj Chavan, 'Justin Bieber' India yang Viral Usai Jadi Jutawan dan Menikah
“Selama kita mau belajar dan beradaptasi, selalu ada ruang untuk berkembang. Dunia digital itu cepat berubah, tapi kerja keras tetap relevan,” sambungnya.
Perjalanan Lipay Xia menuju titik sekarang tentu tidak instan. Perempuan kelahiran Tangerang, 25 Agustus 2000, itu memulai langkahnya di dunia hiburan dengan mengikuti audisi JKT48.
Saat itu, ia hanya berhasil menembus 100 besar dan belum berkesempatan melangkah lebih jauh.
Alih-alih menyerah, pengalaman tersebut justru menjadi bekal berharga. Ia belajar tentang persaingan, disiplin, dan pentingnya kepercayaan diri saat tampil di depan publik.
Kegagalan di audisi JKT48 tidak memadamkan mimpinya untuk tetap berada di dunia kreatif.
Pada 2019, Lipay mulai menekuni dunia cosplay. Keputusan itu menjadi salah satu titik balik dalam kariernya. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi dan menunjukkan totalitas dalam setiap penampilannya.
Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia meraih Juara Favorit Predator League Cosplay Competition 2019 serta peringkat ketiga Pemm’z Cosplay Competition 2019.
Tidak hanya itu, kiprahnya di dunia cosplay terus berkembang. Pada 2024, Lipay dipercaya menjadi juri dalam ajang Cosplay Mukashi Festival.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa namanya telah diperhitungkan di komunitas cosplay.
Menurutnya, cosplay bukan sekadar mengenakan kostum dan berdandan menyerupai karakter tertentu. Lebih dari itu, cosplay melatih mental dan kepercayaan diri.
“Setiap panggung itu melatih mental. Entah itu audisi, lomba cosplay, atau live streaming. Semua butuh keberanian untuk tampil apa adanya,” ujarnya.
Selain dikenal sebagai cosplayer, nama Lipay Xia juga melesat di dunia e-sport. Ia sempat bergabung dalam divisi wanita untuk gim Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO).
Kecintaannya pada gim sejatinya sudah tumbuh sejak lama, bahkan sebelum ia dikenal publik.
![Influencer Lipay Xia [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/22/79789-influencer-lipay-xia.jpg)
Lipay bercerita bahwa awal mula ia serius menekuni e-sport dimulai dari warnet. Ia pernah menghabiskan waktu hampir sebulan penuh beraktivitas di warnet demi mengasah kemampuannya bermain gim.
“Dari warnet saya belajar konsistensi. Kalau mau jago, ya harus latihan terus. Tidak ada jalan pintas,” terangnya.
Pengalaman tersebut membentuk etos kerjanya. Ia memahami bahwa kemampuan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dan latihan berulang. Berkat kegigihannya, Lipay kemudian mendapat kesempatan untuk menandatangani kontrak siaran dengan platform live streaming.
Di dunia live streaming, ia mempopulerkan format virtual girlfriend. Format ini menuntut kemampuan komunikasi yang baik, spontanitas, empati, serta kecakapan membaca suasana hati penonton.
Ia tidak hanya bermain gim, tetapi juga membangun interaksi yang hangat dan personal dengan audiensnya.
“Live streaming itu bukan cuma soal main game. Kita membangun hubungan. Penonton datang bukan hanya untuk konten, tapi untuk merasa didengar,” jelasnya.
Pendekatan tersebut membuat namanya semakin dikenal luas. Pada 2020, organisasi e-sport besar Rex Regum Qeon (RRQ) merekrutnya sebagai Exclusive Talent Streamer.
Bergabung dengan RRQ menjadi tonggak penting dalam perjalanan profesionalnya karena memberinya panggung yang lebih besar serta jaringan yang lebih luas di industri e-sport.
Selama bersama RRQ, Lipay semakin mengasah kemampuan sebagai streamer dan kreator konten. Ia belajar tentang profesionalisme, manajemen waktu, serta pentingnya menjaga citra diri di ruang publik.
Namun, perjalanan tersebut berakhir pada awal 2023.
Meski tidak lagi bersama RRQ, karier Lipay tidak berhenti. Ia justru memasuki fase baru yang tak kalah menantang.
Pada 2024, ia dipercaya menjadi Brand Ambassador BFAUNNDATION (BFN Esports). Peran ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya di industri e-sport dan digital.
Kini, Lipay Xia dikenal sebagai figur yang multitalenta mulai dari cosplayer, gamer, streamer, hingga influencer. Di balik sorotan publik, ia adalah sosok yang pernah jatuh dan memulai lagi dari awal.
Kehilangan akun media sosial yang sempat membuatnya terpuruk justru menjadi momen refleksi untuk membangun fondasi yang lebih kuat.
Bagi Lipay, perjalanan karier bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai puncak, melainkan siapa yang mampu bertahan dan terus berkembang. Ia percaya bahwa selama seseorang mau belajar, beradaptasi, dan bekerja keras, selalu ada peluang untuk bangkit.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa dunia digital memang penuh tantangan. Namun dengan ketekunan, keberanian, dan kemauan untuk terus mencoba, setiap kegagalan bisa diubah menjadi batu loncatan menuju kesuksesan berikutnya.